Jika anda mempunyai anak laki-laki, momen menyunat mereka akan menjadi suatu hal yang dinanti juga dikhawatirkan. Meski metode penyunatan terus berkembang, periode sesudah sunat sedikit banyak akan membuat si kecil terluka dan harus ditangani dengan tepat agar anak segera pulih.

Memberikan perawatan yang tepat juga bisa mencegah infeksi atau komplikasi-komplikasi lainnya. Mari simak informasi penting seputar tips merawat luka sunat berikut ini.

Waktu istirahat yang dibutuhkan agar luka sunat cepat sembuh?

Sesudah sunat dilakukan, anak akan diminta untuk istirahat dan menghindari aktifitas fisik yang terlalu berat oleh dokter. Lama pemulihan sesudah sunat bisa berbeda-beda tergantung daya sembuh anak dan juga metodenya, biasanya waktu pemulihan berkisar dari tujuh hingga sepuluh hari.

Selama masa pemulihan tersebut, sebaiknya mintalah kepada anak untuk menghindari kegiatan yang dapat membuat luka terbuka kembali, seperti olahraga yang membutuhkan gerakan yang banyak.

Tips merawat luka sunat agar cepat sembuh

Untuk mempercepat proses pemulihan dan terbebas dari risiko infeksi, perhatikanlah tips merawat luka sunat berikut ini.

1. Pereda nyeri

Biasanya sesudah sunat anak akan merasa tidak nyaman atau sakit pada area penis. Seringnya dokter memberikan resep obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol. Perhatikanlah kadar obat dan anjuran dari dokter atau apoteker sebelum mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

Jika Moms ingin mencoba obat pereda nyeri alami, cobalah untuk meminumkan kunyit pada anak. Jika anak tidak menyukai rasanya, kunyit bisa dicampurkan pada makanan atau sup. Kunyit sudah dikenal mempunyai khasiat pereda nyeri alami sekaligus mampu mencegah infeksi. Namun, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memberikan anak minuman kunyit.

2. Bersihkan area penis

Moms harus berhati-hati saat membersihkan area penis sesudah sunat. Biasanya perban baru akan dibuka sekitar satu sampai dua hari setelah sunat. Sesudah perban dibuka, Moms bisa membersihkan area penis dengan air suam-suam kuku untuk mempercepat proses penyembuhan luka sunat.

Penggunaan sabun tidak terlalu diperlukan. Tapi, jika memang ingin membersihkan luka sunat dengan sabun, sebaiknya pilih jenis sabun yang bebas dari bahan kimia seperti antiseptik, pengawet, dan pewangi. Sesudah itu Moms bisa mengeringkan area luka menggunakan handuk lembut dan dengan cara ditepuk-tepuk pelan, jangan menggosok area luka.

3. Gunakan baju dan celana yang longgar

Tips merawat luka sunat berikutnya adalah dengan menghindari penggunaan baju atau celana yang terlalu ketat saat waktu pemulihan. Jenis pakaian tersebut bisa menekan dan menyebabkan sakit, sirkulasi udara dan darah ke area penis pun akan terhambat oleh baju yang ketat. Efeknya adalah proses penyembuhan luka pada penis jadi lebih lama.

4. Oles luka dengan petroleum jelly

Agar luka sunat cepat sembuh, Moms juga bisa membantu proses pemulihan dengan mengoleskan petroleum jelly pada ujung dan batang penis secukupnya. Petroleum jelly bisa membantu mencegah bekas luka sunat menempel pada pakaian dalam atau celana.

Baca juga: Gejala Infeksi Telinga yang Terjadi Pada Anak

Kondisi yang harus diperiksakan ke dokter

Pada beberapa kasus, luka pasca sunat bisa menimbulkan komplikasi tertentu. Jika anak Moms mengalami ciri-ciri berikut ini, segeralah hubungi dokter atau kunjungi rumah sakit terdekat secepatnya.

  • Anak terserang demam dan merasa lemas
  • Anak merasa mual, pusing, hingga muntah-muntah
  • Anak jadi tidak bisa buang air kecil, timbul rasa sakit ketika buang air kecil, warna urin jadi keruh dan ada bau menyengat, atau ada darah yang keluar bersamaan dengan urin
  • Timbulnya gejala infeksi pada area bekas luka seperti pembengkakan yang tak kunjung membaik, muncul garis merah pada batang penis, pendarahan hebat, kulit menjadi berwarna kemerahan, atau munculnya rasa sakit yang tak kunjung hilang atau mereda meski sudah minum obat

Baca juga: Penyebab Mimisan Pada Anak yang Moms Perlu Tahu

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like