Kehadiran anak di tengah keluarga sering membuat Moms merasa bahagia dan ingin selalu membahagiakan sang buah hati. Namun, seringkali juga hal tersebut membuat kita menjadi lupa diri dan terlalu memanjakan si kecil, ini bisa membuat mereka menjadi manja dan menjadi sulit untuk diajarkan bertanggung jawab. Mengajari anak untuk bertanggung jawab harus dilakukan sejak dini dan bertahap, berikut beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Apa itu tanggung jawab?

mengajari anak untuk bertanggung jawab harus dilakukan sejak dini

Kebanyakan orang tua ketika ditanya mengenai hal apa yang diinginkan untuk dilakukan oleh anaknya ketika menjadi dewasa, jawaban yang keluar adalah bahwa mereka ingin anaknya untuk menjadi orang yang bertanggung jawab. Tetapi itu adalah jawaban yang sangat umum dan tidak memberikan gambaran secara jelas mengenai apa itu tanggung jawab sesungguhnya.

Sebelum mengajari anak untuk bertanggung jawab, Moms sebaiknya memahami dulu apa artinya tanggung jawab. Berikut beberapa hal yang menggambarkan arti tanggung jawab seperti dilansir dari situs centerforparentingeducation.org yang bisa Moms catat.

  • Bisa diandalkan oleh orang lain untuk melakukan sesuatu
  • Menepati ucapan dan perjanjian dengan orang lain
  • Menjaga komitmen
  • Melakukan segala sesuatu dengan upaya terbaik yang bisa dilakukan
  • Mempunyai perilaku yang bisa dipertanggung jawabkan
  • Menerima pujian saat melakukan kebaikan, namun juga mengakui kesalahan saat melakukannya
  • Berkontribusi positif untuk keluarga, masyarakat, dan negara

Dengan mempunyai sifat-sifat tersebut, akan membantu anak untuk meraih keberhasilan baik saat di usia sekolah ataupun di masa depan saat mereka sudah dewasa.

Perbedaan antara patuh dan bertanggung jawab

pahami apakah anak moms adalah anak yang bertanggung jawab atau sekedar patuh?

Seringkali orangtua keliru dalam memahami perbedaan antara anak yang patuh atau anak yang bertanggung jawab. Jika si kecil dituntut untuk selalu melakukan apa yang diminta oleh orangtuanya tanpa pernah memahami alasan kenapa mereka melakukannya, juga tanpa pernah berhak untuk mempertanyakan hal tersebut, maka ini adalah sebuah kepatuhan bukan bentuk tanggung jawab.

Membesarkan anak dengan cara seperti ini tidak akan membentuk mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab, namun menjadi pribadi penurut yang hanya akan melakukan apa yang disuruh tanpa memahami apa yang memang seharusnya mereka lakukan untuk kebaikan mereka sendiri.

Jika Moms ingin mengajari anak untuk bertanggung jawab, sebaiknya Moms bisa memulai dengan memberitahu apa yang harus dilakukan, disertai alasan untuk melakukannya. Seiring waktu anak akan memahami bahwa apa yang harus mereka lakukan memang untuk kebaikan mereka, bukan karena mereka harus mematuhi perintah orang lain. Jika kepribadian itu sudah terbentuk, barulah anak bisa dibilang sudah bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

Bagaimana sebaiknya Moms mengajari anak untuk bertanggung jawab

Untuk melatih anak bertanggung jawab dan bukan sekedar patuh, Moms harus dapat membedakan bagaimana sebaiknya Moms bertindak terhadap mereka.

  • Seringkali kita takut anak gagal saat melakukan sesuatu, tanpa disadari hal ini membuat kita mengambil alih tanggung jawab tersebut dan tidak mengajari anak untuk melakukannya sendiri. Jika kita terlalu sering melakukan hal tersebut, maka anak tidak akan pernah belajar untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Sebaiknya hindari hal ini dan latih anak untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan kemampuan yang mereka miliki.
  • Ada kalanya juga anak akan membutuhkan bimbingan dan bantuan dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Moms harus peka terhadap hal ini, dan memberikan bantuan jika memang dibutuhkan oleh mereka. Cobalah untuk menemukan keseimbangan antara dua hal ini.

Dua peran orang tua dalam mengajari anak untuk bertanggung jawab

ada dua peran yang bisa moms lakukan guna mengajari anak untuk bertanggung jawab

Moms dapat memainkan dua peran yang berbeda dalam menghadapi anak tergantung situasi yang mereka hadapi. Kedua peran ini perlu dilakukan agar membantu anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Peran sebagai orang tua yang lembut dan menyayangi

Dalam peran ini Moms berperilaku sebagai orang tua yang selalu menyayangi anak tanpa syarat. Moms ada untuk mendengarkan mereka, menyayangi, mendukung, dan menghabiskan waktu bersama mereka.

Dengan begitu anak akan tidak ragu untuk mencoba melakukan berbagai hal, dan melakukan kesalahan, karena mereka tahu bahwa Moms akan tetap ada di samping mereka dan menyayangi mereka apapun yang terjadi.

Peran sebagai orang tua yang memegang kontrol dan mengatur perilaku anak

Peran ini berfungsi untuk menentukan batasan kepada anak, menerapkan disiplin, memberikan aturan bagaimana sebaiknya anak bersikap, memberikan nilai-nilai baik dan buruk dalam hidup, serta memberikan bimbingan dalam menjalani hidup.

Moms terkadang harus membatasi keinginan anak atau menundanya untuk sementara, sehingga mereka akan belajar menghadapi rasa frustrasi karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan saat itu juga, mengurangi perilaku impulsif, dan mengurangi ego bahwa segala sesuatu harus terjadi sesuai dengan keinginan mereka.

Menerapkan standar peraturan, memberikan hukuman atau imbalan terhadap peraturan tersebut akan membentuk kepribadian dan sifat disiplin pada anak. Misalnya, dengan membiasakan anak untuk tidur sendiri, bangun pagi, mengerjakan PR, melakukan pekerjaan rumah, dan tidak bebas bermain sepanjang waktu.

Moms bisa menghukum anak jika tidak mengerjakan hal yang diminta, namun sebaiknya juga memberikan imbalan atau pujian jika anak melakukan hal tersebut dengan baik. Dengan menerapkan ini dapat membuat anak menjadi lebih memahami bahwa mereka harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu dan menghargai apa yang mereka dapatkan dari usaha mereka sendiri.

Jika Moms konsisten dalam menerapkan peran ini, lambat laun anak akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dan mulai memahami kenapa mereka harus mempunyai tanggung jawab tersebut.

Ingat sekali lagi untuk peka dalam menjalani kedua peran di atas. Jangan berlebihan menjalani salah satu peran karena akan menimbulkan efek yang tidak baik. Jika Moms tidak pernah menjalani peran yang mengatur, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang manja dan tidak bertanggung jawab, sebaliknya jika terlalu mengatur maka anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang menjauh dari orang tua dan tidak merasa nyaman untuk berbagi masalah hidup yang mereka hadapi.

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Aprilia restiyani

Ketika saya baca dari atas sampai bawah dari sebuah artikel yang ditulis dengan detail peranan orang tua dalam mengurus anak,saya yang sebagai pemula bisa dibilang orang tua baru banyak sekali pelajaran peranab yang saya ambil.sangat penting diterapkan pada orang tua dalam mengurus anak.terimakasih atas artikelnya mom..sangat bermanfaat bagi saya…

Sri gung

Saya memilih aRtiKel ini Karena , keTika nAnti saya sudah mempunyai anak, saya tidak mau Anak saya nanti tidak bertanggung jawab atas hal yang dilakukannya.
Dan juga Sekarang banyak sekali anak – anak yang berani melawan oRang tua nya, miris sekali melIHat hal seperti itu. Teringat jaman dahulu, tidak berani melawan orang tua, takut duRhaka. Semoga anak – anak sekarang bisa Lebih menghormati orang tUa.

Danana

ARTIKEL INI SANGAT BERMANFAAT SEKALI UNTUK SAYA YANG MEMPUNYAI SI KECIL YANG MULAI TUMBUH DAN BERKEMBANG. BAGAIMANA PERAN ORANG TUA MENGAJARI DAN MEMBERIKAN PENGERTIAN UNTUK BERTANGGUNG JAWAB SERTA BELAJAR MEMBENTUK KEPRIBADIAN YANG BAIK. SAYA JUGA BISA BELAJAR MENJADI ORANG TUA YANG LEBIH BAIK LAGI. TERIMA KASIH MOMS SUDAH SHARING

Last edited 19 days ago by Danana
shanay

artikel ini sangat bermanfaat bagi orangtua maupun anak. Terkadang seorang anak seringkali meremehkan perintah orangtua, pdhl smua itu utk kebaikan mereka. artikel ini menjelaskan secara detail peranan orangtua dalam mendidik anak, artikel spt ini yg seharusnya lebih disebarkan pada semua khalayak, terimakasih banyak moms

You May Also Like