Mungkin Ini 5 Penyebab Jadwal Haid Tidak Teratur

Jadwal haid tidak teratur

Haid normal akan berlangsung di setiap bulan. Rutin menstruasi tidak akan terlewat setiap bulan walaupun akan jatuh pada tanggal yang berbeda. Namun, Moms juga bisa mengalami menstruasi selama 1 hingga 2 bulan. Nah, apa sih yang menyebabkan jadwal haid tidak teratur?

Apa penyebab jadwal haid tidak teratur?

Siklus haid yang normal akan dihitung dari hari pertama Moms haid hingga selesai sampai menstruasi pada bulan berikutnya. Kata lainnya, siklus menstruasi normal akan terjadi selama 25-38 hari. Apabila lebih dari itu, maka haid akan termasuk ke dalam kategori yang tidak teratur.

Ada beberapa faktor penyebab jadwal haid tidak teratur, di antaranya:

1. Kondisi stres

Ketika Moms stres, kadar hormon kortisol pada tubuh akan meningkat dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi produksi hormon reproduksi yang berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi. Kondisi ini yang mengakibatkan proses pelepasan ovulasi atau sel telur menjadi tidak normal dan akan berujung jadwal haid tidak teratur.

2. Penggunaan alat kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi yang berbentuk pil maupun KB spiral ternyata bisa beresiko menjadi faktor penyebab jadwal menstruasi tidak teratur. Maka dari itu, sebelum Moms memutuskan untuk memakai alat kontrasepsi, sebaiknya cari tahu dulu apa kekurangan dan kelebihannya. 

Siklus menstruasi akan menjadi kacau karena alat kontrasepsi dapat mengganggu kestabilan hormon reproduksi yang ada di dalam tubuh. Jika terganggu dengan kondisi ini, Moms bisa mengonsultasikan hal ini lebih lanjut ke dokter. 

Baca juga: Cara Mempercepat Haid yang Aman dan Alami

3. Perubahan berat badan yang drastis

Berat badan yang berubah drastis ternyata bisa menjadi penyebab jadwal haid tidak teratur. Tanpa Moms sadari, perubahan berat badan ini, entah itu bertambah atau berkurang, dapat mengganggu kinerja hormon reproduksi di dalam tubuh. Berat badan yang turun drastis dapat membuat tubuh sulit untuk memproduksi hormon estrogen yang dimana hormon ini berguna pada proses ovulasi.

Sedangkan bertambahnya berat badan akan mengakibatkan naiknya kadar estrogen secara tiba-tiba sehingga berpengaruh dengan siklus haid Moms. 

4. Pre-menopause

Pre-menopause merupakan masa transisi sebelum Moms memasuki masa menopause. Kondisi ini bisa Moms alami ketika memasuki umur 40 tahun, namun ada kemungkinan juga untuk terjadi lebih awal.

Lama waktu pre-menopause berlangsung yaitu 4-8 tahun. Pada masa ini, Moms akan merasakan gejala yang berhubungan dengan menopause. Nah, salah satu gejalanya adalah jadwal haid tidak teratur karena kadar estrogen pada tubuh tidak menentu.

5. Mempunyai PCOS

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) merupakan gangguan pada reproduksi yang disebabkan karena tidak seimbangnya hormon tubuh. Moms yang memiliki PCOS biasanya mempunyai kadar progesteron dan estrogen yang tidak imbang, kelebihan hormon seks pria, serta mempunyai kista kecil di ovarium.

Kondisi ini akan mengganggu proses evaluasi hingga siklus menstruasi menjadi kacau. Moms dapat mengalami haid 2 kali sebulan atau malah tidak mengalami menstruasi untuk beberapa bulan.

Baca juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi Ketika Haid

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Related Articles

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x