Diserang rasa kantuk setelah makan merupakan hal yang sering terjadi sehingga Moms tidak bisa menghindari tidur sehabis makan. Tanpa Moms sadari, hal ini akan berdampak negatif untuk kesehatan.

Perut terasa panas saat tidur setelah makan adalah salah satu akibatnya. Selain membuat tidur menjadi tidak nyaman, tidur setelah selesai makan akan menyebabkan dampak negatif lainnya.

Apa bahayanya?

Kualitas tidur menjadi tidak optimal ketika Moms langsung tidur setelah makan. Hal ini juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit stroke. Makan malam terakhir seharusnya dilakukan beberapa jam sebelum waktu tidur.

Namun, jika Moms merasa sangat lapar dan harus makan terlebih dahulu sebelum tidur, maka disarankan untuk memilih makanan yang mudah dicerna serta makan dalam porsi kecil, contohnya seperti makan buah.

Apabila Moms mengonsumsi makanan berat dalam waktu yang dekat sebelum tidur, Moms akan mengalami beberapa akibat, yaitu:

1. Heartburn

Moms akan merasakan perut kembung dan penuh apabila makan mendekati waktu tidur, terutama jika Moms mengonsumsi makanan tinggi lemak. Selain itu, Moms akan mengalami heartburn saat langsung tidur setelah makan.

Heartburn adalah rasa panas di perut bagian atas atau kadang hingga tenggorokan karena naiknya asam lambung. Rasa panas ini akan membuat Moms tidak nyaman saat tidur di malam hari.

Ditambah, makan malam dekat dengan waktu tidur juga bisa membuat rasa lapar di pagi hari berkurang sehingga Moms tidak sarapan. Sedangkan, jika melewati sarapan di pagi hari, Moms akan makan siang atau memakan makanan ringan tidak sehat secara berlebihan. Ini akan menimbulkan dampak yang berkepanjangan sehingga pola makan Moms menjadi rusak.

Sistem pencernaan Moms juga akan kesulitan dalam mencerna makanan ketika Moms tidur setelah makan. Hal ini akan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan bahkan sampai bisa meningkatkan resiko terkena stroke.

2. Stroke

Tidur setelah makan akan menyebabkan Moms terkena resiko penyakit stroke. Orang yang memiliki waktu 1 jam antara tidur dan makan dapat menurunkan resiko terkena stroke sebanyak 66%, sedangkan orang yang memiliki waktu 70 menit hingga 2 jam antara tidur dan makan dapat menurunkan resiko terkena stroke sebanyak 76%.

Makan saat mendekati waktu tidur mampu meningkatkan resiko asam lambung naik ke tenggorokan dan akan menjadi penyebab sleep anea yang dimana berhubungan dengan stroke.

Selain itu, makan sebelum tidur dapat menyebabkan perubahan kadar kolesterol, tekanan darah, serta kadar gula darah yang dapat menjadi penyebab meningkatnya resiko stroke. Tapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna memastikan hal ini.

Makan sebelum tidur mampu menaikkan berat badan?

Banyak orang yang menganggap tidur setelah makan akan menyebabkan naiknya berat badan. Tapi, hal ini belum sepenuhnya benar. Naiknya berat badan terjadi saat kalori yang masuk ke tubuh melebihi kalori yang keluar saat beraktivitas sehari-hari.

Ketika Moms makan siang hingga melebihi kalori yang dibutuhkan dan tidak makan malam, Moms mungkin bisa mengalami kenaikan berat badan. Artinya, waktu Moms makan tidak penting dibanding berapa banyak Moms makan. Karena jika Moms kelebihan kalori, maka ini akan membuat berat badan Moms menjadi naik.

Baca juga: Pilihan Makanan yang Dapat Membantu Diet Sehat

Makan menjelang waktu tidur mungkin akan menyebabkan berat badan naik tergantung dari makanan apa dan berapa banyak kalori yang Moms makan. Kebanyakan orang lebih tertarik  untuk mengonsumsi makanan dengan lemak yang tinggi seperti pizza atau mie instan dibanding makanan sehat seperti salad di malam hari.

Nah, inilah yang menjadi penyebab berat badan Moms naik ketika sering makan malam. Perlu Moms ingat lagi bahwa naiknya berat badan bukan disebabkan karena masalah waktu tapi karena apa yang Moms makan.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like