Meningkatnya kadar gula merupakan salah satu gejala utama ketika seseorang menderita diabetes. Penyakit diabetes terjadi saat tubuh Moms tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar, sehingga glukosa pun akan menumpuk di dalam darah. Ada salah satu cara yang dapat Moms lakukan agar bisa mengontrol gula darah, yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat. Kira-kira apa saja makanan penurun gula darah yang bisa dikonsumsi penderita diabetes? Yuk cari tahu jawabannya di bawah ini!

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Gula Darah?

Seseorang yang terkena diabetes disebabkan karena terjadinya gangguan di dalam tubuh sehingga tubuh tidak dapat menggunakan glukosa darah dan kemudian glukosa pun menumpuk di dalam darah.

Untuk penyakit diabetes tipe 1, gangguan tersebut disebabkan oleh pankreas yang tidak bisa menghasilkan hormon tertentu. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan karena ketidakefektifan tubuh dalam menggunakan hormon tertentu atau kurangnya hormon tertentu jika dibandingkan dengan kadar glukosa.

Apabila kadar glukosa tinggi, hal ini dapat merusak pembuluh darah kecil yang ada pada mata, jantung, ginjal, serta sistem saraf bahkan dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam komplikasi. 

Baca juga: Makanan Penurun Darah Tinggi untuk Moms Penderita Hipertensi

Apa Saja Makanan yang Menyebabkan Gula Darah Tinggi?

Penyakit diabetes biasanya disebabkan oleh makanan yang berasal dari karbohidrat serta lemak tidak sehat

Untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang, Moms perlu mengonsumsi pola makanan dengan kombinasi yang tepat seperti mengonsumsi lemak, karbohidrat, serat, dan juga protein. Namun sebaliknya, penyakit diabetes biasanya disebabkan oleh makanan yang berasal dari karbohidrat serta lemak tidak sehat. 

Berikut ini beberapa golongan makanan yang bisa menyebabkan diabetes, diantaranya: 

1. Makanan dengan Karbohidrat Tinggi 

Jenis makanan seperti roti, pasta, nasi putih, kentang goreng, dan tepung terigu merupakan makanan yang berkarbohidrat tinggi dan rendah kandungan serat. Ini merupakan makanan penyebab diabetes karena karbohidrat yang terkandung di dalamnya mudah untuk dicerna sehingga cepat untuk berubah menjadi glukosa. 

2. Makanan dengan Lemak Jenuh dan Lemak Trans yang Tinggi 

Lemak trans dan lemak jenuh tidak langsung membuat gula darah Moms meningkat, tetapi keduanya bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah serta menyebabkan terjadinya resistensi insulin yang dapat meningkatkan terjadinya resiko diabetes. 

Beberapa jenis makanan yang mengandung jenis lemak tersebut diantaranya yaitu daging olahan, daging merah, krimer keju, selai kacang, fast food, kue, serta susu yang tinggi lemak. 

3. Buah Kering

Jenis makanan lainnya yang bisa menyebabkan diabetes yaitu buah kering. Pada umumnya, buah yang dikeringkan seperti kismis, mengandung kadar gula yang lebih tinggi. Kismis memiliki kandungan karbohidrat yang lebih banyak dibandingkan anggur segar. 

Selain itu, buah beku yang digunakan untuk membuat jus buah dan smoothies ternyata juga merupakan asupan yang menyebabkan diabetes, lho. Maka dari itu, sebaiknya batasi atau hindari konsumsinya. 

4. Minuman Manis 

Yang terakhir yaitu minuman ringan yang dimaniskan. Minuman yang dimaniskan seperti bubble tea, teh manis, kopi yang telah dicampur dengan karamel atau gula, dan juga minuman bersoda termasuk ke dalam jenis asupan yang menyebabkan terjadinya diabetes. Sebagai gantinya, Moms bisa mengonsumsi teh herbal. 

Baca juga: Menderita Asam Urat? Konsumsi Makanan Penurun Asam Urat Berikut Ini!

Jenis Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Gula Darah 

Setelah mengetahui jenis asupan apa saja yang bisa menyebabkan meningkatnya kadar gula darah, berikut ini beberapa jenis makanan penurun gula darah yang bisa dikonsumsi agar kadar gula darah tetap seimbang: 

1. Roti Gandum

Makanan penurun gula darah yang pertama yaitu roti gandum. Roti gandum mengandung karbohidrat dan indeks glikemik yang lebih rendah daripada jenis roti lainnya. Roti gandum dapat menurunkan gula darah karena serat yang terkandung di dalamnya dapat membantu menstabilkan gula darah serta memperlambat pencernaan tubuh. 

2. Buah

Buah dengan kandungan air dan serat yang banyak mampu menyeimbangkan gula alami. Moms bisa memperoleh manfaatnya dengan mengonsumsi buah secara utuh dan tidak dibuat menjadi jus. 

3. Oatmeal 

Makanan penurun gula darah yang selanjutnya adalah oatmeal. Oat memiliki kandungan B-glukan yang dapat membantu Moms untuk menjaga kontrol glikemik serta skor glikemik menjadi di bawah 55. Beberapa manfaat b-glukan yang terdapat di dalam oat diantaranya untuk meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi respon glukosa dan insulin, serta mengurangi lemak di dalam darah. 

4. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan juga merupakan salah satu makanan penurun gula darah untuk Moms penderita diabetes. Kacang kaya akan serat dan juga mengandung protein nabati yang tinggi, vitamin, asam lemak tak jenuh, kalium, magnesium, serta flavonoid. Untuk memperoleh manfaatnya, pilihlah kacang yang belum banyak diolah. 

6. Yoghurt 

Dengan rutin mengonsumsi yoghurt yang belum dicampur dengan perasa juga bisa mengurangi resiko diabetes tipe 2. Walaupun belum diketahui pasti alasan mengapa yoghurt dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2, namun faktanya yoghurt tawar merupakan makanan rendah glikemik yang mana baik bagi penderita diabetes. 

7. Bawang Putih 

Makanan penurun gula darah yang terakhir adalah bawang putih. Bawang putih sudah menjadi bahan makanan yang populer untuk dijadikan pengobatan tradisional. Diketahui bahwa senyawa yang terdapat di dalam bawang putih mampu mengurangi kadar gula darah. 

Baca juga: Sayuran Penurun Darah Tinggi untuk Penderita Hipertensi

Cara Lain yang Bisa Dilakukan untuk Menurunkan Gula Darah

Selain mengonsumsi makanan penurun gula darah, ada juga cara lain yang dapat Moms penderita diabetes lakukan agar bisa menurunkan gula darah. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan: 

1. Menurunkan Berat Badan

Kelebihan berat badan dapat membuat gula darah menjadi lebih sulit untuk dikontrol. Menurut sebuah riset, dengan menjaga berat badan tetap ideal, hal ini dapat mengurangi resiko seseorang untuk terkena diabetes. Maka dari itu, jagalah berat badan tetap ideal sehingga gula darah Moms menjadi lebih terkontrol. 

2. Rutin Berolahraga 

Berolahraga dengan teratur bisa menurunkan berat badan serta meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh sehingga sel-sel tubuh dapat menggunakan gula darah dengan lebih efisien sebagai sumber energi tubuh. Moms bisa berolahraga dengan bersepeda, berenang, jogging, atau jalan santai. 

3. Tidur yang Cukup 

Dengan mendapatkan tidur yang cukup yaitu selama 7-9 jam juga bisa menekan kadar gula darah, lho, Karena kekurangan waktu tidur atau kurang baiknya kualitas tidur bisa meningkatkan nafsu makan sehingga berat badan akan bertambah. Selain itu menurut penelitian, gangguan tidur bisa meningkatkan resiko terjadinya resistensi insulin yang membuat gula darah menjadi mudah meningkat. 

4. Memantau Kadar Gula Darah

Apabila sudah menderita diabetes, pantau kadar gula darah Moms dengan mengukur dan mencatatnya setiap hari. Ini penting untuk dilakukan guna mengetahui apakah kadar gula darah Moms terkontrol atau tidak. 

5. Mengendalikan Stres

Ketika sedang stres, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol dan glukagon yang bisa memicu meningkatnya kadar gula darah. Maka dari itu, dengan mengendalikan stres Moms dapat menurunkan gula darah. Moms bisa melakukan aktivitas yoga atau relaksasi untuk membantu mengendalikan stres. 

6. Mengontrol Porsi Makan

Kontrol porsi makan akan Moms dapat mencegah terjadi peningkatan gula darah. Makanlah dengan piring kecil dan biasakan untuk membaca jumlah kalori yang ada pada label makanan sebelum Moms mengonsumsinya. 

7. Jangan Melewatkan Waktu Makan 

Makan 1 atau 2 kali dalam sehari saja dengan porsi yang besar mampu memicu terjadinya peningkatan kadar gula darah, lho. Oleh karena itu, Moms disarankan untuk tetap makan 3 kali sehari dengan porsi yang sedang. Dan apabila ingin ngemil, pilih camilan yang sehat seperti buah-buahan. 

Baca juga: Menu Diet Keto Selama Seminggu Bagi Moms yang Pemula

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like