Apa Itu Hubungan Toksik dan Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Apa Itu Hubungan Toksik

Apakah Moms merasa selalu direndahkan atau diperlakukan tidak adil oleh pasangan? Atau bahkan sering menjadi sasaran amarah? Apabila Moms mengalami hal-hal tersebut, maka kemungkinan besar Moms sedang berada di dalam hubungan toksik atau yang biasa disebut dengan toxic relationship. Situasi ini tidak boleh Moms anggap sepele karena akan berdampak buruk untuk kesehatan Moms. Yuk simak penjelasan di bawah ini mengenai apa itu hubungan toksik dan bagaimana cara memperbaikinya! 

Apa Itu Hubungan Toksik? 

Sebelum mengetahui bagaimana cara memperbaiki hubungan toksik, ada baiknya bagi Moms untuk mengetahui apa itu hubungan toksik. Hubungan toksik atau yang kerap disebut sebagai toxic relationship merupakan sebuah situasi dimana hubungan Moms dengan pasangan memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental serta kebahagiaan diri Moms. 

Bukan hanya terjadi pada sepasang kekasih, hubungan toksik ini pun dapat terjadi di lingkungan keluarga dan teman. 

Baca juga: Ketahui Cara Mengatasi Keluarga Toksik Berikut Ini

Ciri Ciri Hubungan Toksik 

Agar terhindar dari hubungan toksik, Moms wajib mengetahui apa saja ciri-ciri hubungan toksik. Berikut ini diantaranya: 

1. Moms Selalu Dikontrol oleh Pasangan

Ciri-ciri hubungan toksik yang pertama yaitu Moms selalu dikontrol oleh pasangan. Misalnya, Moms harus melakukan segala sesuatu sesuai dengan persetujuannya atau pasangan berkata bahwa jika Moms tidak menuruti keinginannya maka ia menuduh bahwa Moms tidak menyayanginya. 

2. Moms Sulit untuk Menjadi Diri Sendiri

Sikap pasangan yang sering mengontrol Moms akan membuat Moms tidak bisa menjadi diri sendiri. Moms akan bersikap seperti yang pasangan inginkan karena takut dinilai sebagai kesalahan baginya. 

3. Moms Tidak Mendapat Dukungan dari Pasangan 

Hubungan yang sehat bisa dimiliki jika pasangan selalu mendukung satu sama lain. Namun, di dalam hubungan toksik, semua pencapaian yang dilakukan akan selalu dianggap sebagai kompetisi. Bukannya memberikan apresiasi, pasangan akan mengkritik Moms dengan perkataan yang tidak membangun. 

4. Pasangan Selalu Mencurigai dan Mengekang

Hubungan akan menjadi toksik jika rasa cemburu pasangan terhadap pihak lain menjadi berlebihan sehingga Moms tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan leluasa. Selain itu, pasangan yang terlalu posesif juga akan membuat suatu hubungan menjadi toksik. 

5. Pasangan Sering Berbohong 

Salah satu syarat agar suatu hubungan sehat yaitu adanya kejujuran di antaranya pasangan. Apabila suami sering membohongi Moms, maka tandanya Moms sedang menjalani hubungan toksik dengannya. 

6. Moms Sering Menerima Kekerasan Fisik

Hubungan bisa dikatakan toksik jika sudah terjadi kekerasan fisik di dalamnya. Misalnya, pasangan sering ‘main tangan’ ketika sedang berada di dalam perselisihan dengan Moms. 

Baca juga: Ketahui Cara Mengatasi Suami yang Egois Berikut Ini!

Cara Memperbaiki Hubungan Toksik

Nah setelah mengetahui apa itu hubungan toksik dan beberapa ciri-cirinya, sekarang saatnya Moms mengetahui bagaimana cara memperbaiki hubungan toksik. Berikut ini cara-caranya: 

1. Memahami Hubungan dengan Pasangan

Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan memahami apakah hubungan Moms dapat diperbaiki atau tidak. Moms dan pasangan berbicara dari hati ke hati untuk mengetahui apa penyebab hubungan menjadi toxic. Apabila Moms tidak melihat adanya perubahan, maka mungkin masalah yang ada di dalam hubungan sudah tidak dapat diperbaiki. 

2. Bersiap untuk Keluar dari Hubungan

Langkah kedua yaitu Moms harus siap untuk keluar dari hubungan tersebut. Apabila hal ini tidak dilakukan, kemungkinan pasangan tidak akan mengubah sikapnya dan Moms pun akan terus kembali ke masalah yang sama. 

3. Mencari Cara Sehat untuk Menyampaikan Kritikan 

Di dalam sebuah hubungan, tidak ada yang salah dengan kritikan. Jika disampaikan dengan baik, kritikan tersebut akan berguna untuk mengembang diri Moms dan juga pasangan. Namun, jika pasangan menyampaikan kritik yang merendahkan diri atau mempermalukan Moms, hal ini bisa menjadi penyebab terjadinya hubungan toksik. 

Oleh karena itu, Moms dan pasangan perlu mencari cara sehat untuk menyampaikan kritikan sehingga bisa membangun percakapan sehat diantara kalian. Bukan hanya saling memberi komentar, Moms dan pasangan juga harus saling mendengarkan satu sama lain, ya. 

4. Jangan Menghindari Konflik

Di dalam hubungan toksik, pasangan akan cenderung menghindari konflik dan enggan membicarakan masalah tersebut sampai tuntas. Kebiasaan ini akan membuat Moms dan pasangan jadi memendam kekesalan masing-masing untuk waktu yang lama. Sebenarnya, konflik di dalam suatu hubungan tidak selalu buruk. Moms dan pasangan hanya perlu menyelesaikannya sampai tuntas. 

5. Mulai Mempunyai Ruang Sendiri 

Di dalam hubungan toksik, tidak jarang satu pihak mengabaikan kebutuhan dan keinginannya sendiri. Misalnya seperti sering mengikuti hobi dan kegiatannya yang padahal sebenarnya bukan minat Moms. 

Menjalani suatu hubungan bukan berarti Moms harus selalu bersama pasangan. Ada saatnya Moms melakukan kegiatan yang Moms inginkan dan meluangkan waktu sendiri tanpa pasangan. Perlu diingat, me time itu penting bagi siapapun. 

Memperbaiki hubungan toksik memang bukan hal mudah untuk dilakukan. Tetapi jika dilakukan bersama-sama, hubungan yang sehat dan bahagia pun dapat dimiliki. 

Baca juga: Suami Berbohong Kepada Istri, Apa Penyebab dan Cara Menghadapinya?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Related Articles

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x