Biasanya, penyakit batu empedu tidak menyebabkan gejala. Akan tetapi apabila batu empedu masuk ke dalam saluran empedu dan memicu penyumbatan, barulah dapat memunculkan gejala. Meskipun penyebab utama dari penyakit batu empedu bukan makanan, namun ada sejumlah makanan yang dapat memicu pembentukan batu empedu. Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat bisa mengakibatkan cairan empedu mengandung terlalu banyak lemak dan kolesterol. Lalu, makanan apa saja yang dapat menjadi penyebab penyakit batu empedu? Simak penjelasan berikut ya Moms!

Gejala Batu Empedu

Batu empedu dapat mengakibatkan rasa sakit di perut kanan atas. Rasa sakit kemungkinan muncul ketika Moms mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti gorengan. Selain sakit pada perut kanan atas, gejala lain juga mungkin ditunjukkan antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Urin gelap
  • Kotoran gelap
  • Sakit perut
  • Bersendawa
  • Diare
  • Gangguan pencernaan

Makanan Penyebab Penyakit Batu Empedu

Makanan yang Digoreng

Hampir semua orang menyukai gorengan. Akan tetapi, mulai kini Moms perlu mengurangi konsumsi makanan yang digoreng ini.

Makanan yang Moms sukai ini ternyata tidak baik untuk kesehatan karena makanan yang digoreng dapat mengiritasi kantong empedu. Hal ini disebabkan makanan yang digoreng mengandung lemak yang tinggi.

Empedu akan bekerja lebih keras untuk memproses makanan berlemak tinggi tersebut. Lemak yang tidak dapat diproses dengan baik oleh empedu akan tersisa dan berubah menjadi keras di dalam kantong empedu. Oleh sebab itu, hindari mengonsumsi makanan yang digoreng terlalu sering.

Makanan Berlemak

Ada beberapa jenis makanan yang mengandung lemak. Makanan berlemak ini merupakan faktor utama penyebab terbentuknya batu empedu.

Namun, tidak semua lemak harus Moms hindari. Jenis lemak dari makanan pemicu terbentuknya batu empedu yang harus dihindari yaitu lemak trans jenuh, lemak jenuh, lemak hewani, dan lemak terhidrogenasi.

Semua jenis lemak yang telah disebutkan bisa membuat empedu bekerja terlalu berat mencerna lemak sehingga akan meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Pada empedu yang sehat akan berfungsi untuk memecah lemak dan kolesterol dari makanan yang Moms konsumsi. Akan tetapi, jika kelebihan kolesterol dan lemak, maka risiko terbentuknya batu empedu semakin tinggi.

Makanan yang Mengandung Kadar Asam Tinggi

Makanan yang memiliki kandungan asam tinggi tidak hanya menjadi penyebab iritasi pada perut, melainkan makanan yang bersifat asam seperti buah jeruk, kopi, dan saus tomat juga dapat memicu gangguan pada kantong empedu Moms.

Makanan yang Terbuat dari Susu

Susu dan segala sesuatu yang terbuat dari susu seperti keju dan es krim, memiliki kandungan sejumlah lemak dalam jumlah sedang. Beberapa produk susu dapat meningkatkan kadar lemak ke tingkat berbahaya apabila kantong empedu Moms sudah mengalami masalah.

Karbohidrat Olahan

Hampir dari seluruh makanan yang Moms konsumsi seringkali mengandung karbohidrat di dalamnya. Yang seringkali menjadi penyebab terbentuknya batu di empedu adalah makanan yang memiliki kandungan karbohidrat olahan.

Makanan yang termasuk karbohidrat olahan antara lain gula dan pemanis, tepung terigu, biji-bijian olahan, dan pati. Karbohidrat olahan ini dapat Moms jumpai pada kue, biskuit, roti, cokelat, permen, serta minuman manis.

Asupan karbohidrat olahan memicu pembentukan batu empedu dengan cara meningkatkan sekresi insulin. Peningkatan hormon insulin terbukti dapat meningkatkan konsentrasi kolesterol dalam empedu.

Makanan Cepat Saji dan Kemasan

Makanan penyebab penyakit batu empedu lainnya yaitu makanan cepat saji. Makanan cepat saji bisa menjadi penyebab terbentuknya batu pada empedu karena membuat Moms cepat mengalami kegemukan. Pada seseorang yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas merupakan orang yang paling berisiko tinggi mengalami batu empedu.

Makanan cepat saji yang harus Moms hindari seperti keripik, makanan kemasan, kue kering, dan biskuit. Sama halnya dengan makanan kemasan. Moms perlu memperhatikan informasi gizi yang terdapat pada label kemasan tersebut. Usahakan untuk menghindari makanan dengan kode warna merah pada label lemaknya.

Baca Juga: Minum Susu Sebelum Tidur, Boleh atau Tidak?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like