Tidak ada seorangpun yang menginginkan perceraian. Setiap orang tentu mendambakan keluarga yang utuh dan harmonis. Akan tetapi, ada kondisi tertentu dimana perceraian menjadi jalan yang terbaik bagi kedua belah pihak. Lalu, apa saja tips agar menjadi single parent yang bahagia dan sukses? Simak ulasannya berikut.

Sebagian besar kasus, perempuan memilih menjadi single mom pasca bercerai. Mengemban tugas menjadi orangtua tunggal tentu bukan hal yang mudah. Seorang Ibu yang harus merawat, mendidik dan membesarkan anaknya seorang diri mempunyai beban mental yang lebih besar.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak lantas menyurutkan semangat Moms untuk bangkit dan membangun keluarga yang bahagia walaupun tanpa kehadiran suami. 

Penyebab Terjadinya Perpisahan

Menjadi single parent tentu ada penyebabnya, berikut beberapa penyebab terjadinya perpisahan.

Perbedaan prinsip

Alasan perbedaan prinsip biasanya digunakan oleh para pasangan saat bercerai. Masalah prinsip ini umumnya berkaitan dengan agama, karir, anak, dan perbedaan lainnya.

Kekerasan

Kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perceraian. Kekerasan fisik merupakan faktor utama mengapa istri atau suami menggugat cerai pasangannya.

Perselingkuhan

Alasan ini sering dipakai untuk menceraikan pasangan. Tentu tidak ada yang menginginkan untuk dimadu oleh pasangannya.

Kecanduan

Sebagian besar orang yang kerap merokok, mabuk, sampai minum obat-obatan terlarang menjadi kecanduan. Jika sudah kecanduan, tak jarang mereka akan diceraikan oleh pasangannya.

Keuangan

Uang memang tidak dapat membeli kebahagiaan. Namun, jika tidak ada uang, seseorang bisa lari dari pasangannya. Masalah finansial ini sering dijumpai sebagai pemicu perceraian.

Komunikasi

Komunikasi menjadi masalah yang paling umum terjadinya perpisahan. Buruknya komunikasi dapat membuat sebuah rumah tangga menjadi hancur.

Seks

Seks tentunya penting dalam kehidupan pernikahan. Tanpa adanya seks, semuanya akan terasa hambar. Daripada hidup seperti itu, banyak orang akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Baca juga: 7 Cara Cerdas Mengatur Keuangan Bulanan Untuk Moms

Tips Menjadi Single Parent

Positive Thinking

Hal terpenting yang perlu Moms lakukan saat menjadi single parent yaitu mengubah pola pikir atau mindset. Singkirkan trauma masa lalu dan yakinkan diri bahwa Moms mampu menjalaninya. Dengan berpikir positif, segala tantangan yang Moms hadapi akan terasa menjadi lebih mudah.

Jangan membohongi anak

Apapun alasan yang mengakibatkan perceraian dan menjadi single parent, jangan pernah membohongi anak. Saat anak Moms sudah mulai besar dan memahami keadaan, beri penjelasan secara perlahan mengapa Moms dan suami harus berpisah serta alasan mengapa tidak dapat tinggal bersama.

Beri penguatan pada anak bahwa Moms sangat mencintainya dan akan selalu hadir untuknya. Dengan demikian, anak akan merasa tenang dan tidak minder atau iri saat melihat teman-temannya yang mempunyai keluarga yang utuh.

Cari pekerjaan yang sesuai

Apabila mantan suami masih menafkahi segala keperluan anak, hal itu tentu meringankan beban Moms ketika menjadi single parent. Namun, Moms tetap harus siap dengan kondisi saat mantan suami tiba-tiba berhenti menafkahi.

Moms dapat mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Akan lebih baik lagi apabila pekerjaan tersebut mempunyai waktu yang fleksibel, sehingga Moms dapat tetap fokus merawat anak. Apabila memungkinkan, sisihkan gaji untuk mengamankan tabungan atau investasi pendidikan anak jangka panjang.

Quality time bersama anak

Menjadi single parent bisa Moms lakukan dengan hal-hal menyenangkan yang dapat dinikmati bersama, seperti berenang, berkuda, atau sekedar menjelajah kuliner bersama. Luangkan juga waktu untuk menjemput anak sekolah dan mengantarnya pergi les.

Kegiatan ini akan membuat Moms dan anak merasa lebih santai, bahagia dan tentunya menguatkan bonding antara Moms dan anak.

Figur ayah untuk anak

Menjadi single parent, Moms tidak perlu mencari pasangan baru untuk memberikan sosok ayah kepada anak. Anak tetap bisa mendapatkan figur ayah melalui paman atau kakeknya.

Ajaklah anak sesekali berkunjung ke rumah paman atau kakeknya dan beri kesempatan kepada mereka untuk menikmati waktu bersama. Dengan demikian, anak tetap mendapatkan sosok ayah yang ia butuhkan.

Itulah beberapa tips bahagia dan sukses menjadi single parent. Tetap semangat ya, Moms!

Baca Juga: Menghadapi Perceraian, Ketahui Penyebabnya dan Cara untuk Bangkit Kembali

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like