Pernahkan Moms merasakan stress saat menghitung dan mengatur uang bulanan yang sepertinya tidak pernah cukup sampai akhir bulan?

Berbagai penghematan sepertinya sudah dilakukan, godaan untuk berbelanja pun sudah diabaikan, namun mengapa sepertinya Moms masih sulit mengatur uang bulanan?

Mungkin saja, Moms belum mengetahui cara-cara cerdas untuk mengatur uang bulanan yang dapat membantu Moms menghitung dan menentukan alokasi penggunaan uang secara tepat. Dilansir dari situs moneystrands.com inilah beberapa tips untuk mengatur uang bulanan yang dapat Moms lakukan:

  • Buatlah rincian anggaran

Jika Moms belum pernah memperinci anggaran yang dibutuhkan setiap bulannya, sebaiknya Moms segera melakukannya. Buatlah daftar pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan tiap bulan, lalu bandingkan dengan pemasukan yang didapatkan. Jika masih lebih besar pasak daripada tiang, sebaiknya Moms mengurangi jatah pengeluaran yang dialokasikan agar neraca keuangan rumah tangga menjadi imbang, atau bahkan dapat menabung untuk masa depan.

  • Hitung pengeluaran dengan teliti

Terkadang sangat mudah untuk kita menganggap bahwa pengeluaran 10 ribu atau 50 ribu rupiah adalah “uang kecil” yang tidak akan berpengaruh banyak terhadap keuangan kita. Menggesek kartu kredit juga dapat membuat kita tidak menyadari bahwa kita sudah mengeluarkan uang, padahal pengeluaran tersebut akan tetap membebani kita di masa depan.

Sebaiknya Moms mencatat dan menjumlahkan semua pengeluaran dalam sebulan, termasuk penggunaan kartu kredit jika ada. Moms mungkin akan terkejut saat melihat jumlahnya dan mengetahui bahwa Moms sudah membuat pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pendapatan tiap bulannya.

  • Hitung pemasukan dengan teliti
hitung pengeluaran dengan teliti saat mengatur uang bulanan

Sesudah mengetahui pengeluaran tiap bulan, cara berikutnya untuk mengatur uang bulanan adalah dengan memahami pemasukan tiap bulannya. Lebih mudah jika Moms dan suami adalah pekerja kantoran yang dapat menghitung jumlah pendapatan setiap bulannya secara tepat. Bagaimana dengan Moms atau suami yang bekerja sebagai seorang wiraswasta?

Untuk Moms atau suami yang bekerja sebagai pengusaha, sebaiknya hitung rata-rata pendapatan setiap bulan untuk membuat prediksi yang lebih akurat mengenai jumlah pengeluaran yang bisa dihabiskan setiap bulannya.

Hal ini agar Moms tidak menjadi kalap ketika hasil usaha sedang memberikan banyak pemasukan, ataupun menjadi kelimpungan ketika hasil usaha sedang menurun.

  • Hitunglah jumlah hutang dan cicilan yang ada

Hutang memang terdengar menakutkan, tetapi seringkali kita tidak bisa menghindari untuk berhutang terlebih dahulu agar dapat membeli sesuatu yang kita inginkan. Jika Moms dan suami adalah seorang karyawan yang memiliki gaji UMR, pastinya akan sulit untuk membeli rumah atau mobil secara tunai.

Namun, menghitung jumlah hutang yang ada dan juga waktu yang dibutuhkan untuk melunasi hutang tersebut secara teratur dan secepatnya sangat diperlukan untuk membuat Moms lebih bijak dalam mengatur uang bulanan.

Sebaiknya hindari berhutang untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan seperti baju baru, tas, atau mobil baru. Berhutang untuk membeli rumah masih dianggap sebagai sesuatu hal yang bagus, karena rumah tersebut akan menjadi aset jangka panjang yang berharga untuk Moms dan keluarga.

Membeli mobil atau motor baru padahal Moms masih punya kendaraan lama yang berfungsi baik sebaiknya dihindari. Membeli kendaraan secara berhutang hanya akan menambah nilai uang yang dikeluarkan untuk memilikinya dikarenakan bunga kredit yang dibebankan. Harga kendaraan bekas pun akan otomatis turun sesudah dipakai, hal ini berbeda dengan harga rumah yang akan terus naik setiap tahunnya.

Melunasi hutang secara tepat waktu dan dalam jangka waktu secepatnya juga akan membuat Moms bisa mempunyai keleluasaan lebih dalam mengatur uang bulanan. Jika misalnya Moms menghabiskan 2-3 juta rupiah untuk membayar hutang setiap bulan, maka begitu hutang tersebut lunas, uang itu akan bisa Moms gunakan untuk keperluan lain atau tabungan masa depan.

  • Potong atau hilangkan pengeluaran yang tidak perlu

Jika Moms sudah membuat daftar pengeluaran tiap bulan dan melihat bahwa total pengeluaran terlalu besar, Moms dapat memikirkan kembali pengeluaran-pengeluaran yang bisa Moms kurangi atau dihilangkan sama sekali.

Coba Moms lihat berapa pengeluaran yang dihabiskan setiap bulannya untuk membayar listrik, apakah saat ini Moms membayar listrik dalam jumlah yang besar karena banyaknya penggunaan barang elektronik di rumah?

Moms bisa mengevaluasi apakah Moms menyalakan AC terlalu lama, menonton TV terlalu banyak, sering menyalakan lampu-lampu pada siang hari saat tidak terlalu dibutuhkan?

Apakah Moms dapat membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih murah? Misalnya mengganti merk kopi dengan yang lebih murah, atau berbelanja di toko-toko yang memberikan harga lebih murah atau sedang ada promo diskon?

Hal terpenting dalam mengatur uang bulanan adalah untuk membuat jumlah pengeluaran tidak melampaui jumlah penerimaan. Berbagai cara kreatif bisa Moms lakukan untuk membuat neraca keuangan menjadi lebih positif.

pentingnya alokasi dana darurat dalam mengatur uang bulanan

Terkadang kita mengalami kesialan yang tidak bisa diprediksi, seperti misalnya ada anggota keluarga atau Moms sendiri yang tiba-tiba sakit dan harus dirawat dengan biaya yang tidak sedikit. Disinilah pentingnya mempunyai dana darurat yang dapat membantu Moms menghadapi situasi seperti itu.

Bayangkan jika Moms atau anggota keluarga membutuhkan perawatan kesehatan darurat seperti operasi, namun saat itu Moms tidak memegang uang untuk melakukannya. Bukan hanya akan membuat Moms pusing tujuh keliling, namun hal tersebut juga dapat memaksa Moms untuk mencari pinjaman sesegera mungkin dan tidak perduli jika bunga yang dibebankan tinggi.

Sebaiknya Moms juga menyimpan dana darurat ini dalam bentuk investasi yang mudah dicairkan seperti deposito, emas, ataupun saham yang dapat dicairkan dalam waktu kurang dari seminggu, namun juga memberikan keuntungan berupa bunga deposito ataupun kenaikan nilai emas, dan saham selama disimpan.

Jangan menyimpan dana darurat dalam rekening yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari karena akan membuat Moms gampang tergoda untuk menggunakannya. Jangan juga menyimpannya dalam bentuk investasi seperti rumah atau tanah yang akan membutuhkan waktu lama untuk menjual dan mendapatkan uangnya.

  • Menabung sebanyak 10-15 persen pendapatan tiap bulan untuk masa tua

Jika Moms sudah memahami besarnya pendapatan dan pengeluaran, langkah berikut yang tidak kalah penting adalah mengalokasikan 10 sampai 15 persen dari jumlah pemasukan untuk tabungan guna menghadapi masa pensiun.

Mungkin saat ini Moms dan pasangan masih dalam usia produktif yang bisa mendapatkan pemasukan besar setiap bulannya. Namun setiap orang pasti akan bertambah umurnya dan suatu saat jika diberikan umur panjang akan menjadi tidak produktif lagi.

Bayangkan jika Moms dan suami sudah memasuki usia 60 tahun, ataupun sudah pensiun dari pekerjaan sebagai karyawan. Dengan tenaga yang sudah berkurang dan banyaknya waktu luang, bayangkan jika Moms tidak mempunyai cukup uang untuk menikmati hari tua. Moms mungkin akan membebani anak Moms, itupun jika anak Moms mempunyai kondisi keuangan yang bagus, bagaimana jika anak Moms juga mempunyai kesulitan keuangan?

Dana pensiun ini akan membantu Moms untuk lebih tenang menghadapi hari tua. Moms bisa membeli tanah atau properti lain dengan cara menyicil dari tabungan tiap bulannya. Jika saat ini Moms berusia 30-40 tahun, maka Moms bisa mengambil KPR dengan jangka waktu 20 tahun, dimana Moms akan dapat melunasi KPR tersebut bertepatan dengan usia 60 tahun maksimal.

Sesudah itu, Moms bisa memutuskan apakah Moms akan menjual properti tersebut untuk dimanfaatkan hasil penjualannya. Selama masa cicilan, Moms juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari properti tersebut seperti menyewakan tanah atau rumah yang Moms miliki untuk menambah biaya cicilan.

Itulah tujuh cara yang dapat membantu Moms mengatur uang bulanan, dan juga menyiapkan masa depan yang lebih cerah. Apakah ada cara lain yang bisa Moms sarankan kepada kami?

Baca juga: Menjadi Single Parent? Ini Tips Agar Bahagia!

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like