Gejala Menjelang Menopause yang Harus Moms Ketahui

Gejala Menjelang Menopause

Menopause merupakan hal yang tidak dihindari oleh kaum wanita. Sebagian wanita mampu melewati menopause tanpa harus mengalami yang kurang menyenangkan, tetapi sebagian wanita yang lain harus merasakan gejala yang akan membuatnya tidak nyaman.

Gejala menjelang menopause yang dirasakan kaum wanita adalah dari hormon seks estrogen dan progesteron yang berkurang.

Apa saja gejala menjelang menopause?

1. Siklus menstruasi berubah

Gejala menjelang menopause yang pertama yaitu siklus menstruasi yang berubah. Jumlah darah yang keluar ketika menstruasi mungkin akan lebih sedikit, lebih banyak, atau hanya berupa flek saja. Selain itu, durasi menstruasi Moms mungkin juga akan lebih singkat. 

Apabila Moms tidak mendapatkan menstruasi pada waktunya, pastikan untuk menyingkirkan kemungkinan hamil. Jika tidak hamil, perubahan menstruasi menjadi tidak sesuai jadwal ini mungkin merupakan gejala mulainya masa menopause Moms.

Selain itu, jika Moms mengalami flek setelah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan secara berturut-turut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter guna mengetahui kondisi yang Moms alami serta menyingkirkan kemungkinan Moms mengalami kondisi yang serius seperti kanker. 

Baca juga: Meredakan Nyeri Haid Menggunakan 3 Obat Ini

2. Hot flashes

Hot flashes adalah kondisi saat Moms mengalami rasa panas, entah di bagian tubuh atau seluruhnya. Wajah serta leher Moms dapat berubah merah serta dapat berkeringat. Intensitas terjadinya hot flashes bisa bervariasi mulai dari ringan, kuat, hingga dapat mengganggu tidur Moms.

Gejala menjelang menopause yang satu ini dapat berlangsung selama 30 detik hingga 10 menit. Kebanyakan wanita mengalami kondisi ini selama 1-2 tahun lamanya setelah menstruasi terakhir. Selain itu, hot flashes mungkin saja terjadi setelah menopause.

Tetapi kondisi ini akan berkurang dan akan jarang dialami seiring dengan berjalannya waktu. Jika gejala ini mengganggu Moms hingga sulit untuk beraktivitas, konsultasikanlah dengan dokter. 

3. Rasa kering pada vagina serta nyeri ketika berhubungan

Berkurangnya produksi estrogen dan juga progesteron ini bisa mengganggu kelembaban lapisan tipis yang melapisi dinding vagina. Gejala menjelang menopause yang Moms rasakan dapat berupa rasa gatal atau panas pada bagian mulut vagina.

Kondisi ini bisa memicu rasa sakit ketika berhubungan intim. Guna mengatasinya, Moms bisa mencoba pelembab vagina atau pelumas yang berbahan dasar air. Selain itu, konsultasikan juga dengan dokter jika Moms merasa tidak nyaman.

4. Insomnia atau sulit untuk tidur

Saat menopause, Moms akan mengalami masalah tidur ataupun mempertahan tidur. Moms mungkin akan terbangun lebih pagi dari biasanya serta kesulitan untuk kembali tidur. Untuk mengatasi gejala menjelang menopause yang satu ini, Moms dapat mencoba teknik relaksasi serta pernapasan agar mendapat istirahat yang cukup.

Selain itu, Moms juga bisa berolahraga di siang hari sehingga Moms merasa lelah dan mudah tidur di malam harinya. Hindari juga membuka komputer ataupun ponsel sebelum tidur karena cahaya biru yang berasal dari gadget bisa membuat Moms kesulitan tidur.

Cobalah untuk melakukan sesuatu yang membuat Moms lebih rileks seperti mandi, mendengarkan lagu, atau membaca. Tidurlah pada waktu yang sama setiap harinya serta hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa mempengaruhi tidur seperti alkohol, coklat, atau kafein. 

5. Masalah saluran kemih

Kesulitan untuk menahan keinginan buang air kecil adalah gejala menjelang menopause yang sering dialami oleh wanita. Moms mungkin akan memiliki keinginan untuk buang air kecil meskipun kandung kemih belum penuh. Selain itu, mungkin Moms akan merasakan nyeri ketika berkemih.

Hal ini disebabkan oleh hilangnya elastisitas jaringan di vagina serta saluran kemih selama masa menopause. Selain itu, otot-otot yang ada di sekeliling pelvis juga akan melemah. Untuk mengatasinya, sering-seringlah minum air putih, hindari minuman alkohol, serta melakukan latihan kegel guna memperkuat otot pelvis Moms. 

Turunnya kadar estrogen di dalam tubuh membuat Moms lebih rentan terkena infeksi. Sebagian wanita akan lebih sering terkena infeksi saluran kencing. Apabila Moms sering berkeinginan untuk berkemih ataupun merasa adanya rasa panas ketika berkemih, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Baca juga: Penyebab Infeksi Saluran Kencing yang Harus Moms Ketahui

6. Menurunnya gairah seksual

Kadar estrogen yang menurun bisa memperlambat reaksi orgasme, reaksi klitoris, serta menyebabkan vagina menjadi kering. Kondisi-kondisi tersebut bisa menyebabkan penurunan gairah seksual. Moms dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala menjelang menopause yang satu ini apabila disertai juga dengan masalah lain seperti merasa nyeri ketika berhubungan. 

7. Gangguan suasana hati

Gejala menjelang menopause yang selanjutnya yaitu mengalami gangguan suasana hati. Perubahan produksi hormon bisa mempengaruhi suasana hati Moms saat sedang menghadapi menopause. Sebagian wanita mengalami gangguan suasana hati seperti depresi, suasana hati yang cepat berubah, dan juga cepat marah.

Penting bagi Moms untuk mengetahui bahwa perubahan hormon yang terjadi bisa mempengaruhi otak Moms dan kondisi ini sangat normal untuk dialami. 

8. Perubahan kulit dan rambut

Seiring bertambahnya usia, penurunan jaringan lemak bisa membuat kulit Moms menjadi lebih tipis serta kering. Kurangnya estrogen mampu membuat rambut Moms menjadi lebih kering dan juga rapuh. Sebaiknya hindari penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung bahan kimia yang terlalu kuat karena bisa memperparah kondisi rambut yang rusak. 

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Related Articles

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x