Sebagian orang tentunya sudah tidak asing dengan istilah ini. Quarter life crisis merupakan krisis kehidupan yang terjadi di usia 20-an. Seringkali krisis ini menjadi pemicu stres dan depresi yang terjadi di usia muda ini. Apa itu quarter life crisis? Apa saja tanda-tandanya? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis merupakan krisis kehidupan yang terjadi selama usia 20-an. Setiap orang dapat mengalami krisis ini di waktu yang berbeda, ada yang merasakan di awal usia 20-an, ada yang merasakan di akhir usia 20-an, ada yang mengalaminya sepanjang usia 20-an, dan umumnya yang mengalami di usia sekitar 25-an.

Masa ini merupakan masa di mana terjadi banyak transisi dalam hidup. Mulai dari perubahan remaja ke dewasa, perubahan status pelajar menjadi pekerja, hingga perubahan dalam keluarga karena pernikahan, dan masih banyak lagi perubahan-perubahan lainnya.

Apabila krisis kehidupan lainnya seperti mid life crisis atau late life crisis dipicu oleh kondisi yang lebih signifikan seperti kesehatan yang mulai menurun, kehilangan pasangan, kehilangan pekerjaan, maka quarter life crisis bisa dibilang sedikit berbeda.

Tidak jarang seseorang terlihat mempunyai pekerjaan yang bagus dan kehidupan yang lancar juga dapat mengalami krisis ini. Apabila krisis kehidupan lain terjadi ketika kita merasa tidak mencapai tujuan kita, quarter life crisis justru terjadi ketika kita tidak mempunyai tujuan atau merasa tujuan hidup kita kurang realistis.

Tanda-Tanda Quarter Life Crisis

Quarter life crisis bisa dibilang sebagai krisis yang umum. Walaupun seperti itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami krisis ini. Pada akhirnya banyak yang mengalami krisis ini dan kesulitan untuk mengatasinya karena tidak benar-benar paham apa yang sedang menimpa dirinya.

Mulai Mempertanyakan Tujuan Hidup

Saat memasuki quarter life crisis, kemungkinan Anda akan mulai mempertanyakan tujuan hidup Anda.

Akan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala Anda termasuk menyangkut eksistensi dan tujuan hidup Anda di dunia ini. Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali tidak menemukan jawabannya hingga membuat frustasi.

Media Sosial Membuat Tertekan

Faktanya, media sosial lebih sering membuat seseorang menjadi resah. Kabar pernikahan, kelahiran anak, atau kesuksesan dalam pekerjaan dari teman seharusnya merupakan berita yang menyenangkan, akan tetapi hal tersebut justru membuat cemas tanpa alasan.

Tidak jarang rasa cemas itu tetap muncul sekalipun faktanya Anda mengetahui bahwa Anda belum memiliki keinginan untuk menikah maupun memiliki anak.

Merasa Terjebak dalam Pekerjaan

Salah satu tanda yang biasa terjadi pada quarter life crisis adalah perasaan bahwa Anda terjebak dalam pekerjaan.

Pada saat seseorang merasa terjebak, rasa ingin kabur tentunya menjadi sebuah reaksi alami. Anda juga mengalami kegalauan antara mengejar karier atau mengejar impian. Tidak ada salahnya merasakan hal ini, karena kondisi dapat menjadi pemicu Anda untuk terus mengembangkan karier.

Alhasil, Anda juga akan mengetahui bahwa mengejar karir atau mengejar impian bukan merupakan pilihan yang mutlak. Anda dapat mengejar keduanya atau tanpa sadar keduanya memang sudah saling bersinggungan.

Lingkaran Pertemanan yang Berubah

Memasuki usia 20-an, perubahan lingkaran pertemanan adalah hal yang sangat wajar.

Anda mungkin merasa sedikit terkejut ketika lingkaran pertemanan Anda semakin mengecil. Tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang sangat wajar. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda dapat dengan sadar memilih orang-orang yang ingin pertahankan dalam hidup Anda.

Salah satu persyaratan untuk dipertahankan adalah tentu saja orang tersebut harus membawa kebaikan dan hal positif dalam hidup Anda, bukan malah sebaliknya.

Punya Banyak Keinginan, namun Tidak Kunjung Mewujudkannya

Memiliki banyak keinginan tentunya bukan hal yang salah, terutama apabila keinginan tersebut mendatangkan hasil positif terhadap hidup kita.

Tidak jarang, penilaian orang-orang di sekitar membuat kita berpikir kembali tentang seberapa pentingnya keinginan tersebut. Jika dirasa kurang penting, maka kita terus mengurungkan niat untuk mewujudkannya.

Padahal ukuran penting atau tidaknya berbagai hal akan berbeda pada setiap orang. So, apabila Anda memiliki keinginan, tidak perlu ragu untuk mewujudkannya.

Komitmen Membuat Takut

Ketika mengalami quarter life crisis, komitmen jangka panjang dapat membuat Anda takut dan cemas.

Hal ini terjadi karena Anda sendiri masih merasa cemas dengan rencana masa depan Anda sendiri.

Merasa Tidak Bahagia

Kondisi ini memang sulit untuk dimengerti, namun Anda tidak perlu merasa khawatir. Perasaan ini akan membawa Anda untuk kembali merenungkan apa yang salah dalam hidup Anda dan mencari solusi untuk memperbaikinya.

Bagaimana Cara Mengatasi Quarter Life Crisis?

Berpikirlah bahwa krisis merupakan hal yang wajar

Tidak perlu berpikir bahwa quarter life crisis adalah hal yang salah atau perlu dikhawatirkan. Banyak orang mengalami kondisi ini dan pada akhirnya dapat melewatinya dengan baik

Apabila melihat pada gejala dan tandanya kembali, banyak peristiwa pada quarter life crisis yang justru dapat membuat Anda berpikir kembali tentang hidup yang dijalani. Alhasil, Anda bisa mendapatkan berbagai hal positif dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Quarter Life Crisis merupakan transisi

Sama seperti transisi yang kita alami dalam hidup, quarter life crisis juga akan menemukan akhirnya. Quarter life crisis tidak hanya sekedar masa yang harus dilewati, akan tetapi merupakan masa di mana Anda berproses dan kemudian menjadi pribadi yang lebih baik.

Tidak membandingkan hidup dengan orang lain

Hidup bukan merupakan kompetisi, sehingga Anda tidak perlu merasa tertinggal dan membandingkan hidup dengan orang lain. Apabila ingin membandingkan hidup dengan orang lain, lakukanlah untuk dua hal saja. Pertama adalah untuk dapat lebih mensyukuri hidup Anda dan kedua adalah untuk memberikan motivasi untuk lebih maju.

Berpikir realistis

Kesuksesan bukan merupakan hal yang instan dan kegagalan juga bukan merupakan akhir dari segalanya. Berpikir realistis dapat membantu Anda untuk dapat terus berjuang untuk mendapatkan yang Anda inginkan.

Produktif

Cara mengatasi quarter life crisis selanjutnya adalah menjadi lebih produktif.

Banyak sekali keuntungan menjadi produktif. Pekerjaan Anda tentunya akan selesai. Tanpa disadari, Anda bisa mendapatkan jawaban dari berbagai pertanyaan di kepala Anda melalui rutinitas yang Anda lakukan.

Jangan pernah ragu juga untuk mencoba hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Percaya akan masa depan

Anda harus percaya bahwa apa yang Anda lakukan sekarang akan menentukan masa depan. Hal ini akan membuat Anda termotivasi melakukan yang terbaik, karena Anda tahu bahwa Anda selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik lagi.

Baca Juga: Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like