Sakit pinggang seringkali diakibatkan oleh cedera otot atau sendi di area pinggang, bisa akibat posisi tubuh yang salah, mengangkat benda berat, atau melakukan gerakan secara berulang. Hal ini juga dapat disebabkan oleh gangguan organ ginjal, infeksi, atau masalah tulang belakang. Lalu, apa penyebab sakit pada pinggang? Bagaimana cara mengatasinya? Moms bisa simak penjelasan berikut.

Gejala Sakit pada Pinggang

Gejala sakit pada pinggang bisa berbeda pada setiap penderita, tergantung pada penyebabnya. Penderita sakit pinggang dapat mengalami gejala seperti berikut:

  • Pinggang pegal, kaku, atau seperti ditusuk.
  • Nyeri menjalar dari pinggang ke bokong sampai kaki.
  • Sulit untuk bergerak dan berdiri tegak karena nyeri di pinggang.
  • Sakit kadang memburuk di malam hari atau saat duduk terlalu lama.
  • Sakit terasa memburuk saat membungkuk, mengangkat benda berat, atau berjalan.
  • Tungkai terasa lemah atau mati rasa, tergantung pada letak saraf yang terjepit.

Sakit pinggang umumnya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, khususnya apabila diakibatkan oleh cedera otot. Dalam beberapa kasus, sakit pinggang bisa berlangsung sampai lebih dari tiga bulan.

Penyebab Sakit pada Pinggang

Terdapat dua kondisi untuk sakit pinggang yang dapat Moms dialami, antara lain:

Sakit pada pinggang akut

Sakit pada pinggang akut kondisi dimana rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba dengan beberapa penyebab, seperti:

  • Penyakit radang panggul akut. Kondisi ini diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menyerang organ reproduksi wanita. Berikan antibiotik untuk menangani infeksi bakteri tersebut.
  • Penyakit usus buntu. Usus buntu merupakan kantong sebesar jari yang terhubung dengan usus besar, yang akan menghasilkan rasa sakit pada perut bagian bawah di sisi sebelah kanan.
  • Kram usus. Berbagai kondisi dapat mengakibatkan kram usus, diantaranya karena pola makan yang kurang serat, penggunaan obat-obatan, dan gangguan pencernaan.
  • Kista ovarium. Kista ini terjadi karena kantong berisi cairan terbentuk di bagian ovarium. Biasanya, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa hilang tanpa melakukan pengobatan. Akan tetapi, saat kantong tersebut retak, membesar, atau bahkan menutup darah menuju ovarium, maka bisa mengakibatkan sakit pinggang sehingga memerlukan prosedur pengangkatan.

Sakit pada pinggang kronis

Sakit pada pinggang kronis merupakan sakit pinggang yang terjadi selama 6 bulan atau lebih dan terjadi secara berkelanjutan. Sakit pinggang kronis umumnya terasa lebih nyeri daripada sakit saat menstruasi dan bertahan lebih lama dari sakit pinggang pada umumnya. Berikut tiga penyebab umum munculnya sakit pada pinggang kronis:

  • Endometriosis – kelainan pada sistem reproduksi wanita saat jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim.
  • Penyakit radang panggul kronis – kondisi ini diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menyerang organ reproduksi wanita, sehingga antibiotik pun harus diberikan untuk menanganinya.
  • Sindrom iritasi usus – kondisi umum pada sistem pencernaan ini mengakibatkan kram perut, kembung, diare dan konstipasi.

Jika sakit pinggang menyerang dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi dan secara tiba-tiba, segera temui dokter ahli agar mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Pengobatan Sakit pada Pinggang

Pengobatan sakit pada pinggang tergantung pada penyebabnya. Berikut merupakan langkah pengobatan untuk sakit pinggang:

Pengobatan sakit pada pinggang secara mandiri

Untuk sakit pinggang yang diakibatkan oleh otot yang tegang, penanganannya dapat dilakukan secara mandiri, diantaranya:

Tetap melakukan aktivitas

Jangan terlalu banyak beristirahat karena dapat menyebabkan otot pinggang melemah. Tetaplah beraktivitas dan berolahraga ringan, seperti berjalan cepat, serta melakukan peregangan otot. Namun, hindari aktivitas berat selama beberapa hari sampai gejala membaik.

Kompres dingin

Kompres area pinggang yang sakit dengan es untuk mengurangi bengkak. Penting diingat, bungkus es dengan handuk atau kantong es terlebih dahulu agar kulit tidak terluka. Lakukan kompres dingin dalam 2 sampai 3 hari.

Kompres hangat

Ganti kompres dingin dengan kompres hangat setelah 2-3 hari. Kompres hangat berfungsi untuk mengurangi peradangan, meningkatkan aliran darah, dan melemaskan otot. Lakukan kompres selama 20-30 menit, tiap 2 atau 3 jam.

Obat pereda nyeri

Sakit pinggang dapat diredakan dengan beberapa obat yang dijual bebas, seperti paracetamol.

Obat-obatan

Jika langkah pengobatan secara mandiri tidak bisa mengatasi gejala, segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat sakit pada pinggang sesuai kondisi penderita dan penyebab sakit pinggang, diantaranya:

  • Obat pereda nyeri dalam bentuk krim, obat minum, atau suntik.
  • Pelemas otot, seperti baclofen.
  • Suntik kortikosteroid.
  • Antidepresan jenis trisiklik atau SNRI.
  • Suntik botox untuk menghambat kinerja saraf.
  • Antibiotik, jika terjadi infeksi (misalnya infeksi ginjal).

Operasi

Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada penyebab yang mendasari sakit pada pinggang. Metode operasi yang dapat dilakukan yaitu:

  • Operasi tulang belakang, seperti kyphoplasty untuk memperbaiki tulang belakang yang patah atau laminektomi untuk saraf kejepit.
  • Operasi pengangkatan batu ginjal.
  • Operasi pengangkatan kista rahim atau miom.
  • Operasi usus buntu.

Sebagai langkah pencegahan, Moms dianjurkan untuk mempunyai asuransi kesehatan karena biaya operasi tidaklah kecil. 

Pencegahan Sakit pada Pinggang

Berikut beberapa langkah yang dapat Moms lakukan untuk mencegah sakit pada pinggang, yaitu:

  • Rutin olahraga untuk menguatkan otot pinggang, seperti renang atau yoga.
  • Tekuk lutut dan jaga tubuh tetap tegak saat akan mengangkat benda berat. Ingat, jangan mengangkat benda berat dalam posisi membungkuk.
  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat. Sebaiknya gunakan alat bantu atau minta bantuan orang lain.
  • Duduklah dalam posisi tegak dan hindari duduk terlalu lama. Disarankan untuk sesekali berdiri dan berjalan untuk meregangkan otot.
  • Pertahankan berat badan ideal untuk mencegah tekanan berlebih pada tulang belakang.
  • Berhenti merokok, karena kandungan di dalam rokok buruk untuk kesehatan tulang dan dapat mengurangi suplai darah ke pinggang.
  • Penuhi asupan kalsium dan vitamin D untuk mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis.
  • Tidurlah dalam posisi menyamping dan lutut terlipat ke atas guna mengurangi tekanan pada pinggang. Gunakan alas tidur yang mampu menahan berat badan dan tidak terlalu empuk.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari penggunaan sepatu hak tinggi.

Baca Juga: Asam Urat Kambuh? Konsumsi Obat Asam Urat Berikut Ini

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like