Menghitung masa subur merupakan cara yang paling sederhana untuk mengetahui peluang kehamilan Moms. Masa subur wanita terjadi sekitar waktu ovulasi yaitu sekitar lima hari sebelum terjadinya ovulasi. Lalu, bagaimana cara mengetahui masa subur wanita setelah haid? Berikut ini penjelasannya. 

Cara mengetahui masa subur wanita setelah haid

Jika ingin mengetahui masa subur, Moms dapat menggunakan metode berikut ini:

  1. Catatlah tanggal haid selama 6 sampai 12 bulan terakhir 
  2. Lalu, kurangi 18 hari dari siklus haid tersingkat selama 6 bulan guna menentukan awal masa subur Moms
  3. Kemudian, kurangilah 11 hari dari siklus haid yang terpanjang guna menentukan akhir masa subur

Contohnya seperti:

Setelah Moms mencatat siklus haid selama kira-kira 6 bulan, diketahui bahwa siklus terpanjang Moms yaitu 31 hari dan yang terpendek adalah 26 hari. Oleh karena itu, 31-11= 20 hari, 26-18= 8 hari. 

Maka, perkiraan masa subur Moms berlangsung di hari ke delapan sampai hari ke-20. 

Pada umumnya, masa subur wanita terjadi sekitar 12-16 hari sebelum haid berikutnya terjadi. Artinya, rata-rata wanita mengalami masa subur yaitu antara hari ke-10 sampai ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Tetapi, hal ini berlaku untuk wanita dengan siklus haid yang teratur yaitu 28 hari. Bagi Moms yang siklus haidnya berbeda, dapat mencoba untuk menghitung sendiri masa subur dengan metode di atas. 

Apa saja ciri-cirinya?

Selain menggunakan metode di atas, Moms juga perlu mengetahui apa saja ciri-ciri masa subur untuk memperkuat prediksi masa subur. Di bawah ini merupakan ciri-cirinya:

1. Lendir dari mulut rahim

Perubahan lendir dapat menandai perubahan kadar hormon estrogen dalam tubuh Moms. Kondisi ini juga merupakan tanda apakah ovulasi akan segera terjadi. Pada saat masa subur wanita setelah haid, lendir biasanya akan berwarna bening, elastis, dan juga licin seperti putih telur mentah.  

2. Lebih bergairah

Perasaan menjadi lebih bergairah juga merupakan ciri-ciri masa subur wanita setelah haid. Sebagian wanita biasanya akan lebih bergairah, lebih bersemangat, serta lebih mudah untuk bersosialisasi. 

3. Suhu basal tubuh menjadi meningkat

Suhu basal adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Suhu basal yang normal yaitu 35,5 sampai 36,6 derajat Celcius. Nah, suhu basal Moms yang meningkat ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh Moms sedang mengalami ovulasi. 

4. Nyeri pada bagian perut atau punggung 

Rasa nyeri ringan sampai berat pada bagian perut atau punggung dapat menjadi tanda dari masa subur wanita setelah haid. Karena, beberapa wanita akan mengalami hal ini di sekitar masa ovulasinya. 

Nah, selain menghitung masa subur Moms, ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas dapat menjadi tanda bahwa Moms sedang berada pada masa subur. Yang perlu ditegaskan yaitu meskipun sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya Moms jangan terlalu fokus menghitung masa subur. Karena, jika Moms terlalu fokus dengan perhitungan masa subur, hal ini akan membuat Moms menjadi stres. 

Baca juga: Nyeri Payudara, Menjelang Haid atau Tanda Hamil?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like