Telur merupakan menu favorit banyak orang. Tidak hanya harganya yang  terjangkau, rasanya lezat, mudah dikreasikan, kandungan gizinya pun baik. Walau demikian, tidak sedikit orang yang justru mengalami alergi telur. Telur adalah penyebab alergi paling umum bagi anak-anak. Umumnya, alergi telur terdeteksi sejak usia dini dan menjadi bertambah parah saat mereka mulai belajar untuk makan. Lalu, apa saja dampak dari alergi telur? Simak ulasan berikut ini.

Penyebab alergi telur

Dampak yang tidak biasa ketika mengonsumsi makanan tertentu merupakan salah satu tanda alergi makanan, salah satu jenis makanan yang bisa menjadi penyebab alergi makanan yaitu telur.

Alergi telur lebih banyak dialami oleh anak-anak dibanding orang dewasa. Penyebab alergi telur dapat dipicu dari sistem kekebalan tubuh yang keliru ketika merespons protein dari telur dan menganggapnya sebagai ancaman.

Alergi telur sebaiknya tidak Moms sepelekan karena pada kondisi tertentu dapat mengakibatkan anafilaksis atau reaksi alergi parah. Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, anafilaksis dapat membahayakan nyawa penderitanya.

Tanda anak mengalami alergi telur

Saat seorang anak dengan kondisi alergi telur mengonsumsi sesuatu yang mempunyai bahan telur di dalamnya, hal tersebut dapat menimbulkan dampak atau gejala yang menandakan kondisinya. Berikut beberapa contoh gejala yang akan dialami oleh anak, antara lain :

  • Mengalami mengi
  • Batuk
  • Suara serak
  • Tenggorokan sakit
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Mata gatal, berair, atau bengkak
  • Gatal-gatal
  • Timbul ruam bintik merah
  • Mengalami pembengkakan
  • Merasakan pusing
  • Pingsan

Beberapa reaksi alergi yang ringan mungkin hanya akan menimbulkan salah satu gejala seperti rasa gatal pada kulit. Akan tetapi, bukan tidak mungkin reaksi dan gejala tersebut berkembang menjadi lebih parah apabila terjadi lagi dikemudian hari.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Dampak Alergi Udang Berikut Ini!

Gejala alergi telur pada orang dewasa

Berbeda dengan alergi telur pada anak-anak, alergi telur pada orang dewasa merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Hal ini dikarenakan anak-anak umumnya telah berhasil mengatasi alergi telur seiring dengan pertumbuhannya.

Gejala atau dampak alergi telur dapat muncul dengan cepat atau beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi telur maupun bahan makanan yang memiliki kandungan komponen telur.

Gejala yang umumnya terjadi antara lain :

  • Iritasi kulit seperti merah, bengkak atau gatal
  • Hidung berair dan bersin-bersin
  • Bibir pucat atau bengkak
  • Gangguan pencernaan seperti kram perut, mual muntah
  • Batuk-batuk, sesak napas atau asma

Meski begitu, bukan berarti tidak ada kasus alergi telur pada orang dewasa. Mungkin kekebalan tubuh mereka masih sensitif terhadap telur dan menimbulkan reaksi defensif.

Tingkat keparahan gejala atau dampak alergi telur yang terjadi pun dapat berupa demam, muncul eksim, hingga reaksi anafilaksis. Gejala yang disebut terakhir ini merupakan reaksi alergi berat yang dapat mengakibatkan kematian.

Bisakah alergi sembuh total?

Umumnya, reaksi alergi pada tubuh anak dapat berupa wajah memerah hingga ruam di sekitar mulut. Usia yang paling umum melihat anak mengalami alergi telur adalah 6-15 bulan. Pasalnya, sebagian besar anak-anak yang mengalami alergi telur akan beradaptasi dengan sendirinya seiring bertambahnya usianya.

Alergi merupakan reaksi berlebihan saat tubuh terkena zat asing dari lingkungan atau makanan yang dikonsumsi. Perlu Moms perhatikan bahwa, kondisi ini tidak bisa sembuh total dan dapat membahayakan sebagian orang. Kendati demikian, obat-obatan dan penanganan darurat bisa menyelamatkan nyawa pasien.

Bagaimana cara mengatasi dampak alergi telur

Terkadang alergi telur pada seseorang bereaksi cukup parah. Reaksinya seperti napas tersengal-sengal, lidah atau bibir membengkak, hingga penderitanya merasa tenggorokannya tercekat.

Saat hal ini terjadi, pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah membawanya ke unit gawat darurat. Reaksi alergi yang terkait dengan jantung dan pernapasan harus segera memperoleh penanganan medis darurat.

Hal yang sama juga perlu dilakukan apabila seseorang yang mengalami alergi dan telah mengonsumsi obat namun gejalanya tak kunjung membaik.

Pengobatan alergi telur yang dapat Moms mulai dengan tidak mengonsumsi telur atau makanan yang memiliki kandungan telur. Obat-obatan juga dapat Moms gunakan apabila kondisinya masih cenderung ringan dengan tujuan untuk mengurangi gejala yang timbul. Obat yang paling umum digunakan adalah antihistamin dan adrenalin.

Berikut beberapa cara yang dapat Moms lakukan terutama apabila dampak alergi telur terjadi pada bayi dan anak-anak, antara lain :

  • Basuh kulit dan mulut bayi dengan air untuk membersihkan sisa kontak dengan telur. Cara ini dapat mengurangi dampak alergi pada kulit seperti ruam dan gatal-gatal.
  • Oleskan salep hidrokortison (obat antiradang) ke ruam di kulit yang bertujuan untuk mencegah peradangan dan rasa gatal
  • Beri obat antihistamin sesuai dengan dosis usia dan berat badan anak
  • Jangan beri makan telur atau olahannya kepada anak untuk sementara

Selalu sedia salep hidrokortison dan obat antihistamin jika ada anak atau orang di sekitar Moms yang mempunyai alergi telur. Akan tetapi, Moms tidak perlu terlalu khawatir, mengingat sebagian besar anak-anak akan sembuh dari alergi telur seiring dengan bertambahnya usia.

Itulah beberapa penyebab dan dampak alergi telur. Semoga bermanfaat ya!

Baca Juga: Manfaat Minyak Tawon yang Baik untuk Kesehatan

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ira nurlaelasari

Sebagai nem mom informasi ini sAngat memBantu sekali. Karena dengan adanya informasi ini aku harus Lebih teliti lagi dlm memberikan makanan ke anak. Karena ada beberapa anak yang mengalami alergi makanan tertentu.

Last edited 1 month ago by Ira nurlaelasari
khoiru Rizki

Thanks infonya, baru tau bisa separah itu walaupun cuma alergi telur. Kirain ga separah kayak seafood

You May Also Like