Pada saat bekerja, apakah pernah merasakan kaku atau mati rasa secara tiba-tiba pada area bahu? Penyebab bahu terasa kaku sangat beragam. Kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas, seperti untuk mengangkat suatu benda atau menggerakkan tangan. Apabila kondisi ini pernah dialami Moms, jangan sepelekan gejala dan tandanya.

Apa saja penyebab bahu terasa kaku, nyeri, dan atau mati rasa? Segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. 

Penyebab pundak terasa kaku atau mati rasa

Bahu yang terasa kaku, pertanda adanya masalah pada saraf di sekitar bahu. Saraf yang terganggu memberikan sinyal ke tubuh dan otak sehingga Moms dapat merasakan sensasi yang berbeda, seperti nyeri. Ketika saraf sekitar bahu bermasalah, sensasi yang muncul bisa meluas ke sekitar punggung, leher, area tulang selangka, lengan, bahkan sampai ke ujung jari.

Selain itu, gejala lainnya yang mungkin timbul adalah memar dan bengkak, pundak terasa berat dan lemah, nyeri dan kesemutan, serta terasa hangat atau dingin pada saat disentuh. Tanpa perawatan, gejala akan semakin beragam, bertambah buruk, dan mengakibatkan kerusakan saraf atau sendi.

Berikut kemungkinan penyebab pundak terasa kaku, berat, atau mati rasa.

Saraf kejepit

Saraf kejepit bisa mengakibatkan rasa nyeri, lemah, kesemutan, atau mati rasa pada area tubuh. Apabila bahu Moms mengalami sensasi ini, kemungkinan saraf yang bermasalah ada di sekitar area tulang belakang. Kondisi ini disebut juga dengan radiculopathy servics.

Kondisi ini diakibatkan karena saraf mendapat terlalu tekanan sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal. Berikut hal-hal yang menyebabkan tekanan besar pada saraf antara lain:

  • Otot, tendon, atau tulang yang menusuk saraf
  • Terdapat pembengkakan atau peradangan di sekitar saraf
  • Saraf terlalu sering menggunakan jaringan di sekitarnya sehingga menjadi aus

Saraf terjepit di sekitar tulang belakang dapat diakibatkan oleh cedera punggung, postur tubuh yang buruk, yaitu sering membungkuk, dan juga melakukan aktivitas yang sama secara berlebihan pada punggung.

Cedera rotator cuff

Rotator cuff merupakan cincin tendon di sekitar sendi bahu. Cincin ini berfungsi seperti karet gelang untuk menahan tulang lengan atas di soket bahu.

Terlalu sering melakukan gerakan berulang saat bekerja atau olahraga serta mengangkat beban di atas kepala dapat menekan dan menyebabkan cedera rotator cuff. Selain itu, tidak aktif menggunakan rotator cuff juga dapat menekan saraf di sekitar rotator cuff.

Peradangan pada bursae (bursitis)

Bursae merupakan kantong kecil berisi cairan yang terletak di dekat sendi untuk melindungi tulang, tendon, dan otot. Bursae bisa iritasi dan menjadi penyebab pembengkakan. Kondisi ini disebut juga dengan bursitis.

Orang dengan cedera rotator cuff memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini. Penyebab meradangnya bursae umumnya disebabkan oleh cedera atau gerakan berulang di sekitar bahu yang terlalu sering. Selain bahu, bursitis juga bisa terjadi di sekitar lutut, tumit, pangkal jempol kaki, siku, dan juga pinggul.

Peradangan pada sendi

Peradangan bisa terjadi dimana saja pada tubuh Moms, terutama di sekitar sendi. Apabila peradangan terjadi pada sendi bahu dapat disebabkan oleh rheumatoid arthritis (rematik).  Sedangkan peradangan yang terjadi pada kartilago (tulang rawan) disebut dengan osteoarthritis.

Kedua kondisi ini dapat diakibatkan oleh kesalahan sistem imun, infeksi, dan penuaan tulang. Tanpa perawatan yang tepat, tidak hanya sendi, saraf di sekitar sendi yang meradang juga dapat rusak.

Tulang sekitar bahu bergeser dan bone spurs

Pergeseran tulang (dislokasi) dapat menyebabkan otot rusak, tendon, dan saraf sehingga memunculkan sensasi kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Apabila Moms mengalami sensasi tersebut di sekitar bahu, kemungkinan tulang belikat, tulang lengan atas, atau tulang selangka mengalami pergeseran.

Kondisi ini biasanya terjadi karena cedera. Apabila Moms pernah mengalami kondisi ini dan sudah diobati, risiko tulang kembali bergeser di kemudian hari akan meningkat. Selain tulang bergeser, penebalan pada tulang (spurs) setelah cedera sendi juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada bahu. Rasa kaku dan nyeri akan muncul dan hilang, terutama bila tubuh terlalu banyak bergerak.

Kondisi lainnya

Selain masalah pada saraf, sendi, dan tulang, beberapa penyakit kronis dan kondisi tertentu juga dapat menyebabkan pundak terasa kaku nyeri, atau kesemutan, antara lain:

  • Diabetes kronis sehingga menyebabkan kerusakan saraf
  • Serangan jantung yang menyebabkan lengan tangan terasa lemas, disertai nyeri dada dan sesak napas
  • Stroke yang menyebabkan sisi tubuh jadi kesemutan dan mati rasa, termasuk pada satu bagian pundak

Baca Juga: Tips Alami Untuk Hilangkan Varises di Kaki

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like