Menjelang waktu persalinan, kurang lebih sekitar satu sampai empat minggu sebelum hari-H persalinan, Moms akan mulai merasakan bayi bergerak lebih aktif. Pertanda bayi segera lahir ini dikarenakan bayi sedang berusaha untuk memutar kepalanya agar berada di bawah mendekati vagina dari yang sebelumnya posisi kepala di atas.

Gerakan bayi yang berusaha merosot turun ke panggul ini disebut dengan istilah dropping atau lightening. Kondisi tersebut menandakan bayi sudah siap untuk keluar menemui MomsUntuk lebih detailnya, Moms bisa mengenali ciri-ciri berikut untuk mengetahui apakah bayi akan segera lahir.

Saat bayi bergerak merosot ke panggul

Hampir di seluruh masa kehamilan, posisi bayi adalah meringkuk dengan kepala mengarah ke atas dekat dada ibu dan kakinya di bawah dekat. Beberapa bayi bisa saja ada dalam posisi melintang atau tegak lurus dengan jalan lahir.

Kondisi tersebut sebetulnya wajar dan tidak membahayakan bayi dapat bergerak untuk memutar posisinya supaya bisa menyembul keluar dengan kepala lebih dulu. Pertama-tama, bayi akan mulai bergerak berputar untuk menurunkan kepalanya hingga ke daerah panggul ibu, hingga akhirnya berada di daerah tulang kemaluan Moms.

Gerakan di atas umumnya mulai terjadi pada trimester ketiga kehamilan, yaitu di sekitar bulan ketujuh atau minggu ke 34-36 kehamilan. Tetapi pada banyak wanita hamil, gerakan yang menjadi pertanda bayi segera lahir ini baru mulai terlihat beberapa jam sebelum persalinan.

Untuk kasus kehamilan kembar, mungkin saja gerakan bayi terjadi lebih cepat karena posisi salah satu bayi sudah berada lebih rendah di perut sang ibu. Bagi Moms yang pertama kali menuju persalinan, kemerosotan ini bisa saja terjadi di detik-detik akhir menjelang persalinan atau justru baru dimulai saat persalinan terjadi.

Baca juga: Cara Menyembuhkan Jahitan Caesar Dengan Tepat

Pertanda bayi segera lahir

Terdapat beberapa pertanda bayi segera lahir yang bisa Moms rasakan dan perhatikan menjelang datangnya hari persalinan:

1. Adanya perubahan pada perut

Dikarenakan kepala bayi sudah bergerak ke bawah tulang panggul, biasanya akan terjadi perubahan bentuk perut yang menggantung lebih rendah. Hal ini bisa terasa saat Moms duduk, bayi seolah berada di pangkuan.

2. Moms lebih mudah untuk bernapas

Banyak wanita yang kesulitan bernapas akibat bertambah besarnya kandungan pada trimester kehamilan terakhir. Hal tersebut dipengaruhi oleh posisi awal bayi yang berada di bawah tulang rusuk ibu sehingga mengakibatkan paru-paru tertekan dan membuat Moms sulit bernapas.

Kondisi tersebut akan mereda setelah bayi sudah dalam posisi siap lahir dengan kepala di bawah. Perubahan yang terjadi karena adanya gerak bayi dalam kandungan ini mengangkat tekanan pada paru sehingga Moms bisa bernapas lebih mudah.

3. Nafsu makan Moms akan meningkat

Selama trimester ketiga, banyak ibu hamil yang merasa nafsu makannya menurun. Sesudah bayi mengalami dropping atau lightening, maka tekanan pada paru-paru dan perut juga akan berkurang. Hal tersebut akan berpengaruh pada nafsu makan sang ibu. Gejala dan frekuensi maag yang dialami ibu hamil juga akan berkurang saat bayi melakukan pergerakan ini.

4. Intensitas buang air kecil meningkat

Pertanda bayi segera lahir lainnya adalah ibu yang semakin sering buang air kecil. Posisi kepala bayi yang merosot turun akan menekan daerah panggul dan sekitar kandung kemih, hal tersebut akan membuat Moms sering ingin buang air kecil.

5. Munculnya banyak keputihan

Saat posisi bayi siap untuk keluar, kepala bayi akan menekan dan meregangkan serviks (leher rahim) Moms untuk mempersiapkan jalur lahirnya. Selama proses tersebut terjadi, sumbatan yang ada di ujung bukaan leher rahim akan meregang dan memicu keputihan yang banyak.

6. Rasa nyeri pada panggul

Pertanda bayi segera lahir lainnya yaitu adanya rasa nyeri di derah panggul. Hal ini normal wajar saja karena bayi yang ada dalam perut Moms sedang menyesuaikan diri agar berada dalam posisi yang tepat.

Tetapi apabila nyeri terjadi secara terus menerus dan teratur, juga disertai demam, pendarahan, dan dehidrasi, sebaiknya segera periksakan kehamilan Moms ke dokter.

Baca juga: Ibu Tidak Boleh Tidur Siang Setelah Melahirkan?

Yang perlu dilakukan untuk mempercepat turunnya bayi?

Jika bayi tidak terlihat turun ke panggul setelah 36 minggu kehamilan, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Lakukan aktivitas fisik ringan yang akan membantu untuk merangsang pembukaan serviks, misalnya squat, tapi jangan lakukan olahraga berat.
  • Gunakan bola bersalin untuk membantu bayi bergerak ke bawah, hal ini juga bisa membantu mengurangi sakit punggung.
  • Berbaringlah di sisi kiri Moms dengan menyelipkan bantal di antara lutut.
  • Berenang dengan posisi perut menghadap ke atas. Jangan lakukangaya dada jika Moms mengalami nyeri panggul.
  • Jika Moms bekerja dan mengharuskan duduk lama di kantor, pastikanlah untuk sering-sering bangkit dan bergerak.
  • Jangan duduk bersila dan berjongkok karena posisi tersebut dapat mendorong bayi kembali ke posisi atas. Duduk dengan berselonjor kaki dan lutut terpisah, juga condongkan badan ke depan, untuk membantu usaha bayi bergerak ke bawah panggul.

Jangan lupa untuk rutin konsultasi ke dokter sebelum mencoba tips-tips di atas atau jika bayi masih belum menunjukkan tanda-tanda akan lahir di periode akhir kehamilan.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like