Benjolan di leher bisa menimbulkan rasa nyeri, namun bisa juga sama sekali tidak terasa sakit saat dipegang. Meskipun tidak berbahaya, benjolan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada kondisi kesehatan, lho. 

Apabila Moms merasakan adanya benjolan, baik terasa sakit atau tidak, segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Apa penyebab munculnya benjolan di leher?

Membesarnya kelenjar getah bening merupakan penyebab paling umum dari munculnya benjolan di leher. Kelenjar getah bening memiliki sel-sel yang dapat membantu tubuh Moms untuk melawan infeki serta menyerang sel-sel kanker. Ketika Moms sakit, kelenjar getah bening akan membesar guna membantu melawan infeksi. 

Pembengkakan pada kelenjar getah bening biasanya terjadi saat tubuh sedang mengalami infeksi, diantaranya infeksi gigi, campak, infeksi tenggorokan, sifilis, TBC, serta lupus. Benjolan ini akan kempes dengan sendirinya saat kondisi kesehatan Moms sudah membaik. 

Ada pula beberapa penyebab munculnya benjolan di leher, diantaranya:

Pembengkakan kelenjar tiroid

Pembengkakan kelenjar tiroid bisa menjadi salah satu penyebab munculnya benjolan di leher. Kelenjar ini berbentuk mirip dengan kupu-kupu dan terletak di leher, tepat di depan tenggorokan.

Kelenjar tiroid biasanya tidak terlihat, namun karena beberapa penyebab, kelenjar ini bisa membengkak dan akan menimbulkan benjolan yang sering disebut dengan gondok. Pembengkakan ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain kekurangan yodium, kelenjar kurang atau terlalu aktif, serta kanker tiroid. 

Batu di kelenjar ludah

Bahan kimia yang ada pada air liur terkadang bisa mengendap dan akan membentuk batu kecil. Batu ini mampu menyumbat aliran air liur ke mulut Moms. Kondisi ini pun akan menyebabkan benjolan di leher. 

Kanker

Kebanyakan benjolan di leher bersifat jinak. Namun, ada kemungkinan bahwa keganasan benjolan leher akan semakin besar resikonya pada usia di atas 50 tahun. Moms beresiko tinggi mempunyai benjolan leher yang bersifat kanker apabila menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi minuman alkohol dan merokok.

Ditambah, benjolan ini juga bisa menjadi tanda bahwa Moms menderita kanker payudara, leukimia, kanker paru-paru, limfoma hodgkin, dan limfoma non hodgkin. 

Pertumbuhan kulit berlebih atau skin tag

Skin tag bisa timbul saat kulit sering bergesekan dengan kulit di sekitarnya. Ni akan menyebabkan daging kecil yang berwarna kecoklatan mirip dengan kulit, yang disebut skin tag. Kondisi ini biasa terjadi dan tidak berbahaya.

Skin tag terkadang bisa terpuntir dan putih karena kehilangan pasokan darah. Siapapun bisa mengalaminya, khususnya orang yang obesitas, wanita hamil, orang tua, dan penderita diabetes tipe 2.

Apa saja gejala yang dirasakan?

Guna mengetahui apakah benjolan di leher Moms berbahaya atau tidak, kenali beberapa kriteria dari benjolan berikut ini:

  • Tidak mengecil hingga lebih dari sebulan
  • Terus terlihat
  • Mengeras atau tidak bergerak saat disentuh
  • Disertai dengan sesak napas, sulit menelan, demam, suara serak, peningkatan denyut jantung, terdapat darah pada air liur, atau perubahan kulit sekitar benjolan

Apabila Moms mengalami gejala benjolan di leher tersebut, segera kunjungi dokter guna mengetahui apa penyebabnya. Moms juga mungkin akan menjalani beberapa tes seperti tes darah, rontgen, USG, MRI, dan biopsi. Setelah Moms tahu penyebabnya, dokter akan memberi pengobatan yang tepat. 

Baca juga: Penyebab Bahu Terasa Kaku, Nyeri dan Mati Rasa

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like