Kebanyakan ibu hamil tidak memerhatikan perawatan dan kebersihan payudara. Hal ini disebabkan oleh rasa malas atau sesungguhnya belum mengetahui akan manfaatnya. Padahal perawatan payudara selama hamil sangat penting untuk kelancaran air susu kelak setelah melahirkan. Bagaimana cara merawat payudara dan puting susu pada saat hamil? Berikut penjelasannya.

Hormon Prolaktin

Umumnya, wanita yang berpayudara besar lebih merasakan perubahan-perubahan yang terjadi. Hal ini karena lemaknya sudah banyak sehingga ia bisa langsung merasakan jika ada perubahan. Berbeda dengan yang payudaranya kecil tidak begitu merasakannya, akan tetapi bukan berarti tak ada perubahan. Tergantung pada tingkat sensitivitas ibu hamil.

Semua perubahan yang terjadi menunjukkan ada perkembangan dan pertumbuhan jaringan kelenjar di payudara. Karena pada ibu hamil, “pembuluh-pembuluh darah bekerja lebih aktif untuk menyiapkan kelenjar-kelenjar yang ada pada payudara, agar nantinya bisa berproduksi.” jelas Suharjanti

Lebih jauh dijelaskan Suharjanti, di dalam payudara terdapat 15-25 segmen/ cuping yang terdiri atas tandon kelenjar/alveoli. Lapisan otot terbentuk saling berkait di sekitar alveoli, yang nantinya akan berkontraksi memeras susu keluar dari kantung saluran kecil yang mengalir ke puting susu.

Sejak awal kehamilan, hormon merangsang perkembangan sel-sel produksi susu di alveoli. Hormon yang paling penting dalam pembentukan air susu adalah prolaktin, yang mulai bekerja sejak kehamilan berusia 8 minggu. Hormon ini juga menjaga keseimbangan banyaknya jumlah susu yang diproduksi pada tiap tahapan dengan bantuan hormon estrogen yang dibuat oleh plasenta.

Tidak hanya itu, prolaktin juga membuat warna aerola menjadi lebih gelap dan puting susu lebih menonjol. Akan tetapi bagi yang putingnya datar atau melesak ke dalam, tonjolan ini memang tidak terasakan.

Cara Merawat Payudara pada Ibu Hamil

Perawatan payudara disarankan mulai dilakukan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Hal ini karena, apabila sejak awal kehamilan kita sudah melakukan perangsangan puting, contohnya, bukan hasil baik yang diperoleh, “tapi malah bisa menimbulkan kontraksi rahim,” jelas Suharjanti. 

Pemijatan

Cara merawat payudara yang pertama yaitu dengan cara pemijatan. Hal ini dapat dilakukan saat mandi. Caranya yaitu siapkan air hangat dan air dingin, minyak kelapa yang bersih (paling baik apabila dibuat sendiri) atau baby oil, handuk, dan kapas.

Bersihkan payudara menggunakan air, lalu pijat memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan memakai kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan selanjutnya berbalik arah berlawanan jarum jam. Selanjutnya lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, akan tetapi putingnya sendiri tidak perlu dipijat karena tidak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu belaka.

Setelah pemijatan, ketuk-ketuklah payudara menggunakan ujung jari atau ujung ruas jari. Fungsinya yaitu agar sirkulasi darah bekerja lebih baik. Setelah itu dibersihkan, cara membersihkan puting susu saat hamil yaitu dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini berfungsi melenturkan dan melembapkan puting agar saat menyusui nantinya puting sudah tak gampang lecet.

Cara merawat payudara dan puting saat hamil, sebaiknya memakai air hangat dan dingin. Hal ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi darah. Kemudian keringkan memakai handuk.

Senam secara teratur

Cara merawat  payudara selanjutnya yaitu dengan olahraga senam. Hal ini berguna untuk memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih baik.

Senamnya sangat mudah, Moms dapat melakukan sebelum atau sesudah mandi. Berikut dua macam senam yang dapat dilakukan:

  • Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersedekap). Lalu tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Kemudian lemaskan kembali. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga 30 kali.
  • Pegang bahu menggunakan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam memijat payudara ke arah atas. Dilanjutkan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini sebanyak 20 kali putaran.

Mengenakan bra yang sesuai

Untuk mengatasi rasa tidak enak pada saat payudara membesar, cobalah cara merawat payudara berikut dengan menggunakan bra yang sesuai dan pas. Hindari pemakaian bra yang terlalu ketat atau longgar, namun harus benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara. Apabila terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan apabila terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit ketika dipakai.

Apabila payudara sangat besar, sebaiknya untuk memilih yang memakai penyangga kawat. Karena bra yang tak menopang dengan baik pada payudara besar cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Apabila Moms tidak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka jamur umumnya akan tumbuh.

Perlu diingat juga bahwa tubuh ibu hamil cenderung berkeringat. Oleh karena itu, pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya agar dipilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.

Jika jamur sudah terlanjur hadir, segera konsultasikan kepada dokter. Hal ini karena apabila jamur naik hingga ke seluruh payudara bisa menjadi masalah pada saat menyusui nanti.

Nah bagaimana Moms, ternyata tidak sulit ya cara untuk merawat payudara ketika hamil? Selamat mencoba ya!

Baca Juga: Cara Cepat Hamil dengan Alami yang Wajib Moms Ketahui

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like