Setiap makanan mempunyai kadar kalori yang berbeda. Apabila asupan kalori tinggi, berat badan Moms juga akan meningkat. Maka dari itu, hal penting untuk menurunkan atau menjaga berat badan yaitu dengan mengonsumsi makanan rendah kalori. 

Tetapi, Moms perlu memperhatikan bahwa ada beberapa makanan yang memiliki kalori rendah juga mempunyai nutrisi yang rendah dan Moms beresiko tidak memperoleh nutrisi yang cukup. Jadi, sangatlah penting untuk memilih makanan yang juga mengandung nutrisi yang cukup. 

Beberapa makanan rendah kalori yang juga padat nutrisi 

Apabila ingin membatasi asupan kalori, Moms bisa memilih makanan rendah kalori yang pada nutrisi. Hal ini dilakukan karena asupan nutrisi di dalam tubuh Moms harus tetap terpenuhi. Berikut ini beberapa makanan yang dapat Moms konsumsi:

Oat

Oat merupakan makanan yang dapat dijadikan pilihan saat ingin menurunkan berat badan. Karena ½ cangkir atau 40 gram oat hanya mengandung 148 kalori di dalamnya. Tidak hanya rendah kalori, oat juga tinggi akan serat dan juga protein.  

Di dalam 40 gram oat mengandung 3,8 gram serat dan 5,5 gram protein yang akan membuat Moms merasa kenyang. Moms bisa mengonsumsi sereal atau bubur oat yang baik bagi pencernaan. 

Dada ayam

Dada ayam merupakan salah satu makanan rendah kalori yang juga tinggi akan protein. Dada ayam tanpa kulti adalah sumber vitamin B-12, protein, niasin, serta selenium yang sangat baik. 

85 gram dada ayam yang belum dimasak hanya mengandung 100 kalori didalamnya. Moms dapat menjaga kalorinya agar tetap rendah dengan memasak dada ayam sebagai sup yang dicampur dengan sayuran seperti brokoli atau wortel.

Kale

Kale merupakan sayuran yang bergizi. Sayuran yang satu ini tinggi akan kandungan mineral dan vitamin. Kale juga merupakan salah satu sumber serat yang baik serta mengandung antioksidan yang berguna untuk kebaikan tubuh. 

Tidak hanya itu, kale juga merupakan salah satu makanan rendah kalori. Pada satu cangkir kale mentah hanya terkandung 33 kalori. Moms bisa mengonsumsi kale sebagai tumisan atau sup. 

Wortel

Saat  ingin menurunkan berat, wortel adalah makanan yang bisa dijadikan pilihan karena rasanya yang tidak pahit seperti sayuran yang lain. Pada satu cangkir wortel yang dipotong-potong, terkandung 50 kalori di dalamnya. 

Sayuran ini mengandung vitamin A dan C yang tinggi, serta juga mengandung vitamin B, kalium, dan mangan. Moms dapat menjadikan wortel sebagai lauk atau cemilan sehat selama diet. 

Brokoli

Brokoli juga termasuk ke dalam makanan rendah kalori, lho. Sayuran yang satu ini kaya akan kandungan antioksidan serta nutrisi. Bukan hanya itu, brokoli juga mengandung serta yang tinggi serta kalori yang rendah sehingga baik untuk dikonsumsi saat Moms sedang menjalani program diet. 

Di dalam satu cangkir brokoli cincang, terdapat kandungan 31 kalori. Moms dapat menjadikan brokoli sebagai tumisan, rebusan, atau sebagai sup untuk mengonsumsinya. 

Kembang kol

Walaupun warna hijaunya tidak segelap sayuran sehat yang lain, kembang kol juga kaya akan nutrisi, lho. Kembang kol mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan di dalamnya yang bermanfaat untuk tubuh. 

Bukan hanya itu, kembang kol juga merupakan salah satu makanan rendah kalori. Pada satu cangkir kembang kol, ternyata hanya memiliki 25 kalori di dalamnya. Dan sebaiknya Moms mengonsumsi kembang kol sebagai lauk kukus. 

Bayam

Bayam adalah sayuran hijau yang mengandung vitamin, zat besi, serta kalium di dalamnya. Sayuran ini juga merupakan salah satu makanan rendah kalori. Di dalam satu cangkir sayur bayam mentah hanya terdapat 7 kalori, sedangkan bayam yang sudah dimasak memiliki 41 kalori. Moms dapat mengonsumsi bayam sebagai lalapan atau sup. 

Saat sedang menjalani diet, sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang padat nutrisi sekaligus membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Karena jika tubuh Moms tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, diet dapat menimbulkan masalah kesehatan yang akan berdampak buruk untuk tubuh Moms. 

Baca juga: Cemilan Rendah Kalori yang Cocok Dikonsumsi Saat Diet

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like