Perceraian merupakan berakhirnya pernikahan antara suami dan istri. Baik suami maupun istri bisa mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Pada saat kasus ditangani pengadilan, untuk mencapai ketuk palu cerai, terdapat beberapa tahapan. Lalu, bagaimana jika suami minta cerai? Bagaimana cara menyikapinya? Simak ulasannya berikut ini.

Aturan dalam Meminta Cerai

Berikut beberapa aturan/langkah apabila ingin mengajukan cerai, antara lain:

Mempersiapkan dokumen yang diperlukan

Berikut beberapa dokumen yang harus disiapkan, antara lain:

  • Surat nikah asli
  • Fotokopi surat nikah
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari penggugat
  • Surat keterangan dari kelurahan
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi akte kelahiran anak (jika memiliki anak)
  • Meterai

Jika Anda ingin menggugat harta gono gini atau harta milik bersama, ingatlah untuk tetap menyiapkan berkas-berkas, seperti surat sertifikat tanah, surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB dan STNK), dan dokumen harta lainnya.

Daftarkan gugatan cerai ke pengadilan

Apabila kelengkapan dokumen telah disiapkan, Anda dapat pergi mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri. Untuk mendaftarkan gugatan cerai, Anda harus ke pengadilan di wilayah kediaman pihak tergugat. Contohnya apabila suami akan menggugat cerai istri, maka suami harus mengajukan gugatan tersebut di pengadilan tempat istri.

Buat surat gugatan

Ketika sampai di pengadilan, Anda dapat langsung menuju pusat bantuan hukum di pengadilan untuk membuat surat gugatan. Dalam surat gugatan cerai ini, Anda harus melampirkan alasan menggugat cerai. Alasan gugatan cerai juga harus dapat diterima oleh pengadilan, seperti ada unsur penganiayaan, penelantaran, kekerasan, pertengkaran terus menerus, dan alasan lainnya. 

Mempersiapkan biaya perceraian

Seluruh biaya selama masa sidang cerai wajib dibayar oleh pihak yang mengajukan gugatan cerai. Biaya-biaya tersebut antara lain biaya pendaftaran dan materai, biaya proses (ATK), biaya redaksi, dan biaya panggilan sidang. Biaya yang dikeluarkan selama proses sidang perceraian tergantung dari kedua belah pihak yang ingin bercerai. Apabila salah satu pihak tidak pernah menanggapi surat panggilan persidangan, maka pihak pengadilan memiliki hak dalam membebankan biaya yang lebih besar. Namun, hal ini kembali lagi tergantung pada jumlah ketidakhadiran pihak yang bercerai.

Mengetahui tata cara dan proses selama persidangan

Ketika proses persidangan berlangsung, kedua belah pihak harus menghadiri persidangan untuk mengikuti mediasi. Dengan adanya mediasi, diharapkan kedua belah pihak dapat berdamai dan menarik gugatannya. Namun, apabila keputusan untuk bercerai sudah bulat, maka akan dilanjutkan dengan pembacaan surat gugat perceraian.

Apabila pihak tergugat tidak pernah memenuhi panggilan dari pihak pengadilan untuk mengikuti sidang, maka pihak pengadilan dapat membuat amar putusan yang berisi pemutusan sah antara suami dan istri.

Amar putusan ini selanjutnya akan dikirimkan kepada pihak tergugat sebagai bukti kalau pernikahan telah berakhir. Jika pihak yang tergugat sama sekali tidak memberi tanggapan mengenai amar putusan, maka pihak pengadilan memiliki hak dalam membuat surat akta cerai.

Mempersiapkan saksi

Gugatan perceraian bisa berjalan dengan baik dan lancar apabila pihak penggugat memberikan alasan yang jelas terkait pengajuan gugatan cerai. Alasan ini juga akan disampaikan di pengadilan, termasuk menghadirkan saksi-saksi yang bisa memperkuat alasan perceraian. Saksi-saksi tersebut nantinya akan dihadirkan ketika sidang perceraian.

Baca Juga: Suami Berbohong Kepada Istri, Apa Penyebab dan Cara Menghadapinya?

Penyebab Suami Minta Cerai

Merasa tidak dihargai adalah penyebab suami minta cerai

Laki-laki tentunya ingin merasakan dan mengekspresikan cinta yang mereka punya untuk pasangan mereka. Akan tetapi, ketika seorang laki-laki merasa kurang dihargai oleh seluruh keluarga, dia lebih cenderung menunjukkan kebencian daripada cinta. Itulah yang menjadi salah satu penyebab suami minta cerai.

Berselisih dalam hal finansial

Menurut beberapa psikolog, sebagian suami merasa bahwa ia merupakan pencari nafkah yang lebih tinggi dalam rumah tangga. Oleh sebab itu, beberapa pria akan mengeluhkan apabila pasangan menghabiskan seluruh uang yang telah dihasilkan.

Baca Juga: Dana Darurat Ideal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Keluarga

Perselingkuhan merupakan penyebab suami minta cerai

Pada saat suami minta cerai karena perselingkuhan, hampir tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak keputusan yang dapat dihubungkan dengan perselingkuhan dan berapa banyak yang harus dikaitkan dengan faktor-faktor lain dalam hubungan.

Tidak cocok atau sudah tidak memiliki persamaan

Ketika pria mengharapkan pasangan yang mereka nikahi 10 tahun lalu menjadi orang yang sama dengan dia ketika di hari pernikahan mereka, hal tersebut tentu tidaklah mudah. Kenyataannya adalah, apabila Anda ingin tetap menikah, Anda harus tumbuh bersama atau Anda memiliki risiko tumbuh terpisah.

Penyebab suami minta cerai yaitu keluhan tentang seks

Pada saat seorang pria mengeluh tentang kehidupan seksnya yang kurang, kekhawatiran yang mendasarinya yaitu bahwa pasangannya tidak lagi menganggapnya menarik secara fisik. Ketakutan yang tidak terucapkan untuk seorang pria adalah bahwa ia sudah tidak lagi menarik. 

Bagaimana Cara Menyikapi Suami Minta Cerai?

Mengajaknya ngobrol empat mata

Ketika suami minta cerai, Moms tentu ingin mengetahui apa alasan di balik keinginan tersebut. Suami tentu mempunyai pemikiran dan alasan kuat sendiri sampai akhirnya memutuskan untuk minta cerai. Ajak ngobrol secara baik-baik apakah ada solusi lain yang bisa dilakukan selain bercerai, terutama apabila pernikahan telah dikaruniai anak.

Penting untuk diingat bahwa psikis dan masa depan anak seringkali menjadi taruhan kala orang tuanya memutuskan untuk bercerai. 

Tidak perlu panik dalam menyikapi suami yang minta cerai

Panik merupakan hal yang wajar terjadi saat suami minta cerai, namun usahakan untuk tetap tenang. Sebaiknya Moms tetap menjaga emosi untuk tidak langsung marah-marah pada suami karena hal ini mungkin dapat membuatnya semakin kukuh untuk cerai.

Menyibukkan diri

Menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas dinilai dapat menjadi salah satu cara efektif guna melampiaskan emosi yang ada. Oleh sebab itu, hindari sendirian di rumah tanpa kegiatan. Moms dapat melakukan beberapa aktivitas seperti olahraga, meditasi, yoga, mendengarkan musik atau melakukan hobi yang Moms sukai.

Itulah beberapa penyebab dan cara menyikapi suami minta cerai, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Suami Tidak Bekerja, Apa yang Harus Moms Lakukan?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like