Sebagian orang mengira bahwa panic attack dan anxiety attack hanya sekadar panik dan cemas biasa, padahal kedua kondisi ini digolongkan sebagai gangguan psikologis yang cukup serius. Apakah Moms mengalaminya? Berikut perbedaan mengenai panic attack dan anxiety attack.

Anxiety atau kecemasan

Perbedaan antara panic attack dan anxiety attack seringkali diartikan secara keliru. Cemas merupakan sistem pengingat alami tubuh ketika Moms merasa terancam, berada di bawah tekanan, atau menghadapi suatu situasi yang membuat stress dan tidak nyaman.

Pada umumnya, kecemasan bukanlah suatu hal yang buruk. Kecemasan dapat membantu Moms agar tetap waspada dan fokus, menyiapkan Moms untuk bekerja, dan memotivasi Moms dalam memecahkan masalah.

Kecemasan tidak hanya sekadar insting. Sebagai hasil dari reaksi “fight or flight” tubuh, berikut beberapa tanda dan gejala kecemasan

Tanda dan gejala kecemasan

Tanda dan gejala anxiety atau kecemasan antara lain:

  • detak jantung lebih cepat atau gelisah
  • berkeringat
  • perut mulas atau pusing
  • sering buang air kecil atau diare
  • napas tidak teratur
  • tremor dan kedutan
  • otot menjadi tegang
  • sakit kepala
  • lemah dan lesu
  • sulit tidur atau insomnia
  • ketakutan akan suatu hal
  • kehilangan fokus
  • mudah marah
  • tegang dan was was
  • sensitif terhadap potensi bahaya, mudah kaget
  • pikiran kosong

Akan tetapi, jika Moms terus menerus dihinggapi  oleh kecemasan dan ketakutan yang luar biasa yang berkepanjangan hingga mengganggu rutinitas dan fungsi Moms sehari-hari, hal ini yang disebut dengan gangguan kecemasan.

Untuk beberapa kasus gangguan kecemasan bisa menakutkan, mengganggu, dan melemahkan. Karena gejala yang ditimbulkan serupa juga ditemukan pada beberapa  penyakit umum (seperti penyakit jantung, masalah tiroid, dan gangguan pernapasan), seseorang yang mengalami gangguan kecemasan sering membuat beberapa kunjungan ke ruang gawat darurat atau ruang dokter, berpikir bahwa mereka memiliki penyakit yang mengancam jiwa.

Dalam kasus ini, seorang ahli membutuhkan waktu hingga beberapa bulan atau bertahun-tahun dan banyak episode frustrasi sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baca juga: Quarter Life Crisis, Apa Saja Tanda-tandanya?

Perbedaan panik dengan panic attack

Gangguan kecemasan merupakan gangguan yang melingkupi enam macam gangguan psikis antara lain, generalized anxiety disorder (GAD), serangan panik atau panic attack, obsessive-compulsive disorder (OCD), phobia, social anxiety disorder, serta post-traumatic disorder (PTSD).

Dalam hal lain, serangan panik merupakan sebuah kondisi turunan dari anxiety attack yang memiliki karakteristik lebih spesifik. Seringkali, kedua istilah panic attack dan anxiety attack digunakan untuk mendeskripsikan satu sama lain. Padahal, di dalam dunia medis terdapat perbedaan antara anxiety attack dan panic attack.

Mungkin Moms pernah mengalami perasaan takut yang menyelimuti tubuh ketika terjebak dalam situasi yang mengancam atau berbahaya. Menyeberang jalan saat sebuah mobil mendadak melintas dengan kecepatan tinggi, misalnya, atau mendengar teriakan massa yang menggelegar saat demo berlangsung.

Kepanikan sesaat menyebabkan jantung berdebar kencang, perut terasa mulas, dan pikiran kalut bercampur aduk. Saat bahaya tersebut telah lewat atau selesai, biasanya gejala kepanikan juga akan menghilang. Kepanikan kini tergantikan oleh rasa lega karena kita berhasil melewati krisis dan kembali melanjutkan hidup.

Moms juga mungkin pernah dalam situasi ketika tengah berbelanja di sebuah swalayan dan bertemu dengan tetangga atau teman lama. Di tengah obrolan yang mengasyikkan, tiba-tiba Moms dilanda kepanikan yang amat sangat seperti akan didatangi sebuah bencana besar. Jantung akan berdebar lebih kencang sampai terasa menyakitkan, keringat dingin, dan berkunang-kunang. Moms merasa akan pingsan, merasa gila, atau mungkin seperti ingin mati saja.

Kemudian setelah segalanya terlewati, kepanikan tersebut berubah menjadi rasa lemas, lelah, dan kebingungan. Moms akan terus menerus dihinggapi berbagai pertanyaan seperti kenapa hal itu mendadak terjadi, kapan akan terjadi lagi, dan harus bagaimana saat serangan tersebut kembali.

Apabila Moms sering mengalami kepanikan mendadak tanpa sebab dan tidak ada kaitannya dengan situasi yang sedang dihadapi, dan terus diteror oleh rasa takut bahwa serangan ini akan terjadi lagi dan lagi, Moms mungkin mengalami satu kondisi psikis serius namun mudah ditangani, yaitu serangan panik alias panic attack.

Panic attack

Serangan panik, atau panic attack, terjadi secara spontan atau tiba-tiba dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh tekanan. Panic attack terjadi tanpa alasan dan tidak dapat direncanakan.

Selama serangan panik berlangsung, orang yang mengalaminya akan berada dalam jebakan teror dan ketakutan yang luar biasa hingga merasa seperti akan mati, kehilangan kontrol atas tubuh dan pikiran, atau mengalami serangan jantung. Lebih lanjut lagi, penderita akan diteror perasaan khawatir terhadap munculnya serangan panik selanjutnya yang tidak dapat diprediksi.

Walaupun penyebab pasti dari sebuah serangan panik belum dapat diketahui, penelitian memperkirakan bahwa kombinasi antara kondisi biologis tubuh (gen) dan faktor eksternal lingkungan memiliki kontribusi yang sama besarnya terhadap serangan dan perkembangan panic attack.

Cara mendeteksi panic attack

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM 5), serangan panik dikelompokan oleh empat atau lebih dari beberapa gejala berikut ini:

  • jantung berdebar kencang, laju jantung cepat
  • keringat berlebih
  • gemetar, menggigil
  • seperti akan kehabisan napas, kesulitan bernapas
  • merasa tercekik atau seperti tersedak
  • nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
  • mual, atau perut bergejolak
  • kepala berkunang-kunang, kehilangan keseimbangan, pingsan
  • derealisasi dan depersonalisasi, perasaan terpisah dari tubuh atau kenyataan
  • rasa seperti kehilangan kontrol atas tubuh, merasa gila
  • ketakutan akan mati
  • mati rasa atau paresthesia
  • keringat dingin, panas dingin, atau tubuh memerah dan menghangat

Beberapa gejala dari gangguan kecemasan dan panic attack memang mirip satu sama lain, akan tetapi pada gangguan kecemasan, periode serangan biasanya lebih singkat dan tidak seserius serangan panik. Walaupun seperti itu, gejala anxiety attack lebih sulit untuk dapat hilang dalam sekejap dan dapat bertahan lama dalam hitungan hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Beberapa orang yang memiliki gangguan kecemasan ini juga mengalami depresi dalam suatu momen di hidupnya. Kecemasan dan depresi dipercaya berasal dari kerentanan biologis yang sama, yang dapat menjelaskan mengapa kedua kondisi yang berlainan ini sering kali terjadi tumpang tindih. Depresi juga memperparah gejala gangguan kecemasan, begitu pun sebaliknya. Penting untuk Moms segera mencari pertolongan untuk kedua masalah psikis ini.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Emosi Saat Pikiran Sedang Kalut

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like