Mempunyai anak hiperaktif yang seringkali tidak bisa diam dan tidak kenal lelah bergerak akan menguras tenaga dan pikiran. Jika Moms lengah sedikit, bisa jadi anak sudah asik bermain ke sana ke mari tanpa melihat adanya bahaya di sekitarnya. Lalu, bagaimanakah agar kita sebagai orang tua bisa menenangkan anak yang hiperaktif?

Pengertian hiperaktif

Hiperaktif adalah suatu kondisi yang menunjukkan ketidakmampuan anak mengontrol perilakunya, hingga aktivitasnya terlihat melebihi rata-rata anak pada umumnya. Anak dengan karakter hiperaktif biasanya susah untuk memusatkan perhatian, bereaksi cepat tanpa pikir panjang, dan beraktifitas fisik yang berlebihan.

Jika perilaku ini tidak dikontrol dengan baik, bisa saja efeknya dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan karena anak tidak bisa memperkirakan dampak akibat dari perilakunya.

Hiperaktif bisa menunjukan perilaku anak yang mungkin memiliki gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). Definisi ADHD sendiri adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan perilaku dan aktifitas anak-anak menjadi berlebihan dan lebih agresif.

Kondisi tersebut diiringi dengan perasaan yang mudah gelisah, tidak bisa duduk dengan tenang, cenderung banyak berbicara, emosi meletup-letup, dan kesulitan untuk fokus.

Jika Moms memiliki anak yang kelewat hiperaktif hingga membuat kewalahan, ada baiknya Moms konsultasi ke dokter. Hal tersebut untuk memastikan hiperaktif yang dialami si kecil bukanlah indikasi dari adanya ADHD.

Pada umumnya dokter akan memberikan resep obat-obatan dan terapi perilaku untuk membantu mengontrol kondisi si kecil jika terdiagnosis ADHD. Namun jika anak tidak memiliki ADHD, dan hanya memiliki kepribadian yang lebih aktif  dari anak lainnya, berikut beberapa cara untuk menenangkan anak yang hiperaktif.

Baca juga: Kenali 6 Tips Menghadapi Anak Remaja Laki-Laki Berikut Ini

Cara menenangkan anak yang hiperaktif

Pelajari tips untuk menenangkan anak yang hiperaktif

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu Moms menghadapi anak hiperaktif agar lebih tenang dan fokus.

1. Hindari anak dari situasi yang mengganggu

Ada beberapa hal yang tanpa Moms sadari dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak yang hiperaktif. Penting bagi Moms untuk mengatur suasana yang nyaman di sekitarnya, terutama saat anak membutuhkan konsentrasi seperti saat sedang mengerjakan PR atau belajar.

Jangan memaksa anak untuk hanya duduk tenang, hal ini malah akan membuat si kecil semakin gelisah. Dengan mengurangi gangguan di sekitar anak akan membantunya lebih fokus. Salah satu tips yang bisa dilakukan adalah dengan menempatkan si kecil jauh dari area jendela, pintu, dan segala hal yang bisa jadi sumber kebisingan.

2. Pola hidup yang terstruktur

Anak hiperaktif butuh untuk mendapatkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur yang bisa mereka ikuti. Anak dengan karakter hiperaktif cenderung lebih cepat cemas saat tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Untuk menenangkan anak yang hiperaktif, buatlah rutinitas yang sederhana dan terjadwal di lingkungan rumah. Beberapa tips yang bisa dilakukan adalah seperti menentukan kapan waktunya untuk makan, belajar, sikat gigi, tidur, dan bermain.

Dengan adanya perencanaan rutinitas, maka otak si kecil akan belajar menerima sesuatu yang terstruktur. Hal tersebut akan membuatnya lebih tenang dan fokus dalam melakukan sesuatu.

3. Buatlah peraturan yang konsisten dan jelas

Anak dengan karakter hiperaktif cenderung tidak bisa dididik dengan cara yang santai. Pada umumnya mereka membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana di rumah.

Perlu juga untuk berlakukan sistem punishment and reward. Berilah anak pujian ketika memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang diberikan. Jelaskan bagaimana perilaku baiknya tersebut akan mengarah pada hasil yang positif. Hal sebaliknya, ketika anak melanggar aturan, jangan lupa berikan konsekuensi tapi disertai dengan alasan yang jelas.

4. Moms harus sabar

Menghadapi perilaku anak yang hiperaktif memang sering kali membuat kesal. Si kecil bisa saja menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan gamblang, baik itu berupa kegembiraan atau ledakan kemarahan secara tiba-tiba saat suasana hatinya jelek.

Saat menghadapi perilaku anak yang memancing kekesalan, Moms disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Jangan pernah membentak dan memberikan hukuman fisik pada anak. 

Moms pastinya ingin mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan tidak agresif, membentak dan hukuman fisik justru akan membuat kemarahan si kecil semakin tidak terkendali.

Tips yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan anak untuk dapat mendinginkan kepalanya melalui teknik pernapasan sederhana, ambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai si kecil merasa tenang.

5. Perhatikanlah makanan yang dikonsumsi

Banyak yang menganggap bahwa mengkonsumsi gula berlebih akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Nyatanya tidak demikian. Hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang tsecara ilmiah membuktikan bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Tetapi, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa mempengaruhi bagaimana seseorang berprilaku.

Gula adalah karbohidrat sederhana yang akan mudah diserap oleh tubuh dan bisa membuat peningkatan atau penurunan kadar darah dalam tubuh dengan cepat. Penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba pada anak dapat mengakibatkan si kecil menjadi rewel karena tubuh kekurangan energi dan sel-sel tubuh kelaparan. Hal tersebut akan membuat perilaku dan suasana hati anak menjadi tidak stabil.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak sehari-sehari. Jangan lupa juga untuk memenuhi asupan nutrisi dengan gizi yang seimbang dari buah dan sayuran. Konsumsi makanan olahan juga sebaiknya dihindari pada anak.

Baca juga: Kenali 5 Tanda Tantrum yang Melebihi Normal Pada Anak

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like