Suhu tubuh normal di tubuh Moms bisa terus berubah sepanjang hari. Hal ini karena manusia mampu mengubah sendiri suhu intinya sesuai dengan musim dan lingkungan sekitarnya. Suhu seseorang yang sehat bisa naik-turun sekitar 0,5°C dalam sehari, bisa lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di sore ke malam hari, tergantung dari apa aktivitas Moms pada hari itu.

Lalu, berapa suhu tubuh normal manusia dan bagaimana cara mengukurnya?

Suhu Tubuh Normal Manusia

Selama ini banyak orang menganggap suhu normal manusia berada pada titik 37 derajat Celcius. Tepat, rata-rata suhu tubuh normal manusia memang berada pada kisaran tersebut. Akan tetapi, sebenarnya suhu normal tidak selalu pada titik 37 derajat Celcius. Suhu yang normal bisa berada di antara 36,5-37,2 derajat Celcius.

Suhu tubuh normal bisa berubah sepanjang hari. Kegiatan yang Moms lakukan sehari-hari juga dapat mempengaruhi suhu. Umumnya, suhu akan naik hingga 0,6 derajat Celcius sepanjang hari. Misalnya, ketika Moms berolahraga di hari yang panas maka suhu dapat naik 0,6 derajat Celcius.

Suhu tubuh normal juga bisa berbeda, bisa lebih tinggi atau lebih rendah, saat seorang wanita berovulasi atau saat siklus menstruasi.

Apakah berbahaya jika suhu rendah atau tinggi?

Suhu tubuh rendah

Suhu rendah atau yang bisa disebut dengan hipotermia. Suhu yang terlalu rendah ternyata dapat mengancam jiwa karena memperlambat sistem kerja saraf dan berujung pada kegagalan fungsi organ jantung dan pernapasan, bahkan kematian.

Seseorang dikatakan mengalami hipotermia apabila suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius, ketika badan kehilangan panas lebih cepat dari menghasilkannya. Kondisi ini terjadi saat seseorang terkena paparan cuaca dingin seperti terlalu lama berada di tempat dingin, tidak mengenakan pakaian hangat saat di tempat dingin,  atau terjatuh ke dalam air yang sangat dingin.

Apabila kedinginan, gunakan pakaian yang lebih tebal dan hangat. Usahakan agar tubuh selalu kering. Konsumsi minuman hangat yang manis dan tidak memiliki kandungan alkohol maupun kafein. Apabila mencurigai seseorang mengalami hipotermia, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Hal ini karena keadaan tersebut merupakan keadaan yang darurat.

Suhu tubuh tinggi

Hipertermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh berada pada titik lebih dari 40 derajat Celcius. Hipertermia terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu pun terus meningkat. Sengatan panas akan dirasakan oleh pengidap hipertemia.

Demam berbeda dari hipertermia. Seseorang dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya berada di atas 37,5 derajat Celcius dan bisa kembali ke titik suhu normal ketika Moms mengonsumsi obat penurun panas, seperti aspirin atau paracetamol.

Demam merupakan meningkatnya suhu dalam tingkat yang sepenuhnya terkendali oleh sistem pengaturan suhu tubuh, sedangkan hipertermia merupakan meningkatnya suhu di luar kendali sistem tersebut. Demam bisa diakibatkan oleh infeksi, seperti infeksi bakteri dan virus, termasuk virus Corona.

Sengatan panas biasanya berkembang saat seseorang berada di lingkungan yang panas dan tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara efektif.

Suhu yang tinggi dan berkelanjutan dapat mengakibatkan dehidrasi parah dan merusak organ tubuh secara permanen, seperti otak. Oleh sebab itu, kondisi ini memerlukan penanganan medis secepatnya.

Orang dewasa dengan suhu 39,4 derajat Celcius dan anak-anak dengan suhu 38 derajat Celcius disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mengukur Suhu Tubuh

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengukur suhu tubuh. Moms bisa menggunakan termometer dengan beragam jenis sesuai kebutuhan.

  • Termometer telinga. Sesuai namanya, termometer berbentuk kerucut kecil ini digunakan pada telinga. Suhu tubuh bisa terlihat di layar digital dalam hitungan detik.
  • Termometer elektronik. Terbuat dari plastik dan ujungnya menyerupai pensil. Termometer ini dapat digunakan di ketiak, mulut, atau rektum (anus). Jenis ini mudah digunakan dan dibaca.
  • Termometer dahi. Termometer ini menggunakan suhu kulit untuk menentukan suhu tubuh. Penggunaan termometer berbentuk tipis ini cukup ditempel pada dahi.
  • Termometer arteri temporal. Bisa digunakan untuk mengukur suhu pada bagian dahi.
  • Termometer sekali pakai. Jenis ini bisa dipakai sekali di mulut atau rektum. Bisa juga dipakai untuk mengukur suhu terus-menerus selama 48 jam pada kulit bayi. Termometer ini aman, namun tidak seakurat termometer elektornik dan telinga.
  • Termometer dot. Berbentuk seperti dot bayi. Cukup letakkan termometer ini di mulut bayi saat mengukur suhu. Termometer ini terbilang kurang efektif dan efisien karena butuh waktu lama untuk memunculkan hasilnya ditambah hasilnya tidak seakurat jenis termometer lain.

Memahami suhu sangatlah penting. Maka, Moms harus sediakan selalu termometer di rumah sebagai langkah awal mendeteksi suhu apakah normal atau abnormal.

Baca Juga: Gejala Demam Berdarah yang Harus Moms Ketahui

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like