Pada periode kehamilan, Moms akan rutin memeriksakan perubahan pada tubuh. Terkadang Moms baru mengetahui beberapa kondisi tubuh saat dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Pada beberapa kasus bisa saja baru diketahui bahwa ternyata  kista muncul saat hamil yang membuat Moms merasa khawatir.

Sebelum Moms terlanjur stres karena kondisi tersebut, sebaiknya pahami dulu mengapa kista muncul saat hamil.

Kista pada periode kehamilan

Kista ovarium merupakan sejenis tumor jinak yang berisi cairan atau zat yang agak padat. Letak kista biasanya terdapat di sisi kanan dan kiri rahim Moms, dan sebetulnya jarang sekali bersifat ganas.

Kondisi dimana kista muncul saat hamil merupakan hal yang umum terjadi, dan seringkali kista sudah terbentuk sebelum Moms mengalami kehamilan. Namun, karena biasanya wanita jarang memeriksakan bagian dalam rahim jika tidak hamil, maka Moms tidak mengetahui bahwa ada kista di bagian tersebut.

Pada kebanyakan kasus, kista tidak akan membahayakan kesehatan Moms. Bahkan seringkali Moms tidak menyadari saat kista muncul sampai hilang dengan sendirinya.

Terdapat dua jenis kista yang sering ditemukan pada Moms yang sedang hamil, yaitu kista ovarium fungsional dan kista ovarium patologis. Kista ovarium fungsional bersifat tifak berbahaya ataupun mengancam kesehatan Moms. Untuk kista ovarium patologis, bisa bersifat jinak atau ganas. Kista jenis ini bisa bertambah besar jika tidak ditangani dengan tepat.

Tanda dan pengaruh yang dialami jika kista muncul saat hamil

Jika Moms mempunyai kista saat kehamilan, tanda yang sering muncul adalah rasa sakit pada bagian perut dan panggul. Pada kasus kista ovarium yang membesar, akan muncul juga rasa nyeri pada bagian tulang ekor. Moms juga akan merasa kembung, sering buang air kecil, cepat kenyang saat makan, dan merasa sakit saat berhubungan seks.

Beberapa tanda di atas bisa mirip dengan gejala-gejala yang biasa terjadi pada wanita yang hamil, sebaiknya Moms meminta pendapat dokter jika memang mengalami kondisi seperti yang disebutkan sebelumnya.

Jika hasil analisa dokter mengatakan bahwa memang ada kista muncul saat hamil, maka Moms biasanya akan diminta untuk rutin memeriksakan kondisi rahim agar bisa diketahui apakah perkembangan kista bisa menyebabkan komplikasi atau akan hilang dengan sendirinya.

Kista bisa pecah dan hilang dengan sendirinya, namun perlu diingat bahwa jika ukuran kista cukup besar, bisa terjadi pendarahan yang sering disalahartikan sebagai keguguran. Sebaiknya lakukan pemeriksaan segera jika memang Moms mengalami pendarahan saat masa kehamilan. Pada dasarnya, kista yang pecah tidak akan mengganggu kondisi janin yang berada di dalam kandungan.

Baca juga: Normalkah Jika Janin Selalu Aktif Bergerak di Malam Hari?

Menangani kista yang muncul saat periode kehamilan

Cara penanganan kista tergantung dari kondisi apakah kehadirannya menghalangi jalan kelur bayi atau tidak. Untuk kista yang mempunyai ukuran kecil, maka biasanya dokter akan membiarkan dulu sampai bayi lahir baru dilakukan operasi pengangkatan jika memang kista tidak hilang dengan sendirinya.

Jika kista berukuran besar dan berpotensi membahayakan bayi, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan jika janin sudah berusia diatas 5 bulan untuk menghindari resiko keguguran. Bisa juga Moms disarankan untuk melakukan proses persalinan secara operasi caesar jika memang sudah dekat dengan waktu perkiraan lahir bayi.

Apapun kondisinya, penting bagi Moms untuk tetap tenang jika kista muncul saat hamil agar tidak mengalami stres yang malah bisa berujung mengganggu kondisi kesehatan si kecil di dalam kandungan.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like