Stretch mark adalah kondisi umum yang terjadi saat masa kehamilan. Walaupun tidak berbahaya bagi Moms dan bayi yang ada dalam kandungan, stretch yang muncul mampu menimbulkan rasa tidak nyaman karena adanya rasa gatal. Moms bisa mengetahui penyebab stretch mark serta kondisi apa saja yang mempengaruhi munculnya stretch mark dengan menyimak penjelasannya di bawah ini.

Apa penyebabnya?

Penyebab stretch mark saat hamil yaitu karena meregangnya kulit akibat berat badan yang meningkat selama masa kehamilan. Kadar hormon yang berubah selama masa kehamilan juga mampu membuat serat-serat jaringan kulit menjadi lebih lembut dan meningkatkan kemungkinan peregangan pada kulit. 

Pada umumnya, stretch mark akan terlihat seperti garis berwarna ungu, merah muda, atau merah. Stretch mark bisa muncul di beberapa bagian tubuh seperti dada, perut, bokong, dan juga paha. 

Pada masa kehamilan, kulit Moms akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan kontraksi yang terjadi. Jika pertumbuhan terjadi dengan sangat cepat, lapisan tengah kulit tidak bisa menyesuaikan pertumbuhan jaringan sehingga kulit pun meregang. 

Nah, bekas luka dari hasil peregangan kulit ini yang disebut dengan stretch mark. 

Baca juga: 4 Cara Membersihkan Puting Payudara buat Ibu Hamil

Beberapa kondisi yang mempengaruhi munculnya stretch mark 

1. Kenaikan berat badan

Moms yang sedang hamil tentu mengalami kenaikan berat badan. Naiknya berat badan bisa menjadi penyebab stretch mark. Tetapi, tidak semua mengalami stretch mark. Kemungkinan munculnya stretch mark akan semakin tinggi jika Moms mengalami kenaikan berat badan di atas rata-rata. 

Banyak wanita yang mengalami kenaikan berat badan hingga 10-12,5 kg selama kehamilan. Moms disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan pada rentang tersebut selama masa kehamilan. 

Tapi perlu Moms ingat bahwa tidak disarankan untuk melakukan diet untuk menurunkan berat badan saat hamil. Agar dapat menjaga kenaikan berat badan, Moms bisa mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang. 

Selain itu, usahakan kenaikan berat badan terjadi dengan perlahan namun pasti. Walaupun kenaikan berat badan yang Moms alami masih di dalam rentang normal, kenaikan berat badan yang terjdi secara tiba-tiba mampu meningkatkan kemungkinan munculnya stretch mark. 

2. Usia kehamilan

Penyebab stretch mark yang kedua yaitu usia kehamilan. Pada umumnya, stretch mark akan muncul ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester akhir atau bulan keenam dan ketujuh. Tetapi, bagi beberapa wanita, stretch mark juga bisa muncul lebih cepat yaitu ketika perut sudah mulai membesar. 

3. Warna kulit

Jika Moms memiliki warna kulit lebih terang, stretch mark akan muncul dengan warna merah muda. Sedangkan stretch mark akan berwarna lebih terang jika warna kulit lebih gelap. 

Stretch mark akan memudar dan warnanya berubah menjadi pucat beberapa bulan setelah melahirkan. Selain itu, stretch mark juga akan berubah bentuknya menjadi mendatar serta tidak teratur. 

Setelah mengetahui apa penyebab stretch mark, diharapkan tidak perlu merasa terlalu khawatir dengan kemunculan kondisi yang satu. Hal yang penting yaitu jagalah kesehatan tubuh dan jug bayi yang ada di dalam kandungan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. 

Baca juga: Olahraga yang Aman dan Sehat untuk Ibu Hamil

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like