Menghadapi anak laki-laki, khususnya yang telah menginjak remaja, kerap menjadi sebuah tantangan bagi sebagian orang tua. Pada masa remaja, anak laki-laki mempunyai kebutuhan akan otonomi dan kemandirian. Di lain sisi, remaja laki-laki juga mempunyai kebutuhan untuk bersama teman sebaya serta mencari identitas diri. Berikut beberapa tips yang bisa Moms simak dalam menghadapi anak laki-laki yang telah beranjak remaja.

Seperti yang dilansir dari Newport Academy, perilaku remaja laki-laki umumnya dikendalikan oleh perubahan hormonal dan neurobiologis yang terjadi selama masa pubertas.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa, orang tua berbeda dalam memperlakukan anak perempuan dan anak laki-laki. Anak laki-laki diperlakukan lebih kasar, diminta bersikap tegar, dan tidak jarang pula orang tua menerapkan hukuman fisik. Padahal, cara ini nantinya akan mempengaruhi perkembangan anak hingga dewasa.

Ketika menghadapi anak remaja laki-laki, orang tua perlu membuat batasan yang jelas. Akan tetapi, batasan tidak perlu selalu diberikan dengan cara yang keras.

Perubahan yang Terjadi Pada Remaja Laki-laki

Rasa percaya diri yang rendah

Ketika memasuki masa pubertas, para remaja lebih sering bergelut dengan keinginan diterima dan mencoba masuk di kalangan teman-temannya. Pada saat tubuh mulai berubah, mereka mungkin merasa berbeda dan sangat sadar akan perubahan ini. Ketidakpuasan pada penampilan tubuh inilah yang bisa berakibat pada penurunan rasa percaya diri. Dalam hal ini Moms dan suami memiliki peran yang sangat penting, untuk membuatnya merasa istimewa. Luangkan waktu untuk selalu berbincang-bincang dengannya, Moms dan suami bisa membahas topik apapun bersamanya.

Perubahan suasana hati

Remaja dikenal memiliki hormon yang liar dan perubahan suasana hati yang drastis ketika pubertas. Suasana hati remaja ketika berada di fase pubertas bisa bervariasi, antara antusias, marah, cemas dan depresi. Pada masa ini mungkin saja remaja akan sangat sering terlihat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem dan mungkin sangat sulit diprediksi oleh Moms dan suami.

Kesadaran seksual

Pada saat mengalami perubahan hormon, remaja laki-laki mulai melihat jenis kelamin yang berbeda dengan pandangan baru. Biasanya mereka juga mulai mengembangkan ketertarikan seksual. Pada saat-saat ini merupakan hal yang sangat normal jika remaja laki-laki mulai terlibat dalam hubungan romantis dan bereksperimen dengan perilaku fisik.

Sebagian remaja laki-laki akan merasa malu ketika pertama kali mengalami pubertas. Oleh karena itu, Moms dan suami mempunyai peran dalam menghadapi anak remaja laki-laki untuk memberikan edukasi seksual terhadap mereka, lebih tepatnya dengan suami. Dengan pengalaman yang sama, anak nantinya akan cenderung lebih terbuka dan percaya pada sosok ayah.

Perubahan dalam ekspresi emosi

Sebagian remaja akan mengeksplorasi cara-cara berbeda untuk mengekspresikan emosi mereka. Misalnya, anak yang tadinya senang menyapa dengan ceria dan memeluk, bisa saja berubah menjadi remaja yang tidak terlalu suka melakukan hal itu lagi. Perubahan ini merupakan hal yang normal karena ia telah bertumbuh sebagai seseorang yang mulai paham akan privasi.

Pembentukan identitas

Perubahan mental yang terjadi pada mereka dapat membuatnya untuk mempertimbangkan siapa diri mereka. Hal ini pula merupakan alasan mengapa banyak anak remaja laki-laki senang ikut sesuatu yang menantang. Dalam masa ini mereka akan mengeksplorasi banyak komunitas yang cocok untuk dijadikan identitas diri.

Baca juga: Menghadapi Anak Remaja Perempuan dengan Tips Berikut Ini!

Bagaimana Cara Menghadapi Anak Remaja Laki-Laki?

Tidak mempermalukan mereka

Mengingatkan anak tentunya memang perlu dilakukan, akan tetapi usahakan jangan sampai mempermalukan mereka. Moms dan suami dapat memberikan anak peringatan yang tegas, namun tetap hangat.

Katakan mereka tidak bodoh

Ketika Moms dan suami menghadapi anak remaja laki-laki, penting untuk menggunakan ‘kacamata’ mereka untuk melihat dunia. Mereka sering merasa bahwa dirinya bodoh.

Sebagai orang tua, Moms dan suami sebaiknya ajak mereka berbicara. Moms dan suami dapat membicarakan mengenai perubahan hormonal, otak, dan fisik serta pengaruhnya untuk mereka sehingga mereka tidak akan merasa bodoh. Cara ini dinilai efektif untuk membebaskan mereka dari rasa rendah diri.

Tidak perlu memarahinya dalam menghadapi anak remaja laki-laki

Tentu Moms dan suami selalu ada hasrat untuk memarahi atau menceramahi anak ketika mereka melakukan kesalahan dan menjadi sulit diatur. Memarahi remaja laki-laki akan seperti berteriak pada kehampaan. Moms dan suami dapat menghadapi anak remaja laki-laki dengan komunikasi yang efektif yaitu seperti memperhatikan waktu, nada suara, dan menghindari kontak mata langsung.

Menghadapi anak remaja laki-laki dengan memberikan kasih sayang penuh

Walaupun Moms dan suami merasa frustasi menghadapi anak remaja laki-laki yang melawan, jangan lupa untuk tetap memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Moms dapat mengucapkan panggilan sayang padanya dan tunjukkan rasa sayang itu melalui tindakan. Ingatkan anak apabila orang tua tetap menyayanginya apapun keadaannya.

Ceritakan kisah sosok laki-laki inspiratif

Sesekali Moms dan suami bisa menceritakan kisah mengenai orang-orang baik atau bahkan orang yang sempat mengalami kegagalan dan kesalahan dalam hidup, namun mereka berhasil sukses kepada remaja laki-laki. Cerita seperti itu dapat membuat anak lebih bertanggung jawab dengan tindakan yang dilakukannya.

Menghadapi anak remaja laki-laki dengan mencintai mereka apa adanya

Menghadapi anak remaja laki-laki dapat Moms lakukan dengan sederhana, yaitu mencintai mereka apa adanya. Setiap remaja laki-laki ingin diakui, didengar pendapatnya, serta ingin dicintai setulus hati. Moms dan suami perlu mencintai dan menghormati anak laki-lakinya apapun yang ia pilih dalam hidupnya. Moms dan suami tidak bisa memaksa mereka untuk harus terus mengikuti apa kemauan orangtua.

Nah, itulah beberapa tips menghadapi anak remaja laki-laki. Semoga bermanfaat ya!

Baca Juga: Peran Orang Tua Dalam Mengajari Anak Untuk Bertanggung Jawab

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like