Selain mata yang membutuhkan penanganan dengan obat tetes, obat tetes juga dibuat sebagai pengobatan gangguan yang muncul pada telinga. Umumnya, obat ini dipakai untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan infeksi atau sekadar membersihkan telinga dari kotoran yang mengganggu.

Akan tetapi, yang harus Moms ketahui, menggunakan obat tetes telinga tidak boleh asal pakai begitu saja.  Sebelumnya, Moms harus mengerti apa saja kondisi yang mengharuskan untuk menggunakan jenis obat tetes telinga tersebut.

Apa saja kondisi yang mengharuskan Moms menggunakan obat tetes telinga?

Radang Telinga Tengah Kronis

Gangguan telinga ini memiliki gejala keluarnya cairan yang berasal dari telinga bagian tengah, tepatnya di bagian gendang telinga. Umumnya, cairan yang terkumpul ini menghilang tanpa menggunakan obat atau memerlukan perawatan khusus, walaupun bertahan dalam hitungan minggu, bahkan hingga bulan. Akan tetapi, apabila terasa tidak menghilang dalam jangka waktu yang lama, Moms harus memeriksakannya. 

Radang Telinga Tengah Akut

Obat tetes telinga juga dapat dipakai untuk mengatasi radang telinga tengah yang sifatnya akut. Akan tetapi, pengobatan utamanya adalah menggunakan antibiotik oral. Gangguan telinga ini terjadi karena infeksi virus, tetapi bakteri berperan dalam beberapa kasus, seperti masalah otitis media.

Radang telinga tengah sering menyerang anak yang mengalami flu maupun batuk, juga menutupnya saluran eustachius. Selain itu, masalah di saluran pernapasan memicu terjadinya radang telinga tengah akut ini. 

Radang Telinga Luar

Radang telinga luar dikenal sebagai otitis eksterna. Infeksi jenis ini sering terjadi karena bakteri dan jamur. Bagian telinga yang menjadi sasaran adalah pada saluran telinga yang berada di antara telinga luar dan gendang telinga.

Penyebabnya bisa karena saluran telinga rusak, yang terjadi karena membersihkan telinga terlalu keras atau salah, atau karena air kotor yang masuk dalam bagian ini. 

Baca juga: Telinga Berdengung Sebelah Kiri? Kenali Sebabnya Sebelum Mengobati

Jenis obat tetes telinga sesuai kebutuhan

Ada berbagai jenis obat tetes telinga yang bisa digunakan untuk meringankan masalah pada indera pendengaran Moms. Sebagian besar obat tetes telinga merupakan antibiotik yang berfungsi dengan mengobati infeksi pada saluran telinga.

Biasanya, dokter mungkin akan meresepkan obat dalam bentuk tetes berdasarkan kondisi yang sedang bermasalah. Berdasarkan jenisnya, berikut beberapa obat tetes telinga yang bisa Moms jumpai, yaitu:

  • Obat antibiotik untuk mengobati infeksi akibat bakteri.
  • Obat anestesi untuk meredakan rasa nyeri di telinga.
  • Obat tetes dengan kandungan alkohol dan asam asetat untuk mencegah infeksi akibat air yang terbawa ke dalam telinga. Biasanya terjadi setelah seseorang berenang.

Perhatikan Cara Pakai

Sama halnya dengan mata, Moms bisa menganggap penggunaan obat tetes telinga itu tidak sulit. Memang tidak sulit, akan tetapi Moms harus memperhatikan cara menggunakannya. Sebenarnya, kesalahan penggunaan bisa membuat gangguan pendengaran yang Moms rasakan semakin memburuk. 

Pertama, pastikan dosis pemakaiannya sesuai dengan kebutuhan atau anjuran dokter. Apabila Moms mengalami gangguan pendengaran karena infeksi bakteri, obat tetes telinga yang Moms gunakan harus berfungsi sebagai antibiotik. Perihal obat ini, pastikan Moms mendapatkannya dari dokter ya, jangan asal memilih. 

Beberapa jenis obat tetes telinga mempunyai anjuran penyimpanan yang berbeda. Misalnya, ada obat yang harus disimpan dalam lemari es, ada pula yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas. Mengenai obat tetes telinga, penyimpanan yang dianjurkan adalah berada pada suhu ruangan. Jangan sampai obat tetes telinga terkena matahari langsung dan kalau Moms menemukan adanya bintik-bintik di permukaan obat, jangan dipakai. 

Baca Juga: Penyebab Kedutan Mata Kiri Atas Menurut Medis

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like