Situasi pandemi yang terjadi di awal tahun 2020 membuka mata banyak orang mengenai pentingnya mempunyai dana darurat yang ideal untuk mencegah terjadinya kebingungan saat situasi keuangan tiba-tiba menjadi kacau dan sulit untuk dikontrol.

Jika Moms belum mengerti apa itu dana darurat, dan berapa jumlah ideal yang seharusnya dimiliki oleh Moms, ada baiknya Moms menyimak baik-baik penjelasan berikut ini.

Apa itu dana darurat?

dana darurat idealnya harus dimiliki oleh setiap keluarga

Dana darurat idealnya dimiliki oleh setiap orang yang sudah berkeluarga, atau memiliki tanggung jawab untuk menafkahi diri sendiri dan orang lain. Seperti dilansir dari situs nerdwallet.com, dana darurat adalah sejumlah uang yang disimpan dan dipisahkan untuk menjaga jika suatu hari Moms membutuhkan uang untuk keperluan yang mendadak dan tidak bisa dihindari.

Beberapa contoh situasi mendadak atau darurat yang membutuhkan dana adalah:

  • Moms atau salah satu anggota keluarga membutuhkan penanganan medis yang tiba-tiba dan harus segera, seperti ada anggota keluarga yang kecelakaan atau terkena penyakit yang membutuhkan tindakan medis secepatnya
  • Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba, seperti saat pandemi dimana banyak perusahaan yang bangkrut atau terpaksa mengurangi jumlah karyawan, dan salah satu yang terkena dampaknya adalah Moms ataupun pasangan.
  • Kendaraan yang dibutuhkan untuk operasional sehari-hari mengalami kerusakan, dimana jika Moms atau pasangan menggunakan kendaraan umum malah akan menambah biaya pengeluaran sehari-hari
  • Peralatan rumah tangga yang rusak dan harus segera digantikan, seperti misalnya kompor yang dipakai untuk memasak makanan.

Kenapa idealnya Moms harus mempunyai dana darurat?

Salah satu faktor sukses untuk menjaga kesehatan keuangan keluarga adalah dengan menghindari mempunyai hutang, apalagi pinjaman dengan bunga yang tinggi.

Dengan mempunyai dana darurat, maka Moms akan mempunyai jaring pengaman saat situasi keuangan atau pemasukan keluarga tiba-tiba menjadi turun secara drastis. Bayangkan jika Moms dihadapi situasi yang membutuhkan pengeluaran dadakan dan saat itu Moms tidak mempunyai dana darurat di tangan?

Rasa panik akan menyerang dan Moms bisa saja berpikir untuk segera mendapatkan uang walaupun harus dengan cara meminjam dan tidak peduli jika dibebani bunga yang tinggi. Pinjaman yang harus dikembalikan tersebut akan membebani keuangan Moms di masa depan, sehingga akan lebih sulit bagi Moms untuk mengembalikan kondisi keuangan keluarga kembali sehat seperti sedia kala.

Berapa jumlah dana darurat ideal yang harus dimiliki?

Jumlah dana darurat ideal akan tergantung jumlah pengeluaran yang dimiliki

Besar kecilnya dana darurat yang harus dimiliki oleh Moms akan sangat tergantung pada jumlah pengeluaran dan pendapatan yang Moms miliki. Langkah awal yang harus Moms lakukan adalah dengan menghitung berapa besar pengeluaran bulanan yang mau tidak mau harus Moms keluarkan setiap bulan.

Beberapa contoh pengeluaran yang tidak bisa dihindari adalah:

  • Belanja kebutuhan dapur
  • Membayar listrik
  • Cicilan rumah atau kendaraan jika ada
  • Ongkos untuk Moms dan pasangan, atau ongkos anak sekolah

Bayangkan jika tiba-tiba tidak ada pemasukan dikarenakan Moms atau pasangan kehilangan pekerjaan karena pandemi atau usaha yang dijalankan sedang merugi. Bagaimana cara menjaga kondisi keuangan tetap aman selama pandemi?

Sebaiknya dana darurat ideal yang tersedia cukup untuk membiayai pengeluaran yang tidak bisa dihindari tersebut selama minimal 3 bulan, akan lebih bagus jika dana darurat yang ada cukup untuk 6 bulan kedepan atau lebih.

Berikut contoh perhitungan sederhana untuk jumlah dana darurat ideal:

  1. Belanja kebutuhan dapur selama sebulan = Rp.2.000.000
  2. Biaya listrik = Rp.500.000
  3. Cicilan rumah = Rp. 3.500.000
  4. Cicilan mobil = Rp. 2.000.000
  5. Ongkos sekolah selama sebulan = Rp.1.500.000

Total = Rp.9.500.000

Total biaya x 3 bulan = Rp.28.500.000

Moms bisa mencoba rumus sederhana tersebut dan disesuaikan dengan kondisi yang Moms miliki sekarang.

Bagaimana jika Moms saat ini belum mempunyai dana darurat?

mulailah menabung untuk memiliki dana darurat ideal

Jika saat ini Moms tidak mempunyai tabungan sama sekali, dan uang yang didapatkan selalu habis setiap bulannya, bagaimana cara untuk mempunyai dana darurat?

Langkah pertama dan yang paling penting adalah untuk mengevaluasi perbandingan antara pengeluaran dengan pemasukan. Apakah saat ini Moms sudah benar-benar tepat dalam membelanjakan uang yang Moms miliki?

Catatlah detail-detail pengeluaran dengan teliti, jika perlu catat pengeluaran setiap hari selama sebulan, kemudian lakukan evaluasi apakah ada pengeluaran-pengeluaran tertentu yang tidak Moms sadari namun ternyata berkontribusi besar terhadap jumlah total pengeluaran dalam sebulan.

Jajan makanan ringan sebesar Rp.15.000 terlihat kecil, namun jika Moms melakukan itu setiap hari selama sebulan, maka total uang yang dikeluarkan dalam sebulan adalah Rp.450.000. Jika Moms hanya memiliki pemasukan bulanan sebesar Rp.4.500.000 artinya Moms sudah menghabiskan 10% dari total pemasukan hanya untuk jajan makanan ringan.

Cara lainnya adalah dengan mengevaluasi apakah barang-barang kebutuhan sehari-hari bisa diganti dengan merk yang lebih murah untuk menghemat pengeluaran belanja bulanan Moms? Apakah Moms saat ini boros dalam memakai listrik di rumah?

Saat ini juga terdapat banyak aplikasi yang menawarkan sejumlah cashback, Moms bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi tersebut untuk menghemat pengeluaran.

Langkah berikutnya adalah dengan membuat target tabungan per bulan yang ingin Moms capai. Sesudah mengetahui detail pengeluaran, Moms bisa menyesuaikan besar pengeluaran hingga mencapai angka yang diinginkan dan masih ada sisa untuk disisihkan ke dalam tabungan. Lakukan hal tersebut secara konsisten hingga Moms memiliki jumlah dana darurat ideal, dan terus lakukan hal tersebut hingga Moms memiliki dana untuk pensiun nanti.

Kondisi-kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan dana darurat dengan jumlah ideal atau lebih besar

Seperti disebutkan sebelumnya, waktu 3 bulan adalah jumlah hitungan minimal untuk besaran dana darurat yang harus dimiliki. Terdapat beberapa kondisi yang bisa membuat Moms membutuhkan jumlah yang lebih besar untuk dimiliki di dana darurat yang Moms harus persiapkan, seperti dilansir dari situs thebalance.com berikut ini:

  • Moms memiliki hutang yang harus dilunasi
  • Moms hanya memiliki satu sumber penghasilan, misalnya hanya mengandalkan gaji karyawan tanpa ada bisnis sampingan
  • Moms atau pasangan adalah seorang pengusaha yang tidak tentu jumlah penghasilan per bulannya
  • Mempunyai rumah tinggal sendiri, dengan biaya-biaya perbaikan rumah dan juga pajak yang harus dibayarkan
  • Moms tinggal jauh dari keluarga, sehingga harus mengandalkan diri sendiri jika ada situasi darurat
  • Moms atau keluarga mempunyai masalah kesehatan yang bisa kambuh secara tiba-tiba
  • Moms mempunyai keinginan yang membutuhkan biaya besar, seperti membeli rumah yang lebih bagus, atau mempunyai tabungan pensiun yang cukup untuk hari tua. Dengan memiliki dana darurat, maka hal ini akan menjaga aliran keuangan dan tabungan Moms aman dari gangguan yang muncul tiba-tiba

Bagaimana cara ideal untuk menyimpan dana darurat?

emas batangan bisa menjadi salah satu alternatif untuk menyimpan dana darurat ideal

Seperti yang disebutkan bahwa ini adalah dana darurat, maka dana tersebut akan dibutuhkan secara tiba-tiba dan mendesak. Oleh karena itu, sebaiknya Moms tidak menyimpan dana darurat dalam bentuk yang susah untuk dicairkan secara cepat seperti properti. Akan susah untuk menjual properti dalam waktu singkat, dan jika dilakukan terburu-buru maka kemungkinan besar Moms akan menjual properti dengan harga murah asalkan bisa mendapatkan uang dengan segera.

Hal lain yang harus dihindari adalah menaruh dana darurat dalam rekening yang sama dengan rekening yang dipakai untuk pengeluaran sehari-hari. Hal ini bisa menimbulkan godaan untuk memakai dana tersebut untuk pengeluaran sehari-hari atau jika Moms melihat diskon besar pada barang-barang di pusat perbelanjaan.

Sebaiknya dana darurat disimpan di rekening yang berbeda, atau dalam bentuk investasi lain seperti emas batangan, sebaiknya hindari menyimpan dalam bentuk emas perhiasan karena harga jual kembalinya akan turun. Moms juga bisa menyimpan dalam bentuk saham yang akan lebih cepat untuk dicairkan jika terjadi kondisi darurat.

Jangan lupa untuk dilakukan secara konsisten ya Moms, ingat pepatah “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like