DBD atau singkatan dari Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang sering terjadi di musim pancaroba. Penyakit ini sebetulnya bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu, tetapi paling sering menjangkiti anak kecil. Lalu, bagaimana mengetahui diagnosis, pengobatan, dan mencegah DBD pada anak?

Diagnosis DBD pada anak

Biasanya kemungkinan anak bukan sakit DBD jika demam hanya bertahan kurang dari seminggu setelah digigit nyamuk. Namun, jika orang tua mencurigai munculnya gejala DBD pada anak, segeralah bawa ke dokter. Terlebih jika anak baru-baru ini menghabiskan waktu di tempat rawan DBD dan mengeluh tidak enak badan. 

Dokter akan lebih dulu melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatannya terkait gejala yang dirasa, sebelum membuat diagnosis demam berdarah pada anak.

Tes darah biasanya akan dilakukan untuk memastikan keberadaan virus dengue. Tes darah berfungsi untuk memeriksa keberadaan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh anak sebagai respon terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus DBD.

Sesudah itu dokter dapat memutuskan apakah anak Moms perlu diopname di rumah sakit atau bisa rawat jalan.

Mengobati dan merawat demam berdarah pada anak

Hingga saat ini sebetulnya tidak ada obat yang tersedia khusus untuk menangani demam berdarah. Biasanya dokter akan memberikan beberapa variasi cara penanganan untuk meredakan gejala sekaligus mencegah DBD pada anak menjadi semakin parah.

Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi demam berdarah pada anak meliputi:

1. Perbanyak asupan cairan

Anak yang menderita DBD perlu mengkonsumsi banyak cairan untuk menurunkan demamnya, meredakan nyeri otot yang terjadi, sekaligus mencegah risiko dehidrasi dan syok. Pastikan anak mendapatkan asupan cairan setiap beberapa menit sekali. Jangan menunggu sampai anak merasa haus.

Cairan yang diberikan bisa berupa susu, air mineral, makanan berkuah hangat, jus buah segar. Ada baiknya juga untuk memberi anak minuman isotonik. Minuman isotonik bisa berfungsi lebih baik untuk mengembalikan cairan tubuh dibanding air putih biasa.

Selain itu, cairan isotonik juga mengandung elektrolit yang bisa mencegah kebocoran pada plasma darah.

2. Berikan obat pereda nyeri

Badan pegal linu, dan sakit kepala yang dialami anak seiring demam yang muncul juga dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol.

Tetapi perlu diingat, jangan berikan anak Moms obat penghilang rasa sakit yang mengandung salisilat, aspirin, ataupun ibuprofen. Jenis obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko anak mengalami perdarahan dalam.

3. Jika perlu, berikan infus cairan

Pemasangan infus merupakan metode pengobatan DBD yang utama di rumah sakit. Fungsi infus sendiri adalah untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, mengalirkan asupan vitamin dan obat, serta menormalkan tekanan dan aliran darah untuk mencegah resiko terjadinya dehidrasi dan syok.

Setelah anak diinfus, umumnya kondisi anak dapat mulai membaik dan kadar trombositnya perlahan kembali normal. Jika sudah begitu maka kemungkinan besar anak tidak lagi memerlukan perawatan khusus lebih lanjut.

Jika kondisi anak justru memburuk meski sudah dilakukan terapi infus, kemungkinan dokter akan menyarankan transfusi trombosit. Hal ini berfungsi untuk menambah jumlah keping darah selama menderita demam berdarah.

Tranfusi tersebut hanya ditujukan bagi anak yang sudah mengalami gejala perdarahan berat seperti mimisan yang tidak berhenti atau BAB berdarah.

4. Berikan waktu istirahat yang cukup

Selama periode pengobatan demam berdarah, anak akan diwajibkan untuk istirahat total. Istirahat akan membantu mempercepat datangnya masa penyembuhan penyakit. Istirahat juga bisa membantu mempercepat proses pemulihan jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi demam berdarah.

Moms harus memastikan bahwa anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Jika sedang diopname di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan anak pengidap DBD obat tertentu yang membuat anak mengantuk agar bisa istirahat total.

Baca juga: Mengenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak

Pencegahan demam berdarah pada anak

Moms dapat mencegah DBD pada anak di rumah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Cara pertama adalah dengan memastikan bak mandi dan wadah penampung air lainnya di rumah rajin dikuras minimal 1 minggu sekali. Hal ini berfungsi untuk mematikan jentik nyamuk. 

Tidak menimbun sampah bekas seperti ember dan kaleng tidak terpakai juga sangat disarankan untuk menghindari nyamuk berkembang biak di sekitar rumah.

Menyingkirkan tumpukan baju kotor di rumah, mengoleskan obat nyamuk di seluruh badan sebelum tidur malam, rutin melakukan fogging, dan memberikan vaksin demam berdarah kepada anak juga perlu dilakukan sebagai cara pencegahan.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like