Setiap orang dari berbagai usia bisa terkena cacar air, akan tetapi penyakit ini paling sering menjangkiti anak-anak. Bagaimana cara mengenali gejala cacar air pada anak dan penanganan apa yang harus Moms lakukan selama anak terkena cacar? Simak penjelasan berikut ini.

Cacar air atau yang disebut juga penyakit varicella merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus varicella zoster. Penyakit ini bersifat sangat menular dan dapat membuat anak sangat tidak nyaman bahkan rewel, akan tetapi dapat sembuh dalam 1-2 minggu.

Gejala cacar air yang paling khas yaitu munculnya ruam yang seperti melepuh, memiliki warna merah dan berisi cairan, hampir di seluruh bagian tubuh anak. Walaupun penyakit ini tidak mematikan, akan tetapi sebaiknya Moms tidak menunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Gejala anak terkena cacar air

Ruam seperti melepuh yang merupakan tanda khas dari cacar air umumnya muncul di hari ke-10 hingga 21 setelah anak terinfeksi virus varicella zoster (seperti dari anak lain yang terkena cacar air). Lepuhan cacar akan bertahan selama 5-10 hari dengan melalui tiga fase, antara lain:

  • Ruam merah atau merah muda (papule) yang akan semakin banyak dalam beberapa hari.
  • Lepuhan berisi air (vesikel) yang terbentuk dalam satu hari, lalu pecah dan mengeluarkan cairan di dalamnya.
  • Kerak dan koreng yang menutupi vesikel dan memerlukan beberapa hari sebelum sembuh sepenuhnya.

Anak dapat mempunyai ruam, lepuhan, dan kerak pada saat yang sama. Hal ini disebabkan lesi baru dari cacar air bisa muncul setiap hari selama beberapa hari pada masa-masa awal infeksi cacar air pada anak.

Anak mungkin menunjukkan tanda-tanda awal infeksi virus varicella zoster sebelum munculnya ruam, antara lain:

  • Demam diatas 38 derajat celcius
  • Tidak memiliki nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Tidak enak badan (malaise) dan sering merasa lelah.

Penularan cacar air pada anak sangat cepat, bahkan sejak 48 jam sebelum munculnya ruam pertama. Penularan virus ini terjadi saat Moms melakukan kontak dengan cairan yang keluar dari lepuhan cacar air atau menyentuh benda yang terkena cairan tersebut.

Oleh karena itu, anak yang sedang terkena cacar air sebisa mungkin membatasi kontak dengan orang lain, terutama dengan ibu hamil, selama mengidap penyakit ini. Anak bisa kembali beraktivitas seperti biasa saat semua lesi cacar air yang dideritanya sudah kering dan tidak ada ruam baru yang tumbuh di bagian tubuh manapun dari anak.

Baca juga: Anak Terkena Air Panas? Ketahui Pertolongan Pertamanya!

Apakah anak boleh mandi ketika menderita cacar air?

Anak yang terkena cacar air tentunya boleh mandi. Akan tetapi, sebaiknya Moms memandikan anak dengan air biasa, bukan air hangat dan pastikan Moms mengeringkan tubuh anak dengan tidak menggosokkan handuk terlalu kencang ke tubuhnya, khususnya ke area yang terdapat lesi cacar air.

Setelah mandi, Moms dapat mengoleskan salep atau obat dokter ke bagian tubuh yang terdapat cacar air dan gunakan pakaian yang longgar pada anak. Moms juga bisa memotong kuku anak dan jika perlu mengenakan sarung tangan agar ia tidak menggaruk cacar airnya.

Obat untuk anak yang terkena cacar air

Walaupun cacar air akan membuat anak merasa tidak nyaman, rewel, dan mengeluh gatal di sekujur tubuhnya, tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan. Cacar air akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu sejak pertama kali anak mengalami gejala cacar air.

Walau demikian, dokter mungkin akan meresepkan obat cacar air pada anak untuk meringankan gejala yang menyertainya, antara lain:

  • Obat antihistamin, berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan rasa gatal di seluruh tubuhnya
  • Obat penurun demam, misalnya paracetamol, yang sekaligus digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat munculnya lepuhan cacar air.

Walaupun ibuprofen umumnya juga berfungsi menurunkan demam, sebaiknya Moms tidak menggunakan obat ini karena dapat memperparah infeksi kulit, kecuali jika dokter meresepkannya. Hindari juga menggunakan obat yang mengandung aspirin, terlebih pada anak di bawah 16 tahun.

Pastikan juga Moms selalu memberikan cairan yang cukup pada anak yang sedang menderita cacar air agar anak tidak dehidrasi. Hindari memberikannya makanan yang terlalu asin, pedas, dan panas, dan keras karena anak mungkin akan merasa nyeri saat mengunyah, khususnya jika ada lesi cacar air di sekitar mulutnya.

Tingkat keparahan cacar air dapat dikurangi jika anak sudah pernah mendapat imunisasi varicella yang dapat diberikan pada anak di atas 1 tahun sebanyak 1 kali. Tidak pernah ada kata terlambat bagi anak yang belum memperoleh imunisasi ini karena vaksin cacar air dapat diberikan kapanpun sampai usia dewasa.

Itulah beberapa gejala dan cara penanganan anak yang terkena cacar air. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Baca Juga: 10 Cara Mencegah Anak Demam yang Perlu Moms Ketahui

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like