Untuk Moms yang sedang hamil, saat ini mungkin juga sedang mengalami keputihan saat hamil. Namun tidak perlu khawatir, karena kondisi ini sebenarnya sangat normal terjadi. Menurut National Health Service, pada semua wanita, keputihan yang sehat umumnya tipis, jernih atau berwarna putih susu, dan seharusnya tidak memiliki bau aneh. Lalu apa saja yang harus Moms ketahui tentang keputihan saat hamil? Simak penjelasan berikut ini.

Keputihan Normal Saat Hamil

Menurut American Pregnancy Association, disebutkan bahwa keputihan normal selama kehamilan yang disebut leukorea ini teksturnya tipis, berwarna putih, susu, dan berbau ringan.

Apabila keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau kuat, dan/atau disertai kemerahan atau gatal, hal ini mungkin merupakan infeksi vagina. Salah satu infeksi vagina paling umum saat kehamilan yaitu kandidiasis, dikenal sebagai infeksi jamur.

Menurut jurnal Obstetrics and Gynecology International, disebutkan keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada wanita di usia subur.

Keputihan saat hamil yang abnormal lebih banyak dan mempunyai bau tidak menyenangkan, umumnya disertai dengan gatal vulva atau vagina, ketidaknyamanan, dan/atau rasa sakit pada vagina ketika berhubungan seksual.

Penyebab Keputihan Saat Hamil

Dalam jurnal yang sama, ditemukan bahwa wanita lebih muda dengan kondisi sosial ekonomi rendah, mempunyai riwayat aborsi di masa lalu, mengalami keputihan di kehamilan sebelumnya, dirawat karena depresi, anemia, dan infeksi saluran kemih selama kehamilan, lebih cenderung mempunyai keputihan saat hamil.

Tidak hanya itu, peningkatan kadar estrogen tubuh selama kehamilan juga meningkatkan aliran darah ke daerah panggul dan merangsang selaput lendir, membentuk keputihan saat hamil.

Perbedaan Keputihan Normal dan Tidak Normal

Walaupun normal terjadi, namun keputihan saat hamil juga dapat menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu, dengan melihat warna dan ciri-ciri keputihan yang tidak normal.

Keputihan yang terjadi ketika hamil umumnya tidak perlu dikhawatirkan apabila ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Tidak mempunyai bau yang kuat atau tidak menyenangkan
  • Warna jernih atau putih
  • Tebal dan lengket
  • Licin dan basah

Banyaknya jumlah keputihan pada wanita hamil juga berbeda-beda.Umumnya, keputihan akan lebih banyak selama kehamilan, apabila aktif secara seksual, atau jika menggunakan alat kontrasepsi.

Apabila cairannya berubah dari segi aroma, warna atau tekstur, hal tersebut merupakan tanda dari infeksi pada vagina.

  • Bau amis, menandakan vaginosis bakteri
  • Tekstur yang tebal dan putih seperti keju cottage menandakan thrush
  • Warna hijau, kuning atau berbusa, menandakan trikomoniasis
  • Bila keputihan dibarengi dengan nyeri atau pendarahan panggul, menandakan klamidia atau gonore
  • Bila terjadi melepuh atau luka, menandakan herpes genital

Jenis Keputihan Saat Hamil

Warna Putih atau Putih Gading

Keputihan warna putih atau putih gading, bertekstur tipis, sebagian besar tidak berbau selama kehamilan. Hal ini disebut leukorea. Leukorea terjadi karena beberapa alasan, diantaranya:

  • Tingginya kadar estrogen yang dialami wanita saat hamil
  • Serviks menciptakan lebih banyak lendir untuk melindungi kehamilan
  • Peningkatan aliran darah ke dinding vagina

Menggumpal, Warna Putih atau Putih Gading

Leukorea tidak tebal dan menggumpal. Apabila keputihan yang Moms miliki saat hamil mempunyai ciri-ciri ini, hal ini mungkin diakibatkan karena adanya pertumbuhan ragi.

Warna Kuning atau Hijau

Segera hubungi dokter apabila Moms mengalami keputihan hamil yang berwarna kuning atau hijau lebih gelap, dengan bau kuat dan tidak menyenangkan, dan disertai rasa terbakar atau gatal.

Hal tersebut merupakan tanda-tanda dari dua infeksi vagina yang umum: vaginosis bakteri (pertumbuhan berlebih dari bakteri umum yang mengakibatkan peradangan vagina) atau trikomoniasis (infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis).

Warna Kecokelatan atau Merah

Apabila keputihan saat hamil berwarna merah, atau keputihan yang kecokelatan, sebaiknya Moms langsung segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terdapat banyak kemungkinan yang menjadi penyebab keputihan merah atau kecokelatan yang tidak ada hubungannya dengan komplikasi kehamilan.

Tekstur Berair dan Jelas atau Warna Kuning Muda

Apabilacairan keputihan berwarna kuning berair atau jernih atau terus menerus muncul selama kehamilan, hal itu bisa berupa urin atau cairan ketuban.

Ketika hamil, umum bagi wanita mengalami inkontinensia (kehilangan urin yang tidak disengaja), terutama ketika rahim yang sedang tumbuh dan menekan kandung kemih.

Akan tetapi, mungkin sulit untuk mengetahui perbedaan antara air seni dan cairan ketuban pada pakaian dalam. Apabila Moms merasa ragu, Moms dapat menghubungi dokter.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil?

Peningkatan volume keputihan selama kehamilan yang berbau ringan merupakan kondisi normal, namun warna dan bau yang tidak biasa sering menunjukkan adanya infeksi.

Untuk pengobatan keputihan ketika hamil, dokter dapat meresepkan antibiotik atau obat lain untuk mengobati infeksi. Moms dapat menjaga kesehatan vagina selama kehamilan dengan melakukan langkah-langkah dibawah ini:

  • Menghindari penggunaan tampon.
  • Menghindari douching.
  • Memilih produk perawatan dan kesehatan tanpa aroma.
  • Mengenakan panty liner untuk menyerap kotoran berlebih.
  • Menyeka daerah genital dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Mengeringkan alat kelamin secara menyeluruh setelah mandi atau berenang.
  • Mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun.
  • Hindari mengenakan celana jins ketat dan stoking nilon, yang meningkatkan risiko infeksi.
  • Makan makanan sehat, dan hindari konsumsi terlalu banyak gula, yang dapat meningkatkan infeksi ragi.
  • Konsumsi suplemen probiotik yang aman selama kehamilan, agar dapat mencegah ketidakseimbangan bakteri di vagina.

Baca Juga: Cara Merawat Payudara dan Puting Susu Ketika Hamil

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like