Tengah berada pada hubungan yang “tidak sehat”? Selalu bertengkar selama menjalin hubungan? Berada dalam hubungan yang toksik tentu melelahkan bahkan bisa meninggalkan luka yang mendalam dan sulit untuk melupakannya. Pertikaian yang terus terjadi dapat mengakibatkan individu menjadi kurang percaya diri, merasa rendah diri, dan merasa tidak berharga. Hal ini tentu akan mempengaruhi mental yang awalnya baik-baik saja menjadi bermasalah. Bagaimana cara memperbaiki hubungan toksik? Simak penjelasannya berikut ini!

Sebagian orang tidak menyadari bahwa dirinya tengah berada pada hubungan toksik. Beberapa orang berpendapat bahwa untuk melepaskan seseorang yang dicintai bukan hal yang mudah. Nah, berikut beberapa cara untuk memperbaiki hubungan yang toksik, antara lain:

Cara Memperbaiki Hubungan Toksik

Dalami apakah hubungan tersebut bisa dipertahankan

Hubungan toksik bisa diperbaiki apabila kedua pasangan sama-sama memiliki komitmen untuk mengatasinya dengan banyak komunikasi terbuka, kejujuran, refleksi diri, dan bahkan dengan bantuan profesional, secara individu dan bersama.

Hal inilah yang mewajibkan masing-masing kita untuk memeriksa baik buruknya tindakan kita dan kesediaan kita untuk lebih saling menghargai. Jika komitmen dan penghargaan pada pasangan tidak dapat diperoleh, maka sebaiknya berpisah.

Vokal

Tak jarang dalam hubungan yang beracun, seseorang kadang bungkam untuk menghindari membuat pasangan kesal, yang dengan berjalannya waktu bisa membangun kebencian pada diri sendiri.

Apabila kita merasa cemas untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada pasangan karena takut dengan respon yang diberikan, kita perlu untuk mempertimbangkan hubungan ini. Sebab, ini merupakan tanda hubungan yang tidak sehat, ketika seseorang tidak berani untuk berdiskusi dengan pasangannya.

Mempersiapkan diri

Sebelum mencoba cara menghadapi pasangan toksik untuk memperbaiki hubungan, kita perlu untuk mempersiapkan diri. Tidak dapat dipungkiri bahwa mungkin dia akan mengakhiri hubungan ini jika tidak sepakat dengan cara-cara memperbaiki hubungan, atau kita yang memilih untuk pergi karena menemui jalan buntu. Kita juga perlu untuk memastikan mengenai kepercayaan dan harga diri kita cukup baik atau tidak sebelum akhirnya memutuskan untuk lanjut atau berpisah.

Gunakan bantuan profesional sebagai cara memperbaiki hubungan toksik

Mintalah Bantuan Profesional

Seseorang bisa mengenali hubungan toksik apabila salah satu pasangan merasa lebih buruk tentang diri mereka sendiri atau tidak nyaman pada saat mereka dekat dengan pasangan. Apabila telah mencapai tahap ini, kita perlu menemui ahli kesehatan mental yang dapat memberikan perspektif positif kepada kita sebagai cara memperbaiki hubungan toksik.

Baca Juga: Ingin Cepat Dapat Kerja? Baca Dulu Tips Persiapan Interview Kerja Online Berikut Ini

Ikut serta dalam hubungan

Dalam hubungan yang toksik, seseorang sering kali tidak menghargai diri sendiri atau kebutuhannya sendiri karena memiliki pasangan yang sangat menuntut sekaligus melecehkan. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi takut bicara, dan hal ini justru semakin membuatnya tidak dihargai.

Oleh karena itu, ekspresikan perasaan kita ke pasangan, dan beri tahu mereka bahwa kita ingin mengambil ruang dalam hubungan sehingga kita juga merasa diikutsertakan. Contoh sederhananya seperti ikut serta untuk mengambil keputusan rencana masa depan atau hal yang lainnya.

Cara memperbaiki hubungan toksik adalah mempercayai diri sendiri

Hubungan yang toksik tak jarang melibatkan gaslighting yang bisa membuat kita terus-menerus meragukan diri kita sendiri. Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang dilakukan seseorang agar terlihat berkuasa dengan mengontrol orang lain melalui cara membuat korbannya tidak yakin dengan dirinya sendiri. Hal ini tentu akan membuat kita menjadi tidak percaya diri, bahkan mempercayai omongan si pasangan, bahwa kitalah yang salah atas semuanya.

Temukan cara yang sehat dalam menyampaikan kritik

Kritik yang membangun seharusnya dapat dilakukan secara sehat dalam sebuah hubungan. Akan tetapi apabila seseorang biasa mengkritik dengan cara yang menghakimi atau merendahkan tentu ini tidak akan membantu. Kita harus membangun dialog yang mana kita dapat saling mendengarkan dan memahami sudut pandang satu sama lain, jadi bukan hanya monolog satu orang saja. Keduanya harus saling berdiskusi dan mendengarkan.

Nah, itulah beberapa cara memperbaiki hubungan yang toksik. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional atau keluar dari hubungan toksik demi kesehatan mental yang lebih baik. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Lakukan Cara Menyelesaikan Masalah Berikut Ini di Kehidupan Sehari-hari

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like