Pada minggu-minggu pertama kehamilan, seringkali Moms tidak menyadari bahwa sedang hamil. Sesudah diperiksakan ke dokter, barulah kita menyadari bahwa usia kehamilan sudah memasuki 2, 3, atau bahkan 4 bulan. Meski ada rasa senang setelah mengetahui hal tersebut, namun Moms juga jadi bertanya-tanya kenapa baru bisa mengetahui kehamilan sesudah lama. Kapankah waktu dan cara tepat untuk cek kehamilan dengan testpack?

Cek kehamilan dengan testpack

Kehamilan hanya dapat diketahui sesudah Moms mulai memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG). HCG diproduksi sesudah sel telur yang telah dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, saat inilah kehamilan sudah bisa dideteksi oleh alat tes.

Waktu untuk mengetahui bahwa Moms hamil tergantung dari alat tes kehamilan yang digunakan. Pada dasarnya semua alat tes kehamilan berfungsi dengan mengukur jumlah hormon HCG yang mengindikasikan apakah Moms hamil atau tidak.

Beberapa alat tes kehamilan mempunyai sensitifitas lebih dibandingkan yang lain. Semakin tinggi tingkat sensitifitas alat tes kehamilan, maka semakin cepat kemampuan alat tersebut untuk dapat mendeteksi adanya hormon HCG meski masih rendah kadarnya di awal kehamilan, bisa secepat dua hari sesudah sel telur dibuahi.

Baca juga: Ciri Hamil Berupa Bercak Darah Seperti Haid

Bagaimana mengetahui sensitifitas testpack

Biasanya tingkat sensitifitas sebuah alat tes kehamilan tertera pada kemasannya, satuan ukuran yang digunakan adalah mIU/ml (mili-International Unit per mililiter). kebanyakan alat tes kehamilan mempunyai tingkat sensitifitas berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml. Semakin rendah angka yang tertera, artinya semakin sensitif alat tes kehamilan tersebut.

Jenis alat tes kehamilan

Ada dua jenis alat tes kehamilan dengan metode berbeda, yaitu menggunakan urin dan menggunakan darah. Keduanya tetap berfungsi dengan mengukur kadar hormon HCG untuk dapat mendeteksi kehamilan.

Tes kehamilan dengan sampel urin (testpack)

Cara cek kehamilan dengan testpack dapat dilakukan di rumah dengan mudah. Moms hanya perlu menempelkan sampel urin ke testpact, kemudian test pack akan menunjukkan tanda yang menandakan Moms positif hamil atau tidak, seperti perubahan warna, perubahan garis, atau simbol plus-minus.

Moms bisa melakukan tes ini saat hari pertama atau hari ke-10 sesudah terlat haid. Penggunaan alat yang terlalu dini bisa menunjukkan hasil yang negatif, walaupun sebenarnya Moms sedang hamil. Sebaiknya tunggu beberapa hari setelah Moms merasa telat datang bulan, sebelum melakukan cek kehamilan dengan testpack.

Jika dilakukan dengan benar, tes dengan urin akan memiliki tingkat akurasi sebesar 97%. Penggunaan yang tidak benar atau terlalu dini, tidak akan memberikan hasil yang akurat. Jika testpack menunjukkan hasil negatif tetapi Moms masih mengalami tanda-tanda kehamilan, tunggulah seminggu lalu lakukan tes ini lagi atau kunjungi dokter untuk konsultasi.

Tes dengan menggunakan sampel darah

Untuk cara cek kehamilan yang satu ini Moms perlu mengunjungi dokter. Tes dengan menggunakan sampel darah memberikan hasil yang lebih efektif dan dapat dilakukan lebih dini dibanding tes urin. Moms dapat melakukan tes darah dalam kurun waktu 6 sampai 8 hari setelah ovulasi, pembuahan mungkin terjadi saat Moms terakhir kali berhubungan seksual.

Untuk mendapatkan hasil dari tes darah akan memakan waktu yang lebih lama karena darah harus diuji dalam laboratorium.

Ada dua jenis metode tes darah, yaitu kuantitatif HCG dan kualitatif HCG. Tes darah kuantitatif dilakukan dengan mengukur jumlah hormon HCG dalam darah, sedangkan tes darah kualitatif dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya hormon HCG dalam darah.

Faktor yang dapat mempengaruhi hasil tes

  • Momen saat sel telur menempel pada dinding rahim 

Hormon HCG akan mulai dilepaskan ketika sel telur yang sudah dibuahi sperma menempel ke dinding rahim, jumlahnya akan terus bertambah seiring waktu. Cek kehamilan dengan testpack yang terlalu dini dapat menunjukan hasil negatif sebab dibutuhkan waktu sekitar seminggu sebelum sel telur menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon HCG.

  • Berapa banyak Moms konsumsi air minum

Kadar hormon HCG dalam urin bisa terpengaruh jika Moms terlalu banyak minum. Urin yang terlalu encer bisa saja menunjukkan hasil tes negatif, urin yang lebih pekat biasanya lebih akurat dalam mengukur kadar hormon HCD.

  • Kadar hormon HCG dalam darah

Tiap individu mungkin memiliki kadar hormon HCG dalam darah yang bervariasi hingga mempengaruhi keakuratan hasil. Mendapatkan hasil tes yang akurat mungkin memerlukan waktu yang lebih lama jika Moms mempunyai kadar hormon HCG yang rendah.

  • Tingkat sensitifitas tes urin.

Cara cek kehamilan dengan menggunakan sampel urin mempunyai tingkat sensitifitas yang berbeda-beda. Moms sebaiknya membaca tingkat sensitifitas dan petunjuk dalam kemasan dengan cermat sebelum melakukan tes agar tidak memberikan hasil yang keliru.

Baca juga: Hasil Test Pack Menunjukan Dua Garis Samar, Apakah Saya Hamil?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like