Beberapa wanita banyak yang beranggapan bahwa menopause hanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Akan tetapi, menopause juga dapat dialami oleh wanita yang lebih muda, istilah untuk kondisi ini adalah menopause dini. Lalu, apa saja penyebab dan gejala menopause dini?

Menopause Dini

Banyak wanita mulai menopause antara usia 45 dan 55 tahun. Menopause dini umumnya merujuk pada menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun.

Menopause terjadi saat ovarium Moms berhenti memproduksi telur dan menghasilkan kadar estrogen yang rendah. Estrogen merupakan hormon yang mengendalikan siklus reproduksi. Seorang wanita mengalami menopause saat dia tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 12 bulan.

Penyebab Menopause Dini

Gangguan Genetik

FMR1 merupakan gen yang mengakibatkan sindrom Fragile X atau mutasi gen lain yang dapat mengakibatkan masalah pada indung telur. Berdasarkan laporan National Institute of Health, 1 dari 33 wanita yang mengalami menopause dini akibat kegagalan ovarium prematur berawal dari adanya gangguan genetik.

Gangguan Autoimun

Gangguan tiroiditis autoimun (radang kelenjar tiroid) telah dikaitkan dengan kegagalan ovarium prematur. Sama halnya dengan penyakit Addison, di mana kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon.

Paparan Rokok dan Racun Lainnya

Penyebab menopause dini lainnya yaitu paparan rokok. Menurut para ahli, beberapa racun, seperti kandungan pada rokok dan pestisida, disinyalir dapat menjadi penyebab kegagalan ovarium prematur.

Biasanya, wanita mempunyai folikel primordial (biji-biji kecil yang tumbuh menjadi folikel) yang cukup untuk bertahan hidup sampai usia Moms 50 tahun. Akan tetapi, karena sering terpapar bahan kimia, folikel menjadi cepat habis mati.

Kemoterapi atau Radiasi

Sama halnya dengan lingkungan yang beracun, kemoterapi dapat merusak materi genetik dalam sel ovarium. Walaupun demikian, kerusakan tersebut tergantung pada jenis obat, dosis radiasi, dan usia ketika Moms melakukan perawatan kanker tersebut.

Epilepsi

Epilepsi merupakan gangguan kejang yang berasal dari otak. Wanita dengan epilepsi lebih cenderung mengalami kegagalan ovarium prematur, yang menjadi penyebab menopause dini.

Indeks Massa Tubuh (IMT)

Indeks massa tubuh juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya menopause dini. Estrogen disimpan dalam jaringan lemak. Wanita yang sangat kurus mempunyai lebih sedikit cadangan estrogen, yang dapat dihabiskan lebih cepat.

Gejala Menopause Dini pada Wanita

Tidak hanya waspada terhadap berbagai faktor risiko dan penyebab menopause dini di atas, Moms juga perlu mengetahui beberapa tanda kemunculan menopause dini. Gejalanya sama seperti menopause pada umumnya, antara lain:

  • Haid tidak teratur. Terjadi pada fase perimenopause atau masa transisi sebelum menopause terjadi. Siklus haid akan memanjang, lalu benar-benar berhenti.
  • Vagina kering. Menurunnya estrogen akan mengakibatkan elastisitas vagina berkurang, tebal, dan lembap.
  • Sering mengompol. Perubahan produksi estrogen dapat melemahkan fungsi kantung kemih, terutama saat batuk atau bersin.
  • Perubahan emosi dan kesulitan konsentrasi.

Setiap wanita tentunya mengalami yang namanya menstruasi. Saat memasuki usia remaja dan sistem reproduksi sudah matang, maka masa menstruasi akan tiba.

Menstruasi datang setiap sebulan sekali, dan setiap wanita juga  mengalami durasi menstruasi yang berbeda setiap periodenya. Ada yang hanya seminggu, dan ada juga yang mengalami menstruasi selama dua minggu. Menstruasi tidak akan  berlangsung selamanya, karena wanita juga akan mengalami menopause.

Walaupun menopause dapat memengaruhi kesuburan Moms, sebaiknya jangan langsung berputus asa. Konsultasikan kondisi yang Moms alami kepada dokter, agar hal-hal yang mengkhawatirkan dapat tertangani dengan cepat, tepat, serta tidak menimbulkan penyakit lanjutan yang lebih berbahaya.

Itulah beberapa penyebab dan gejala menopause dini. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Baca Juga: Gejala Menjelang Menopause yang Harus Moms Ketahui

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like