Tanda-tanda mata minus adalah mata yang tidak dapat melihat objek yang posisinya jauh dengan jelas. Gangguan ini dapat terjadi saat bentuk mata atau kornea menyebabkan pembiasan cahaya yang kurang tepat masuk ke mata. Sehingga, bayangan objek terfokus di depan retina dan tidak tepat di retina. Selain pandangan yang menjadi kabur, ada juga ciri-ciri mata minus lainnya yang perlu diketahui. Simak penjelasannya berikut ini. 

Apa saja tanda-tanda mata minus?

Mata minus atau yang juga dikenal sebagai myopia atau rabun jauh memiliki beberapa ciri yang lain, diantaranya: 

  • Pandangan menjadi tidak fokus atau kabur ketika melihat objek yang terletak jauh 
  • Perlu memicingkan mata agar dapat melihat objek sehingga pandangan menjadi lebih jelas
  • Sering merasa sakit kepala karena mata yang terus berkontraksi
  • Pandangan kabur ketika mengemudi kendaraan di malam hari

Selain orang dewasa, rabun jauh juga bisa terjadi sejak kecil. Oleh karena itu, Moms harus memeriksakan mata si buah hati apabila menemukan tanda-tanda mata minus di bawah ini: 

  • Anak sering memicingkan mata
  • Duduk mendekat ke layar saat menonton TV agar bisa melihat lebih jelas
  • Harus duduk di barisan paling depan ketika belajar di kelas agar dapat melihat dengan jelas ke papan tulis
  • Sering tidak melihat dengan jelas letak objek yang berjarak jauh dari pandangan
  • Mengedipkan mata secara berlebihan
  • Sering mengusap mata

Apabila mengalami tanda-tanda mata minus yang sudah disebutkan di atas, cobalah lakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis mata. Ini dilakukan agar Moms dapat memastikan apakah Moms menderita rabun jauh atau tidak. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Setelah mengetahui apa saja tanda-tanda mata minus, sekarang saatnya mengetahui bagaimana cara mengatasinya.

Jika Moms memang menderita rabun jauh, dokter spesialis mata akan memberikan beberapa opsi untuk menangani kondisi mata Moms atau yang setidaknya dapat membantu untuk melihat objek menjadi lebih jelas. 

Berikut ini beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan:

1. Kacamata

Menggunakan kacamata adalah pilihan bagi sebagian besar orang yang memiliki mata minus. Dokter akan meresepkan ukuran lensa kacamata tergantung pada tingkat keparahan rabun jauh yang Moms alami. 

Kadang, orang yang menderita mata minus ringan hanya akan mengenakan kacamata sesekali saja ketika melakukan aktivitas tertentu. Namun jika rabun jauh sudah pada tingkat yang parah, maka Moms perlu menggunakan kacamata setiap waktu. 

2. Lensa kontak

Untuk sebagian orang, menggunakan lensa kontak bisa dijadikan pilihan agar penglihatan menjadi lebih jelas. Namun jika menggunakan lensa kontak, Moms harus lebih berhati-hati karena lensa kontak ditempelkan langsung pada bola mata. 

Kemungkinan mata terkena infeksi atau teriritasi menjadi lebih besar. Dengan menggunakan lensa kontak, Moms perlu memastikan kebersihan dan keamanan lensa kontak. 

3. Prosedur dengan laser

Menjalani prosedur LASIK atau laser in situ keratomileusis juga bisa dijadikan pilihan bagi Moms yang menderita mata minus. Ketika menjalani prosedur LASIK, sinar laser akan ditembakkan guna mengoreksi kornea mata yang cembung dengan membuang sedikit jaringan mata.  

4. Operasi refraktif

Bagi Moms yang menderita mata minus yang parah dan memiliki kornea mata yang terlalu tipis, dokter dapat menanam lensa kecil dengan koreksi optikal yang tepat agar pembiasan cahaya jatuh pada retina. 

Ada baiknya Moms melakukan cek kesehatan mata walaupun tidak mengalami tanda-tanda mata minus. Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin bukan hanya untuk mendeteksi adanya gangguan refraksi namun juga untuk mendeteksi adanya kemungkinan gangguan mata yang lain. 

Baca juga: Kenali Fakta Tentang Kedutan Mata Kanan Atas

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like