Keputihan sebelum haid adalah proses alami yang bisa saja terjadi. Akan tetapi, apabila keluarnya keputihan berdarah darah disertai dengan aroma tidak sedap dan perubahan warna, sebaiknya Moms perlu waspada. Hal ini karena, keputihan bercampur darah atau muncul bercak warna lainnya bisa saja menjadi tanda adanya infeksi ataupun kondisi medis lainnya. Lalu, apa saja yang menjadi penyebab keputihan berdarah? Berikut penjelasannya.

Penyebab keputihan berdarah

Keputihan berdarah sebenarnya tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan medis. Apabila keputihan disertai darah muncul di antara siklus menstruasi, maka tidak ada bahaya yang perlu Moms khawatirkan. Namun, apabila sebaliknya, maka ada infeksi ataupun kondisi medis yang memang harus Moms waspadai. Berikut merupakan beberapa penyebab keputihan berdarah, baik yang normal maupun tidak normal, antara lain:

Ketidakseimbangan hormon

Salah satu penyebab keputihan berdarah yaitu ketidakseimbangan hormon. Saat mengalami ketidakseimbangan hormon, ovarium Moms gagal melepaskan sel telur sesuai waktu yang seharusnya. Dampaknya, Moms akan mengalami keputihan disertai darah di antara siklus haid. Kondisi ovarium yang gagal melepaskan sel telur biasa dikenal juga dengan siklus anovulasi. Siklus anovulasi umumnya terjadi pada perempuan yang baru pertama kali menstruasi dan pada wanita yang mendekati waktu menopause.

Kehamilan

Penyebab keputihan berdarah yang Moms alami bisa juga menjadi ciri-ciri kehamilan. Hal ini dapat terjadi akibat sel telur berhasil dibuahi oleh sperma dan menempel ke dinding rahim. Keputihan bercampur darah yang menandakan kehamilan biasa dikenal dengan perdarahan implantasi atau Hartman Sign. Perdarahan implantasi biasanya terjadi 1-2 minggu setelah sel telur dibuahi. Warna yang akan muncul pada keputihan biasanya cokelat hingga merah. Sebanyak 15%-25% wanita hamil mengalami kondisi keputihan bercampur darah ini pada usia kehamilan trimester pertama. Oleh karena itu, apabila Moms akhir-akhir ini cukup aktif berhubungan seks dan belum kunjung mengalami menstruasi, cobalah untuk melakukan cek kehamilan menggunakan test pack. Atau agar mendapatkan hasil yang akurat, konsultasikan dengan dokter kandungan untuk dilakukan pemeriksaan USG. Akan tetapi, Moms harus waspada jika sedang hamil dan mengalami keputihan berdarah setelah usia kehamilan trimester pertama. Hal ini karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda-tanda seperti dibawah ini:

  • Keguguran, umumnya terjadi pada usia kehamilan 13 minggu pertama
  • Kehamilan ektopik, saat kehamilan terjadi di luar rahim
  • Persalinan prematur
  • Adanya gangguan pada leher rahim (serviks)
  • Adanya gangguan pada plasenta

Penggunaan alat kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi, seperti pil KB, juga bisa menjadi penyebab keputihan berdarah atau kecokelatan. Kondisi ini biasa terjadi pada penggunaan pil KB jenis progestin. Tidak hanya itu, penggunaan alat kontrasepsi IUD atau KB spiral juga dapat mengeluarkan hormon yang menimbulkan keputihan disertai darah, terutama selama beberapa bulan pertama penggunaan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat terjadi di luar siklus menstruasi. Akan tetapi, Moms tidak perlu khawatir karena keputihan bercampur darah yang diakibatkan oleh penggunaan alat kontrasepsi cenderung normal. Umumnya kondisi ini dapat terjadi antara 6-12 bulan. Moms bisa berkonsultasi dengan dokter jika keputihan berdarah yang Moms alami justru semakin memburuk.

Tanda menopause

Menopause merupakan berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang umumnya terjadi pada wanita berusia 40-50 tahun. Biasanya, tanda-tanda menopause akan muncul selama bertahun-tahun. Salah satu tanda menopause yaitu perdarahan ringan dan tidak teratur, yang tampak seperti keputihan berdarah. Keputihan bercampur darah juga bisa terjadi pada wanita di tahap awal menopause karena melakukan terapi pengganti hormon untuk mengendalikan ketidakseimbangan hormon.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Penyebab keputihan berdarah yang bisa jadi membahayakan yaitu sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS merupakan jenis penyakit yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon androgen dalam tubuh. Siklus menstruasi Moms menjadi tidak teratur serta tumbuh rambut berlebih di area wajah dan dada.Bagi Moms yang mengalami gejala PCOS, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Sebelum memberikan pengobatan PCOS, dokter akan menanyakan gejala yang Moms rasakan, kondisi kesehatan Moms, serta apakah Moms ingin hamil atau tidak. Umumnya, dokter akan memberikan terapi progestin atau alat kontrasepsi untuk membuat siklus menstruasi Moms menjadi lebih teratur. Tidak hanya itu, terdapat beberapa jenis obat yang diberikan untuk membuat ovarium dapat melakukan pembuahan serta mengendalikan rambut berlebih di wajah dan tubuh.

Infeksi pada sistem reproduksi

Beberapa jenis infeksi pada sistem reproduksi tak jarang juga dapat menimbulkan keputihan berdarah yang berisiko membahayakan. Berikut terdapat penjelasan jenis-jenis infeksi pada sistem reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan bercampur darah, antara lain:

  • Vaginitis

Jenis peradangan pada vagina ini diakibatkan oleh infeksi jamur, bakterial vaginosis, dan trikomoniasis. Vaginitis dapat mengakibatkan rasa gatal, keputihan, nyeri saat buang air kecil, dan perdarahan ringan di luar siklus menstruasi. Umumnya dokter akan memberikan penanganan berupa pemberian obat pil atau krim untuk mengobatinya.

  • Klamidia

Jenis infeksi penyakit menular seksual ini dapat mengkibatkan perdarahan di luar waktu menstruasi dan setelah berhubungan seks. Moms juga mungkin akan mengalami rasa sakit saat buang air kecil dan nyeri di perut bagian bawah. Segera konsultasikan kepada dokter jika Moms mengalami tanda-tanda klamidia. Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobatinya.

  • Penyakit radang panggul

Saat penyakit menular seksual, seperti klamidia, tidak segera diatasi, maka infeksi bisa menyebar hingga ke rahim dan organ-organ reproduksi lainnya sehingga menyebabkan penyakit radang panggul. Jenis penyakit ini dapat menjadi penyebab keputihan berdarah di luar siklus haid dan setelah berhubungan seksual. Tidak hanya itu, keputihan disertai darah juga diikuti dengan aroma yang tidak menyengat dan radang panggul. Apabila Moms mengalami gejala penyakit radang panggul, segera konsultasikan ke dokter. 

Gangguan pada rahim, serviks, atau ovarium

Walaupun jarang terjadi, keputihan bercampur darah juga bisa menjadi gejala kondisi serius pada organ reproduksi Moms, seperti rahim, serviks, atau ovarium. Berikut beberapa gangguan medis tersebut:

  • Endometriosis, kondisi saat jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim
  • Kista ovarium yang pecah
  • Kanker rahim
  • Kanker serviks
  • Kanker ovarium

Gangguan fungsi kelenjar tiroid

Keputihan disertai darah juga bisa terjadi akibat pengaruh fungsi kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) ataupun kurang aktif (hipotiroid) sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan kadar hormon wanita. Apabila keputihan berdarah Moms diakibatkan oleh gangguan fungsi kelenjar tiroid, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan penanganan yang tepat sesuai usia dan tingkat keparahan kondisi Moms, seperti pemberian obat-obatan tiroid hingga tindakan bedah.

Baca Juga: Keputihan Saat Hamil? Ketahui Penyebab dan Jenisnya!

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like