Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat dapat menjadi risiko Moms terkena diabetes. Ketahui gejala diabetes pada wanita sebelum hal ini tersebut dan bahkan tidak dapat tertolong. Lalu, apa saja gejala diabetes pada wanita yang harus diwaspadai? Berikut penjelasannya.

Tanda dan gejala diabetes pada wanita

Infeksi ragi dan luka di vagina yang berulang

Gejala diabetes pada wanita biasanya berawal dari adanya infeksi jamur pada vagina. Gejala awalnya seperti gatal, nyeri, keputihan, dan rasa sakit saat berhubungan seks. Infeksi vagina ini diakibatkan oleh pertumbuhan jamur candida yang berlebih karena dipicu oleh kadar glukosa tubuh yang terlalu tinggi. Infeksi ragi yang kambuhan berulang kali selanjutnya bisa berkembang menjadi luka di vagina.

Terkena ISK berulang

Wanita sebenarnya sangat berisiko terkena infeksi saluran kencing (ISK). Risiko ini bisa meningkat apabila Moms memiliki diabetes. ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih. Alhasil, infeksi ini bisa menyebabkan buang air kecil terasa sakit bahkan kencing berdarah.

Apabila tidak diobati, hal ini bisa berisiko pada infeksi ginjal. ISK menjadi gejala diabetes pada wanita diakibatkan karena sirkulasi darah yang buruk pada ginjal dan saluran kemih. Selain itu, sel darah putih yang mengalir melalui aliran darah secara tidak lancar akhirnya tidak berfungsi membunuh kuman dan bakteri yang masuk.

Disfungsi seksual wanita

Neuropati diabetik dapat menjadi salah satu gejala diabetes pada wanita. Hal tersebut terjadi ketika glukosa darah dalam kadar yang tinggi, sehingga merusak serabut beberapa saraf tubuh. Kondisi ini dapat memicu kesemutan dan hilangnya perasaan di berbagai bagian tubuh, termasuk juga tangan, kaki, dan kaki. Hal ini juga bisa mempengaruhi sensasi di daerah vagina dan menurunkan dorongan seksual wanita.

Sindrom ovarium polikistik

Ciri wanita yang mengidap gejala diabetes juga mirip dengan yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kelainan ini terjadi saat kelenjar adrenal menghasilkan hormon pria yang lebih tinggi (hiperandrogenisme) dan terjadi resistensi insulin.

Tanda-tanda Moms mengidap sindrom ovarium polikistik diantaranya, jadwal menstruasi yang tidak teratur, berat badan bertambah, jerawat, dan bahkan merasa depresi. Sindrom ini juga dapat mengakibatkan ketidaksuburan serta peningkatan kadar gula darah.

Cara menangani gejala diabetes pada wanita

Terdapat berbagai macam terapi atau pengobatan yang dapat Moms lakukan untuk mengatasi gejala dan komplikasi diabetes pada wanita. Berikut merupakan hal yang bisa Moms lakukan

Terapi insulin

Terapi ini dilakukan dengan cara menyuntikkan insulin di bawah kulit paha dan perut. Moms harus memvariasikan lokasi suntikan untuk mencegah penebalan kulit. Jumlah insulin yang akan Moms perlukan setiap hari tergantung pada berbagai faktor termasuk diet, tingkat aktivitas fisik, dan seberapa parah diabetes yang diderita.

Mengubah gaya hidup

Jika Moms sudah terdiagnosa menderita diabetes, sebaiknya Moms mengatur dan merubah gaya hidup, antara lain

  • Berolahraga dan menjaga berat badan yang sehat
  • Tidak merokok dan minum alkohol
  • Mengonsumsi makanan sehat yang dapat membantu menurunkan gula darah seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Pantau gula darah

Baca Juga: Gejala Menjelang Menopause yang Harus Moms Ketahui

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like