Anak demam setelah imunisasi merupakan hal menakutkan untuk Moms, bukan? Alasan ini membuat beberapa ibu tidak mau membawa anak mereka untuk imunisasi. Para ibu berpikir imunisasi bukan membuat anak sehat tetapi malah menjadi sakit.

Tetapi, ternyata sebenarnya demam merupakan respon umum pada tubuh yang dialami oleh anak sehabis mendapatkan imunisasi, lho. Ini wajar terjadi kepada semua anak yang baru mendapat imunisasi.

Jadi, Moms tidak perlu khawatir. Apabila dapat menangani demam ini dengan baik, maka tidak menjadi masalah. Nah, sebenarnya apa alasan anak demam setelah imunisasi? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Penanganan Pertama yang Dilakukan Saat Anak Terkena Asam Lambung

Pentingnya Imunisasi untuk Anak

Ada 5 alasan pentingnya imunisasi untuk anak yang bisa Moms ketahui, diantaranya:

1. Imunisasi adalah hak anak

Imunisasi diberikan pada anak salah satunya yaitu untuk memenuhi Konveksi Hak Anak yang telah diberlakukan oleh PBB sejak 2 Desember 1990. Konveksi Hak Anak meliputi hak untuk berkembang, hak atas perlindungan, serta hak keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, pemerintah dan orangtua wajib untuk memberikan kesehatan yang terbaik untuk anak. Salah satunya dnegan memberikan imunisasi pada anak.  

2. Dampak penyakit infeksi lebih berbahaya dibandingkan dengan dampak imunisasi

Pada umumya, penyakit infeksi memiliki dampak yang lebih berat dan berbahaya. Moms bisa mencegah hal ini dengan memberikan imunisasi pada. Sedangkan biasanya, dampak dari pemberian imunisasi hanya demam.

Baca juga: Gejala Infeksi Telinga yang Terjadi pada Anak

3. Memberikan imunisasi secara teratur

Jadwal pemberian imunisasi sudah disusun sedemikian rupa menyesuaikan dengan kelompok usia yang paling banyak terkena penyakit tersebut. Misalnya, penyakit HIB (Haemophilus Influenza Type B) penyebab meningitis (radang selaput otak) dan pneumonia (radang paru) sering terjadi pada usia kurang dari 1 tahun. Oleh karena itu, pemberian imunisasi HIB wajib diberikan saat bayi masih berusia 2 bulan dan tidak ditunda hingga berusia lebih dari 1 tahun.

4. Perlu imunisasi booster

Menurut penelitian, kadar antibodi pada bayi lebih baik dibandingkan anak yang lebih besar. Oleh karena itu, sebagian besar vaksin diberikan ketika anak berusia 6 bulan dan melakukan pemberian ulang untuk beberapa jenis vaksin lainnya setelah si kecil berusia 1 tahun guna mempertahankan kadar antibodi dalam jangka waktu yang lama.  

Baca juga: Gejala Radang Amandel pada Anak dan Cara Mengatasinya

5. Manfaat imunisasi yang besar 

Apabila anak sudah 80 persen diimunisasi, maka dampak penyakit infeksi yang berat hingga fatal pun dapat dicegah. Selain itu, dengan melakukan imunisasi, dapat mencegah juga penyebaran penyakit tertentu di lingkungan sekitar.

Baca juga: Ciri-ciri Anak Cacingan yang Mungkin Dialami si Kecil

Alasan Anak Demam Setelah Imunisasi

Imunisasi adalah cara untuk melindungi tubuh agar terhindar dari penyakit yang berbahaya. Karena imunisasi memanfaatkan mekanisme pertahanan alami tubuh yaitu sistem kekebalan tubuh supaya membentuk pertahan spesifik dalam melawan infeksi virus.

Ada alasan kenapa anak demam setelah imunisasi. Ketika anak sedang diimunisasi, tubuh anak akan dimasukkan vaksin yang sudah jinak. Lalu, tubuh akan memproduksi respon imun yaitu dengan cara yang sama seperti saat tubuh sedang terkena penyakit, namun tanpa menunjukkan gejala apapun dari penyakit tersebut.

Saat tubuh terkena oleh penyakit yang sama di masa mendatang, sistem imun akan merespon secara cepat guna mencegah penyakit tersebut berkembang.

Nah, ketika membentuk respon imun inilah tubuh anak memberikan respon seperti gatal, nyeri pada bekas suntikan, hingga demam. Tubuh akan membentuk sistem kekebalan tubuh baru yang merupakan gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh. Sehingga menyebabkan demam. 

Tetapi, tidak semua imunisasi menyebabkan demam. Ada beberapa imunisasi yang mungkin menyebabkan demam seperti imunisasi campak serta DPT (dipteri, pertusis, tetanus). Selain itu, belum tentu semua anak demam setelah imunisasi karena setiap anak menunjukkan respon berbeda setelah imunisasi.

Baca juga: Cara Menurunkan Demam Anak

Apa yang Harus Moms Lakukan Saat Anak Demam?

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa anak demam setelah imunisasi merupakan respon tubuh yang normal. Biasanya suhu tubuh anak naik hingga di atas 37,5 C setelah imunisasi. Moms hanya perlu menangani demam dengan baik agar cepat turun.

Untuk anak yang masih menyusui, memberikan ASI secara sering pada anak mampu meringankan demam. Penelitian dari Pediatrics mengungkapkan bahwa anak yang diberikan ASI eksklusif lebih jarang mengalami demam setelah imunisasi dibanding anak yang tidak menerima ASI eksklusif atau hanya diberikan susu formula saja.

Sebenarnya belum jelas alasan kenapa anak yang diberikan ASI jadi berkurang resikonya untuk mengalami demam setelah imunisasi. Namun, ASI mengandung senyawa anti peradangan yang bisa menurunkan resiko demam.

Ditambah, anak yang diberikan ASI akan mendapat asupan lebih dibanding anak yang hanya diberikan susu formula. Sehingga demam anak cepat pulih. Selain itu, imunisasi bekerja lebih baik pada anak yang menerima ASI.

Moms juga bisa mengompres anak dengan air hangat guna menurunkan demam. Letakkan kompresan di paha atau lengan tempat suntikan diberikan. Selain itu, pakaikan anak pakaian yang tipis, tapi pastikan juga anak agar tidak kedinginan. Dan biarkan anak istirahat serta berikan minum yang banyak.

Baca juga: Mengenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak

Kapan Moms Harus Waspada?

Apabila cara diatas belum membantu Moms meredakan anak demam setelah imunisasi, Moms bisa memberikan ibuprofen atau paracetamol dengan dosis dan waktu sesuai anjuran dokter.

Apabila anak menunjukkan gejala seperti demam menjadi lebih dari 40 derajat C, menjadi lesu, kantuk berlebihan, menangis lebih dari 3 jam dalam satu waktu, hingga kejang, maka segera bawa anak ke dokter. 

Bagaimanapun, imunisasi mampu melindungi kesehatan untuk lebih dari satu anak. Karena imunisasi pada satu anak bisa memperkecil kesempatan si anak untuk menderita penyakit dan menularkannya kepada anak yang lain.

Apabila tingkat imunisasi pada suatu daerah tinggi, maka resiko penyebaran penyakit tertentu bisa menurun. Sehingga anak yang belum atau tidak menerima imunisasi juga dapat terlindungi dari penyakit.

Baca juga: Demam Anak Tidak Sembuh Setelah Minum Obat, Apa Penyebabnya?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like