Puasa Ramadhan bisa menjadi momen yang tepat untuk diet karena dapat menyehatkan badan. Moms tentu akan lebih mudah menahan nafsu makan dan minum selama berpuasa. Akan tetapi hati-hati, usaha ini bisa jadi gagal apabila Moms tidak menjaga asupan menu makanan saat buka puasa nanti. Bagaimana sebaiknya menjalankan diet saat puasa? Menu buka puasa dan sahur apa saja yang diperlukan untuk yang sedang diet?

Tidak hanya sebagai kesempatan untuk memperbanyak pahala, menjalankan ibadah puasa juga sering digunakan sebagai momentum untuk menurunkan berat badan. Apabila Moms termasuk salah satunya, maka pilihlah menu diet saat puasa yang rendah kalori namun tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Menu Buka Puasa dan Sahur Saat Sedang Diet

Moms bisa membagi waktu makan menjadi tiga kali saat puasa. Yaitu, saat berbuka puasa, setelah shalat Tarawih atau sebelum tidur, dan saat sahur. Bagilah asupan kalori Moms ke dalam tiga waktu makan tersebut.

Contohnya asupan total kalori Moms per hari adalah 1500 kalori, maka untuk menu buka puasa dan sahur Moms bisa membaginya menjadi:

  • 500-600 kalori saat sahur
  • 400-500 kalori saat buka puasa
  • 500-600 kalori setelah shalat tarawih atau sebelum tidur

Pilihan Menu Buka Puasa dan Sahur

Menu takjil buka puasa

Saat berbuka puasa, konsumsilah menu makanan untuk buka puasa yang cepat diserap oleh tubuh. Sehingga, energi tubuh yang hilang saat puasa cepat tergantikan, Moms tidak merasa lemas lagi. Makanan yang cepat diserap tubuh adalah makanan jenis karbohidrat sederhana, seperti makanan manis.

Baca Juga: Daftar Menu Buka Puasa Sehat untuk Ibu Hamil

Contoh menu diet saat puasa di waktu buka adalah:

Contoh menu 1:

Teh manis dengan gula 1 sendok makan (37 kalori), kurma 3 buah (50 kalori), dan roti sandwich dengan daging asap dan keju (300 kalori)

Contoh menu 2:

Sirup 3 sendok makan (111 kalori), kurma 3 buah (50 kalori), dan salad buah 250 gram (250 kalori)

Menu makan setelah salat Tarawih

Setelah shalat Tarawih, Moms bisa makan besar. Akan tetapi, setelah makan besar sebaiknya Moms tidak langsung tidur. Beri jeda waktu lebih lama antara waktu makan dan tidur, setidaknya 2-3 jam. Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi tubuh dalam mencerna makanan dan agar tidur Moms tidak terganggu karena terlalu kenyang.

Berikut contoh menu makan setelah salat Tarawih adalah:

Contoh menu 1:

Nasi 100 gram (175 kalori), tempe bacem 50 gram (80 kalori), ikan pindang 50 gram (100 kalori), tumis buncis tauge tahu 200 gram (100 kalori), apel 1 buah (50 kalori)

Contoh menu 2:

Nasi merah 100 gram (175 kalori), pepes tahu 100 gram (80 kalori), ayam panggang tanpa kulit 1 porsi (100 kalori), sayur bayam merah dan jagung 150 gram (120 kalori), mangga 3/4 buah (50 kalori)

Menu makan saat sahur

Makanan yang Moms konsumsi saat sahur sebaiknya adalah yang mengandung banyak serat dan protein. Serat dan protein dapat membantu Moms kenyang lebih lama dan membantu mempertahankan energi Moms lebih lama, sehingga Moms tidak cepat lapar saat puasa.

Berikut contoh menu diet saat puasa di waktu sahur.

Contoh menu 1:

Ayam panggang 1 porsi (100 kalori), scrambled egg dan tahu (155 kalori), bayam, brokoli dan jagung kukus 300 gram (190 kalori), salad buah 100 gram (100 kalori)

Contoh menu 2:

Kentang rebus dengan kulitnya 1 buah (90 kalori), daging steak 60 gram (200 kalori), tumis buncis, wortel dan jagung 300 gram (190 kalori), salad buah 100 gram (100 kalori)

Contoh menu 3:

Sup ayam jahe dengan bok choy. Jumlah kalori per porsi: ± 317.

Nah, itulah beberapa menu buka puasa dan sahur yang dapat Moms jadikan referensi. Untuk menjalani diet selama puasa, Moms harus selalu memilih makanan dan minuman yang sehat dan rendah kalori. Makanan yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, dan dipanggang merupakan makanan yang baik Moms konsumsi saat sedang diet. Hal ini karena, walaupun frekuensi makan berkurang, mengonsumsi makanan yang berlemak dan terlalu banyak gula tetap dapat membuat berat badan naik. Moms juga disarankan berolahraga di waktu-waktu tertentu, seperti 30 menit sebelum berbuka puasa, agar pembakaran kalori lebih sempurna.

Baca Juga: Makanan Diet Ini Cocok Dikonsumsi Saat Bulan Ramadhan

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like