Setiap wanita usia produktif yang sehat tentu akan mengalami menstruasi atau haid setiap bulannya. Umumnya, menjelang waktu haid tiba, wanita akan mengalami perubahan mood (mood swing) yang tidak dapat ditebak. Mereka yang mengalami mood swing saat haid dapat merasa sedih, marah, lalu tiba-tiba tertawa, atau menjadi lebih sensitif karena hal apa saja. Moms tentunya sudah tidak merasa asing dengan hal tersebut. Yuk ketahui penyebab dan cara mengatasinya!

Yang terjadi pada tubuh ketika haid

Pada hari 1-5 siklus haid

Pada hari pertama haid, kadar hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang paling rendah. Mungkin Moms akan merasakan kram atau sakit di sekitar perut, mulai dari tingkat ringan sampai parah.

Kram ini diakibatkan oleh hormon prostaglandin yang berperan dalam memicu kontraksi di rahim agar lapisan rahim terkikis dan dikeluarkan melalui darah menstruasi. Sebab, sel telur yang dikeluarkan tubuh tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi kehamilan).

Pada hari 6-13 siklus haid

Darah yang keluar pada siklus ini akan menghilang sedikit demi sedikit. Kadar estrogen mulai meningkat lagi karena indung telur sudah mulai akan melepaskan telur lagi untuk siklus menstruasi selanjutnya.

Peningkatan estrogen memengaruhi peningkatan serotonin dan dopamin di otak dan juga meningkatkan aliran darah ke otak. Hal ini membuat Moms merasa lebih baik secara mental dan fisik. Ini mungkin terjadi karena estrogen dapat membantu otot menyerap glukosa lebih baik, sehingga dapat menggunakan energi lebih baik.

Pada hari 14-15 siklus haid

Ini merupakan waktu ovulasi (tubuh melepaskan sel telur) yang biasa terjadi. Saat ini, hormon estrogen Moms sedang dalam puncaknya dan Moms sedang dalam gairah seks yang tinggi. Berhubungan seks pada sekitar waktu ovulasi dapat meningkatkan kesempatan Moms untuk hamil.

Pada hari 16-28 siklus haid

Waktu ini bisa dibilang sebagai premenstruasi. Umumnya, Moms mungkin akan mulai mengalami gejala-gejala yang tidak mengenakkan, antara lain kulit lebih berminyak dan mudah jerawatan, cepat merasa lelah, payudara terasa lebih kencang, kepala terasa sakit, mudah marah, mengalami mood swing saat haid, punggung terasa sakit, perut kembung, dan nafsu makan meningkat.

Kenapa Moms bisa Mood Swing Saat Haid?

Masa PMS sangat sering terjadi pada wanita usia produktif dan tidak memerlukan terapi khusus. Tidak jarang, saat PMS atau haid juga mengakibatkan perubahan suasana hati seperti mood swing, cemas berlebihan, depresi, sulit konsentrasi hingga mudah tersinggung hingga sensitif terhadap suatu hal.

Mood swing yang terjadi ketika haid berkaitan dengan kadar hormon estrogen di dalam tubuh wanita. Di mana, hormon tersebut akan meningkat di ujung masa haid dan mencapai puncaknya pada 14 hari sebelum siklus haid selanjutnya. Semakin mendekati waktu haid, kadar hormon estrogen akan menipis sehingga dapat mengakibatkan suasana hati berubah-ubah.

Tidak hanya akibat gejolak hormon estrogen, mood swing menjelang haid juga turut diakibatkan oleh kadar serotonin — bahan kimia otak untuk mencegah depresi — yang mengalami perubahan.

Cara Mengatasi Mood Swing Saat Haid

Makan Makanan Sehat dan Bergizi

Menjelang haid, Moms dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pastikan sajian yang Moms konsumsi didominasi oleh sayur dan buah, serta asupan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, maupun lemak.

Membatasi atau bahkan menghindari makanan yang memiliki kandungan kadar garam tinggi untuk membantu mengurangi keluhan perut begah dan nyeri pada payudara.

Olahraga Teratur

Olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur setiap hari dapat membantu menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh sehingga dapat mengatasi mood swing saat haid. Tidak hanya itu, aktivitas sehat ini juga dapat meningkatkan endorfin alias hormon yang memberikan perasaan senang dan gembira.

Istirahat Cukup

Pastikan Moms mempunyai waktu istirahat yang cukup, dengan tidur kira-kira 8 jam dalam sehari. Hal ini membuat daya tahan tubuh Moms lebih baik, sehingga keluhan yang terjadi seperti mood swing saat menjelang waktu haid tidak terlalu parah.

Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Pastikan kebutuhan cairan tubuh Moms selalu terpenuhi agar tidak terjadi mood swing saat haid. Cara termudah yang dapat Moms lakukan adalah dengan minum 8 gelas air putih setiap hari. Apabila aktivitas Moms padat atau banyak mengeluarkan keringat, minumlah air putih sedikit lebih banyak dari jumlah tersebut.

Cukupi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D

Kebutuhan kalsium dan vitamin D yang tercukupi dapat mengurangi derajat keparahan keluhan yang terjadi menjelang haid. Sehingga dapat mengatasi mood swing saat haid. Moms bisa mengonsumsi susu rendah lemak, keju, yoghurt, dan jus jeruk untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut.

Hindari Mengonsumsi Kafein

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Massachusetts, mengurangi atau menghindari asupan kafein bisa membantu mengurangi nyeri payudara dan perut kembung yang sering terjadi menjelang waktu haid.

Tidak hanya itu, mengurangi asupan kafein sebelum dan saat haid juga bisa membantu mengurangi munculnya keluhan mood swing seperti mudah marah atau perasaan sensitif dan gangguan tidur seperti insomnia.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi mood swing saat haid, semoga membantu ya!

Baca Juga: Agar Tidak Overthinking, Yuk Terapkan Tips-Tips Berikut Ini!

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like