Sebagai wanita, Moms mungkin bertanya-tanya seperti apa bentuk vagina yang normal dan sehat. Namun, bisa jadi Moms terlalu malu untuk bertanya atau bingung mau menanyakan ke siapa. Padahal, tidak jarang ada beberapa wanita yang bahkan tidak tahu seperti apa bentuk vaginanya sendiri. 

Setiap vagina memiliki ciri individualnya sendiri, tidak ada dua vagina yang bisa sama persis antara satu wanita dengan lainnya. Oleh karena itu, jangan terjebak untuk membandingkan diri Moms dengan orang lain. Vagina yang tampak normal bagi seseorang, belum tentu berlaku untuk Moms.

Kemungkinan besar Moms mempunya vagina yang baik-baik saja. Namun, agar Moms lebih tenang dan tidak terlalu khawatir, berikut panduan untuk ragam ukuran dan bentuk vagina, juga tanda yang patut diwaspadai jika memang ada sesuatu yang salah.

Memeriksa vagina secara mandiri

Dengan melakukan pemeriksaan mandiri, Moms dapat lebih memahami mengenai vagina dan vulva yang dimiliki. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan tepat di tengah-tengah antara dua siklus menstruasi yang Moms miliki.

Untuk melakukan pemeriksaan vagina secara mandiri, maka Moms akan memerlukan beberapa hal seperti senter kecil yang bisa menyorot bagian yang ingin diperiksa, cermin genggam untuk melihat area yang diperiksa, dan bisa juga meraba dengan tangan untuk merasakan kondisi yang ada.

Sebaiknya Moms tidak menggunakan krim vagina yang dapat mempengaruhi kondisi vagina saat pemeriksaan. Jangan lupa juga untuk cuci tangan hingga bersih sebelum melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Mengenali Benjolan di Vagina dan Cara Ampuh Mengobatinya

Ciri dan bentuk vagina yang normal dan sehat

1. Area Vulva

Vulva adalah bagian luar vagina yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Yang termasuk ke dalam area vulva adalah punuk kemaluan, klitoris, labia majora atau bibir luar, labia minora atau bibir dalam, dan bagian luar dari uretra dan vagina.

Merupakan hal yang normal jika vulva memiliki bentuk seperti keriput. Hal tersebut sebetulnya menandakan elastisitas, dan bukan pertanda bahwa Moms sudah tua atau tidak normal. Beda cerita jika ada rasa nyeri pada vulva atau timbulnya benjolan aneh seperti kutil yang bisadisebabkan oleh virus penyakit seksual.

Pada bagian labia majora dan minora bisa memiliki panjang yang berbeda antara satu wanita dengan lainnya, labia bisa lebih panjang, tebal, atau bahkan tipis. Kadang ada wanita yang memiliki bibir labia minora lebih panjang dan menonjol keluar dari labia majora.

Warna kulit labia juga bisa macam-macam, ada yang menyerupai warna kulit tubuh, lebih gelap dibanding kulit tubuh, atau pun lebih terang. Semua hal tersebut adalah berbagai variasi vagina dan masih termasuk ke dalam bentuk vagina yang normal dan sehat.

Namun, jika kulit labia berubah warna dan memiliki bercak putih hal tersebut bisa jadi merupakan tanda penyakit. Atau timbulnya rasa gatal, panas, atau adanya pendarahan dari kulit vulva bisa jadi pertanda bahwa ada penyakit kelamin pada Moms.

Klitoris sering dianggap hanya bagian kecil dengan bentuk seperti tombol lunak berwarna merah muda, yang menyerupai bentuk penghapus di ujung pensil. Tetapi sebetulnya sebagian besar klitoris berada di dalam tubuh wanita.

Biasanya klitoris memiliki ukuran sekitar 0,5 cm hingga 1,3 cm. Tetapi, jika klitoris Moms kebetulan berukuran lebih besar, jangan khawatir karena hal tersebut masih tergolong normal. Perlu diketahui juga bahwa ukuran klitoris masih bisa membesar saat mendapat rangsangan.

Pada beberapa wanita, bisa terdapat lipatan kulit yang mengendur di atas area klitoris. Hal tersebut membuat letak klitoris tersembunyi, dan seolah Moms tidak memilikinya sama sekali. Jangan khawatir karena itu masih termasuk kedalam bentuk vagina yang normal dan Moms juga masih bisa menerima rangsangan meski letak klitoris sedikit tersembunyi.

Moms perlu memeriksakan diri jika area klitoris terasa nyeri atau perih dalam jangka waktu yang lama. Atau jika merasakan ada sensasi gatal, yang bisa ditimbulkan oleh adanya infeksi ragi pada area klitoris.

2. Cairan dari vagina

Cairan yang paling sering keluar pada kebanyakan wanita adalah keputihan.  Banyak wanita yang menganggap bahwa keputihan adalah hal yang tidak normal, namun sebenarnya cairan tersebut merupakan mekanisme pembersihan otomatis yang dilakukan oleh vagina yang dalam kondisi sehat.

Namun, Moms perlu memperhatikan apakah keputihan masih dalam bentuk wajar seperti memiliki karakteristik warna terang atau transparan. Keputihan yang normal juga bertekstur kental, cair, dan lengket dengan warna putih susu, atau dengan tekstur seperti pasta.

Keputihan yang normal mempunyai ciri-ciri tidak berbau busuk, dan juga tidak mengandung darah. Selain itu, saat mengalami keputihan juga seharusnya tidak disertai dengan timbulnya rasa gatal.

Vagina bisa jadi tidak sehat jika keputihan menggumpal dan berwarna kuning, abu-abu, atau kehijauan. Keputihan yang tidak sehat juga menimbulkan bau busuk menyengat dan bisa disertai adanya rasa gatal. Kondisi tersebut menandakan adanya infeksi menular seksual pada tubuh, atau infeksi jamur vagina.

3. Area vagina

Area vagina adalah sebuah bukaan kecil yang terletak di bawah uretra dan klitoris. Secara kasat mata, hanya sebagian kecil area vagina yang dapat terlihat. Jika Moms memasukkan jari ke dalamnya, akan terasa segala macam lekukan naik turun di dalamnya yang juga merupakan bentuk vagina yang normal, dan berfungsi untuk membantu vagina memperluas diri saat sedang berhubungan seks.

Vagina tidak sehat dan memerlukan perhatian medis jika ada rasa nyeri, bertekstur kasar, atau adanya benjolan yang cukup menonjol. Bisa jadi benjolan tersebut adalah kutil genital. Jika Moms merasa nyeri pada area vagina, baik itu saat sesudah berhubungan seks, atau pun saat tidak melakukan apa-apa, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Baca juga: Bibir Labia Vagina Membesar, Apakah Normal?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like