Pertengkaran merupakan hal yang biasa terjadi di dalam sebuah pernikahan. Tetapi, jika suami selalu berkata kasar setiap bertengkar, hal itu tentu akan menyakiti hati moms dan makin memperburuk keadaan. Perlu Moms ketahui bahwa perkataan kasar yang diucapkan oleh pasangan terhadap Moms merupakan kekerasan di dalam rumah tangga dalam bentuk verbal, lho.  Lalu, apa yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi suami kasar?

Baca juga: Ketahui Tips Menghadapi Pasangan Posesif Berikut Ini 

Penyebab Pertengkaran dalam Rumah Tangga 

Sebelum mengetahui apa yang harus Moms lakukan saat menghadapi suami kasar di dalam pertengkaran, yuk cari tau dulu apa yang biasanya menjadi penyebab pertengkaran di dalam rumah tangga.

1. Masalah keuangan

Masalah keuangan merupakan salah satu penyebab terjadinya pertengkaran di dalam rumah tangga. Bercampurnya pendapatan yang tidak dikelola secara baik akan menyebabkan terjadinya pertengkaran. Maka dari itu, sebaiknya susunlah rencana keuangan dengan baik agar tidak terjadi pertengkaran antara suami dan istri. 

2. Anak

Penyebab pertengkaran yang selanjutnya yaitu anak. Pertengkaran bisa terjadi karena banyak hal, misalnya seperti cara mendisiplinkan anak, cara mengasuh, sekolah yang akan dipilih untuk anak, dan lain sebagainya. Nah, untuk menghindarinya, Moms dan pasangan disarankan untuk sudah memiliki pandangan dan juga keputusan yang sama mengenai anak sebelum akhirnya mempunyai anak. Diskusikan rencana yang nantinya akan diberikan kepada anak secara matang agar terhindar dari pertengkaran. 

3. Seks

Hubungan seksual dengan pasangan adalah sebuah kenikmatan yang ada di dalam rumah tangga. Tetapi, kenikmatan tersebut hanya akan tercapai saat pasangan memiliki pandangan yang sama terhadap seks. Apabila tidak, hubungan seksual ini dapat memicu adanya konflik dalam rumah tangga. 

4. Pekerjaan rumah

Penyebab selanjutnya suami istri bertengkar yaitu soal pekerjaan rumah. Pandangan terhadap suami bertanggung jawab untuk menafkahi dan istri yang membesarkan anak, memenuhi kebutuhan suami, serta menyelesaikan pekerjaan sudah tidak berlaku lagi. Suami dan istri merupakan partner yang menyelesaikan semuanya dengan kerja sama. Tetapi, ada banyak pasangan yang tidak memiliki pandangan yang sama. Meskipun terdengar sepele, hal ini justru akan memicu pertengkaran. 

5. Kebiasaan

Ketika sudah berumah tangga, Moms akan menjalani segala hal bersama pasangan. Ini akan menjadi tantangan, terlebih jika suami ingin menjalani hal-hal yang berbeda dari kebiasaan Moms. Agar tidak terjadi pertengkaran, diperlukan kompromi antara Moms dan pasangan soal kebiasaan yang berbeda. 

6. Opini dari anggota keluarga

Bukan hanya menggabungkan hidup pasangan, pernikahan juga menggabungkan hidup masing-masing keluarga mereka. Maka, pertengkaran sering terjadi karena adanya opini yang keluar dari mertua yang mungkin saja dapat menyakiti hati pasangan. Memang hampir tidak ada pernikahan yang bebas dari konflik rumah tangga. Keharmonisan di dalam rumah tangga tergantung pada kerja sama pasangan dalam menghadapi masalah tersebut. Tanpa kerja sama yang ada, masalah tidak akan dapat terselesaikan.

Baca juga: Menghadapi Pasangan Moody? Berikut Ini Tipsnya!

Tanda Suami Punya Masalah Anger Management

1. Marah tanpa alasan tertentu

Ada banyak faktor penyebab suami sering marah tanpa alasan tertentu, yang mungkin terjadi yaitu ia tidak mempunyai kecerdasan secara emosional dan bisa juga karena kurang pengertian. Moms perlu memperhatikan apakah suami dapat melihat perubahan ekspresi Moms saat membicarakan suatu hal. Mulai dari situ, Moms dapat melihat apakah ia memiliki masalah manajemen emosi karena biasanya seseorang yang memiliki masalah manajemen emosi cenderung cuek terhadap perubahan apapun. 

2. Sulit bersahabat dan berekspresi pada suatu hal 

Tanda bahwa suami memiliki masalah manajemen emosi yang selanjutnya adalah sikapnya yang sulit bersahabat dan berekspresi karena mereka akan cenderung bersikap datar dan cuek. Selain itu, kadang ia juga akan bertingkah tidak memperdulikan perbuatannya yang bisa saja menyakiti orang lain. Orang yang memiliki masalah manajemen emosi juga akan meremehkan apa yang sedang dibicarakan dan cenderung meremehkan karena merasa dirinya yang paling terbaik. 

3. Perasaan yang gampang berubah

Perasaan yang gampang berubah juga merupakan salah satu tanda suami memiliki masalah emosi. Terkadang, suami akan menjadi ceria dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi sedih tanpa alasan tertentu. Selain itu, suami bisa saja berubah dari sosok yang pendiam lalu tiba-tiba berteriak dengan keras. 

Baca juga: Alter Ego adalah Kepribadian yang Memiliki Manfaat, Benar atau Tidak?

Cara Menghadapi Suami Kasar

Apapun alasannya, mengucapkan kata-kata kasar pada istri tidak bisa dibiarkan dan bukanlah perilaku yang baik untuk seorang suami. Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi suami kasar: 

1. Tetap bersikap tenang

Saat menghadapi suami kasar, tetaplah bersikap tenang dan jangan terpancing emosi dengan kata-kata yang diucapkannya. Berikan sugesti positif untuk pikiran Moms sendiri dan lihat kemarahan suami dari sudut pandang yang lain. Cobalah pahami apa yang membuka lukanya dan menyulut kemarahan suami. 

2. Jangan membalas dengan perkataan kasar

Membalas perkataan kasar suami tidak akan menyelesaikan masalah dan malah dapat memperburuk suasana. Di dalam situasi seperti ini, Moms harus dapat menjadi pendingin keadaan. Oleh karena itu, mengalahlah sebentar hingga kemarahan suami mereda. 

3. Mendengarkan dan mengajak suami berdiskusi 

Setelah amarah suami sudah mereda, cobalah ajak suami untuk bercerita apa alasan ia marah dan dengarkan dengan seksama. Ini bisa menjadi cara menghadapi suami kasar. Jika suami sudah mulai bisa diajak untuk diskusi, Moms bisa mulai menyatakan pendapat dengan kepala dingin. Beritahu suami bahwa yang ia lakukan menyakiti hati Moms dan bisa saja ditiru oleh anak-anak. Tetapi, gunakan kata-kata yang lembut. Apabila suami menyalahkan Moms dan itu benar kesalahanmu, maka jangan ragu untuk meminta maaf.

4. Beri suami waktu

Cara menghadapi suami kasar yang terakhir yaitu dengan memberinya waktu sendiri agar Moms dan suami dapat menyelesaikan masalah rumah tangga saat suasana sudah adem. Apabila semua usaha untuk berdiskusi, mendengarkan, dan meluluhkan hati suami tidak membuat amarahnya menghilang, maka sebaiknya Moms memberikannya waktu. Berlama-lama mendengarkan ucapan suami yang kasar akan berdampak tidak baik untuk kesehatan mental. Jadi, Moms boleh pergi sebentar sampai suami bisa berpikir jernih dan menyadari kesalahannya. 

Jika tips-tips untuk menghadapi suami kasar telah dilakukan namun pasangan masih sering bersikap kasar saat sedang marah, ajak ia berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog agar bisa menyelesaikan akar masalah dari kebiasaannya berkata kasar. 

Baca juga: Menghadapi Perceraian, Ketahui Penyebabnya dan Cara untuk Bangkit Kembali

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like