Jantung merupakan organ berotot yang dapat memompa sekitar 100 ribu kali dalam sehari, untuk mengirim darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh Moms. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan, dan mewaspadai tanda awal gangguan yang mungkin terjadi dengan memerhatikan detak jantung normal.

Kelainan pada detak dapat menandakan adanya gangguan fungsi dan kinerja jantung.

Berapakah detak jantung normal seseorang, dan bagaimana cara mengukurnya?

Kecepatan Detak Jantung

Normalnya, kecepatan detak jantung orang dewasa ketika beristirahat sekitar 60 hingga 100 kali per menit. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju detak jantung normal, diantaranya seperti aktivitas, kebugaran, posisi tubuh ketika berdiri atau berbaring, suhu udara, obat-obatan, emosi, dan juga ukuran tubuh.

Orang yang terbiasa beraktivitas fisik, seperti para atlet, cenderung memiliki detak normal di bawah rata-rata, yaitu sekitar 40 kali per menit saat sedang beristirahat.

Detak normal ketika berolahraga akan berbeda. Ketika berolahraga, detak normal pada orang dewasa yang berusia 20-35 tahun, yakni berkisar 95 hingga 170 kali per menit, pada usia 35-50 tahun berkisar 85 hingga 155 kali per menit.

Sedangkan pada lansia diatas 60 tahun, kecepatan jantung berdetak normal pada saat berolahraga berkisar 80 hingga 130 kali per menit.

Detak jantung normal akan meningkat saat berolahraga karena tubuh membutuhkan asupan oksigen tambahan sehingga perlu memompa darah lebih cepat untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

Baca juga: Ketahui 7 Tanda Daya Tahan Tubuh Lemah Berikut Ini

Keteraturan Detak Jantung

Keteraturan detak diatur oleh sistem listrik. Irama detak normal menandakan bahwa kinerja listrik berfungsi dengan baik. Detak normal terdengar seirama, sama setiap ketukannya, monoton atau seragam, tidak ada suara atau detak tambahan.

Sedangkan pada detak yang abnormal, iramanya bisa terdengar tidak beraturan, dan kadang terdapat suara detak tambahan atau bising di luar suara detak utama.

Seiring bertambahnya usia, pola keteraturan detak dapat berubah. Perubahan keteraturan detak juga bisa menandakan adanya suatu kondisi medis yang perlu segera ditangani.

Gangguan Irama Jantung

Detak jantung Moms tentunya bisa mengalami gangguan. Jantung mungkin mulai berdenyut terlalu cepat, lambat, tidak teratur, bahkan mengalami henti jantung. Gangguan irama jantung tersebut secara medis disebut dengan istilah aritmia.

Banyak faktor yang dapat mengakibatkan munculnya aritmia, termasuk kondisi medis seperti serangan jantung, riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, adanya perubahan struktur jantung seperti pada kardiomiopati, gagal jantung, penyakit katup jantung, gangguan tiroid, gangguan elektrolit, atau sedang dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi jantung.

Faktor lain seperti terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkafein atau beralkohol dan efek samping obat-obatan juga dapat mengakibatkan aritmia.

Mengenali detak jantung normal bisa menjaga Moms dari berbagai gangguan kesehatan. Agar mempunyai detak jantung normal, maka kesehatannya perlu dijaga dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, rutin aktif bergerak, tidak merokok, menjaga berat badan tetap ideal, serta menjaga kadar kolesterol dan gula darah dengan baik.

Apabila jantung Moms mengalami gangguan seperti yang telah dipaparkan di atas, maka segera konsultasikan ke dokter spesialis agar mendapatkan penanganan.

Baca Juga: Suhu Tubuh Normal dan Cara Mengukurnya

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like