Cinta merupakan salah satu unsur terpenting dalam membentuk sebuah keluarga. Pasalnya, menikah tidak melulu soal cinta saja karena terdapat banyak faktor lain yang harus diperhatikan. Apa saja persiapan sebelum menikah yang perlu diperhatikan? SImak ulasannya berikut.

Persiapan Sebelum Menikah

Kesiapan Usia

Usia memiliki peran penting karena kematangan psikis, sosial, bahkan fisik, sangat dipengaruhi oleh usia. Psikolog Wyatt Fischer memaparkan bahwa secara psikis, seseorang lebih siap menikah saat sudah melewati usia 20 tahun.

Sementara menurut pekerja sosial klinis Kelsey Torgerson, memaparkan pada usia 25, seseorang sudah siap dalam berbagai hal, sebab perkembangan otak telah sempurna.

Dengan pertimbangan diatas, maka rekomendasi paling tepat yaitu menikah ketika usia telah memasuki 21-25. 

Kesiapan Finansial

Persiapan selanjutnya sebelum menikah yaitu kesiapan finansial. Laman siapnikah.org memaparkan bahwa ang memang bukan segalanya, namun menurut mereka untuk menjalankan roda rumah tangga, pasti memerlukan uang. Oleh karena itu, dalam merencanakan pernikahan, persiapan finansial juga dibutuhkan. Seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, persiapan kehamilan, perawatan anak, bahkan hingga biaya pendidikan anak.

Oleh sebab itu, pastikan sebelum menikah Anda sudah mempunyai sumber penghasilan tetap, misalnya pekerjaan tetap. Setidaknya, ketika berkeluarga, kita dapat mandiri secara finansial, tidak membebani atau tergantung pada orang tua atau keluarga lainnya.

Kesiapan Fisik

Berkeluarga perlu kesiapan fisik, untuk bekerja mencari nafkah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sampai melakukan aktivitas seksual. Karena itu, apabila Anda mempunyai riwayat penyakit seperti darah rendah, darah tinggi, hepatitis, atau penyakit menular seksual, berobatlah terlebih dahulu sebelum menikah.

Kesiapan Mental

Tidak hanya fisik, kesiapan mental juga sangat diperlukan dalam persiapan sebelum menikah. Menurut Dynamics of Married and Family dalam laman ecourseonline, kesiapan mental akan menentukan bagaimana seseorang mampu menerima hubungan dan peran baru; memikul tanggung jawab; serta sikap yang sehat dalam menghadapi kehidupan seksual, kehamilan, persalinan bahkan mertua.

Oleh karena itu, menurut siapnikah.org, mengingat berkeluarga tidak selamanya mulus atau indah seperti ketika masih pacaran, maka mental yang kuat harus disiapkan demi menghadapi beberapa masalah yang akan terus muncul.

Kesiapan Emosi

Emosi diartikan sebagai respons Anda saat menghadapi tekanan. Seperti ketika menghadapi deadline pekerjaan, ketika tersinggung dengan ucapan atau perilaku orang lain, atau ketika debat karena beda pendapat.

Apabila Anda masih suka marah-marah, sampai melempar barang ketika berbeda pendapat, maka Anda harus belajar persiapan mengelola emosi terlebih dahulu sebelum menikah. Hal ini karena, penting untuk setiap pasangan dalam mengelola emosi ketika mengarungi bahtera rumah tangga agar bisa mengurangi konflik.

Kesiapan Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu, kemampuan bersosialisasi sangat penting dalam kehidupan keluarga.

Artinya, setelah menikah, Anda akan menghadapi lingkungan baru dan keluarga baru, bahkan tidak jarang lingkar pertemanan yang baru. Oleh sebab itu, mengasah jiwa kerelawanan sosial juga dapat menjadi bekal berharga dalam persiapan sebelum menikah.

Kesiapan Moral

Persiapan sebelum menikah yang tidak kalah penting adalah moral, moralitas diatas segalanya, apapun agamanya. Kesiapan moral sangat penting untuk mengontrol perilaku agar dalam berkeluarga dapat memegang etika.

Melansir siapnikah.org, hal itu dicontohkan melalui sikap-sikap menaati perintah Tuhan Yang Maha Kuasa, berlaku jujur, bersabar ketika menghadapi ujian, hingga tidak menggunakan barang milik orang lain tanpa izin.

Kesiapan Interpersonal

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan interpersonal, khususnya dalam hal komunikasi. Kemampuan interpersonal ini berkaitan dengan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain.

Seseorang yang mempunyai kemampuan interpersonal akan dapat menjadi pendengar yang baik ketika orang lain curhat, berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang, hingga mampu berdiskusi dan mendengar pendapat orang lain sebelum mengambil keputusan.

Keterampilan Hidup

Keterampilan tentu sangat diperlukan dalam hidup. Pada saat berkeluarga, keterampilan itu makin dibutuhkan. Contohnya, keterampilan dasar seperti merapikan dan membersihkan rumah, memasak, mengasuh dan mendidik anak, menjalankan peran suami/istri.

Sesuai pesan BKKBN, merawat organ reproduksi hingga pengetahuan alat kontrasepsi untuk pengaturan jarak kehamilan juga menjadi keterampilan yang harus dimiliki.

Kesiapan Intelektual

Dalam berkeluarga, kemampuan intelektual dapat tercermin dari aktivitas pencarian informasi seputar kehidupan keluarga. Apabila Anda sudah mencari informasi untuk mendapat pengetahuan seputar kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, pola hidup sehat, dan lainnya, maka Anda sudah mempunyai bekal berharga sebelum menikah.

Itulah beberapa persiapan yang perlu diperhatikan sebelum menikah. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Membuat Suami Takut Kehilangan Moms dengan Tips Ini!

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like