Obat tetes mata merupakan cairan yang digunakan untuk berbagai kondisi mata, seperti mata merah dan setelah operasi. Tetes mata umumnya memiliki kandungan saline sebagai bahan dasar. Tergantung pada tujuan penggunaannya, tetes mata juga dapat mengandung pelumas air mata buatan, atau zat anti-kemerahan, serta obat-obatan.

Obat ini bisa dibeli di warung-warung, ada beberapa yang merupakan resep dokter, dan ada sebagian yang hanya digunakan oleh spesialis mata. Lalu, bagaimana cara menggunakan obat tetes mata yang benar? simak penjelasan berikut.

Obat tetes mata untuk mata kering

Mata kering biasanya diakibatkan oleh terlalu lama menatap layar komputer, berada di luar ruangan dengan kondisi yang berangin dan udara kering, atau kelelahan.

Penggunaan obat untuk mata kering atau biasa dikenal dengan air mata buatan atau artificial tears dapat memberikan sedikit “kesegaran” bagi mata Moms dalam jangka pendek.

Obat untuk mata kering berfungsi dengan menambahkan elemen air mata untuk membasahi mata Moms yang kering. Maka, mata akan terasa lebih lembab dan nyaman.

Akan tetapi, hindari obat tetes mata untuk mata kering yang memiliki kandungan dekongestan. Umumnya obat mata yang memiliki kandungan zat ini sering dipromosikan untuk mengobati mata merah dan iritasi.

Dekongestan memang dapat mengurangi mata merah, namun zat tersebut dapat memperburuk gejala mata kering. Karena obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah.

Apabila gejala mata kering Moms semakin parah, mungkin Moms membutuhkan gel atau salep. Ketika dioleskan ke mata, kedua jenis obat mata ini dapat mengakibatkan penglihatan Moms menjadi kabur dengan sementara.

Maka, sebagian besar orang menggunakan pelumas gel atau salep tersebut sebelum tidur di malam hari agar tidak mengganggu aktivitas.

Selain untuk mengatasi mata kering, air mata buatan ini juga bisa mengobati iritasi akibat penggunaan lensa kontak dan alergi mata ringan.

Obat tetes mata untuk mata merah

Apabila Moms mengalami mata merah, obat tetes mata dekongestan dapat mengatasinya. Kandungan vasokonstriktor di dalamnya bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah dan membuat sklera mata Moms terlihat lebih putih.

Moms dapat menemukan kandungan vasokonstriktor dalam beberapa jenis obat, seperti tetrahydrozoline dan naphazoline.

Pada sebagian besar kasus mata merah ringan dapat diatasi dengan menggunakan tetes mata dekongestan.

Akan tetapi, penggunaan obat tetes mata dekongestan dalam jangka panjang atau terlalu sering dapat berisiko menyebabkan kondisi yang serius, seperti mata kering, iritasi, pupil melebar, dan lainnya. Pemakaian obat ini harus dihindari apabila Moms menderita glaukoma,.

Apabila mata merah yang Moms alami diakibatkan oleh kelelahan, mata kering, kurang tidur, atau iritasi, maka penggunaan air mata buatan dapat meringankan gejalanya.

Hal ini berlaku juga jika kondisi mata merah diakibatkan oleh alergi, seperti alergi terhadap serbuk sari, maka penggunaan air buatan dapat bekerja dengan “membilas” sumber alergi tersebut.

Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tetes mata guna mengetahui penyebab mata merah yang Moms alami.

Obat tetes mata untuk alergi dan mata gatal

Sumber alergi pada mata bisa berasal dari bulu hewan peliharaan, serbuk sari, jamur, dan sumber alergi lainnya. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan mata gatal, mata merah, mata berair, hingga mata bengkak.

Untuk mengobatinya, diperlukan obat tetes yang bekerja dengan mengurangi histamin pada jaringan mata sehingga rasa gatal akibat alergi dapat teratasi.

Beberapa jenis obat tetes dekongestan untuk mata merah juga memiliki kandungan antihistamin. Obat tetes tersebut dapat mengatasi rasa gatal akibat alergi.

Obat tetes mata dekongestan ada baiknya tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang. Apabila gejala mata gatal semakin parah dan tidak dapat sembuh dengan obat yang dijual bebas, lebih baik segera konsultasikan ke dokter.

Obat tetes untuk konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan salah satu penyebab infeksi mata yang biasa terjadi. Penggunaan obat tetes mata untuk konjungtivitis tergantung pada penyebabnya.

Untuk konjungtivitis yang diakibatkan oleh virus dan alergi, gejalanya dapat diredakan menggunakan air mata buatan dan obat antihistamin.

Sedangkan, untuk konjungtivitis yang diakibatkan oleh bakteri, Moms memerlukan obat tetes antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Obat tetes untuk mata bengkak dan infeksi

Sebelum menggunakan obat untuk mata bengkak dan infeksi, ada baiknya ketahui terlebih dulu penyebab kondisi tersebut. Biasanya, mata bisa bengkak akibat kondisi yang kering, tegang, atau kelelahan.

Akan tetapi, apabila kondisi mata bengkak semakin serius, segera konsultasi kepada dokter untuk mengetahui penyebab gejala infeksi.

Cara menggunakan obat tetes mata yang benar

  • Sebelum menggunakan obat, cek botol kemasan terlebih dahulu. Pastikan botol kemasan yang digunakan belum melewati tanggal kadaluarsa.
  • Cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
  • Kocok botol obat secara perlahan sebelum digunakan agar obat tercampur merata.
  • Dongakkan wajah ke atas, lalu tarik kelopak mata bagian bawah pelan-pelan menggunakan salah satu tangan Moms.
  • Dekati posisi obat ke area mata Moms.
  • Tekan kemasan obat untuk mengeluarkan cairan ke dalam bola mata. Selanjutnya, kedipkan mata agar cairan tetes mata dapat menyebar ke seluruh bagian mata.
  • Lakukan langkah yang sama pada sisi mata lainnya.
  • Apabila sudah selesai, Moms dapat  menyimpan obat tersebut di dalam kulkas. Cara ini bertujuan untuk memudahkan meneteskan cairan ke bola mata saat Moms menggunakannya di lain waktu.

Apabila Moms merasa kesulitan meneteskan obat sendiri, Moms dapat meminta pertolongan orang lain untuk meneteskannya.

Kapan harus konsultasi ke dokter?

Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati gejala kondisi mata yang tergolong ringan. Akan tetapi, apabila gejala kondisi mata tidak kunjung mereda setelah menggunakan obat tersebut yang direkomendasikan, segera konsultasikan kepada dokter.

Baca Juga: Obat Tetes Telinga dan Cara Menggunakannya

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like