Anak akan dituntut untuk bisa berkonsentrasi ketika sudah mulai mengenal materi pelajaran dan tugas sekolah yang beragam. Berbeda dengan orang dewasa, anak tidak dapat dipaksa untuk berkonsentrasi jika ia sudah merasa tidak nyaman. Sebagai orang tua, Moms dan suami harus bisa melatih fokus anak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak dalam meningkatkan konsentrasi. Penasaran apa saja? Simak penjelasannya berikut ini. 

Cara untuk melatih fokus anak yang bisa Moms lakukan

1. Berlatih untuk membuat jadwal

Cara untuk melatih fokus anak yang pertama yaitu dengan berlatih membuat jadwal. Anak akan lebih mudah untuk mengerjakan tugasnya apabila mengacu pada jadwal. Karena, ia akan merasa kesulitan karena belum dapat melatih ingatan jangka panjangnya. 

Moms bisa melatih anak membuat jadwal kegiatannya di kertas atau papan tulis kecil. Buatlah kolom dengan keterangan hari, tanggal, waktu, serta uraian kegiatan yang harus dilakukannya. 

Setelah anak pulang sekolah, tanyakan padanya apakah ada tugas dari pelajaran hari ini. Apabila ada, minta anak untuk menuliskannya di jadwal tugas serta kapan waktu mengumpulkan tugasnya. Selain itu, Moms juga dapat memberikan ia buku catatan kecil untuk mencatat tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya sebelum dipindahkan ke papan jadwal yang  ada di rumah. 

2. Ajarkan untuk membuat prioritas 

Cara untuk melatih fokus anak yang kedua yaitu dengan mengajarinya membuat prioritas. Ajarkan anak menentukan prioritasnya, terlebih jika ia tanggung jawabnya bukan hanya tugas sekolah namun juga les tambahan. Beri ia pemahaman untuk lebih mengutamakan tugas atau pekerjaan yang memiliki batas waktu terdekat terlebih dahulu. 

3. Menyelesaikan pekerjaan secara bertahap

Anak akan merasa bosan jika harus mengerjakan tugas dengan sekaligus. Maka dari itu, Moms bisa membantunya untuk membagi tugas yang akan dikerjakan menjadi beberapa tahapan. Misalnya, jika anak sedang mengerjakan tugas sebanyak 10 soal, minta ia untuk memberi jeda setiap 4 soal. 

Ini bisa melatih fokus anak untuk ke depannya. Anak akan melatih kemampuan dirinya dan tidak memaksakan diri untuk mengerjakan hal yang belum mampu ia kerjakan. 

Baca juga: Cara Melatih Anak Disleksia Agar Lancar Baca Tulis

4. Melatih anak menghadapi deadline

Tidak jarang anak memiliki jangka waktu pendek untuk menyelesaikan tugasnya. Biasanya anak akan panik dan tertekan saat mengerjakan tugasnya. Oleh karena itu, Moms harus melatihnya dalam menghadapi deadline lewat permainan. Ini bisa menjadi cara melatih fokus anak. 

Caranya, berikan anak soal matematika sederhana dan berikan batas waktu dengan alarm. Beritahu anak bahwa ia harus menyelesaikan soal tersebut sebelum waktu habis. Anak juga dapat memantau waktu yang tersisa dari angka yang muncul di layar. 

Lakukan permainan ini sesekali saja dan jangan lupa untuk memberi anak pujian apabila ia berhasil menyelesaikan soal dengan baik dan juga tepat waktu. 

5. Menciptakan kondisi belajar yang tenang serta kondusif

Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan tenang juga menjadi salah satu cara untuk melatih fokus anak. Sediakanlah ruang khusus belajar untuk anak. Moms bisa meletakkan speaker kecil agar anak bisa mendengarkan musik atau menghadapkan jendela ruangan ke taman di rumah. 

6. Selingi dengan mainan yang memerlukan konsentrasi 

Selain memberikan anak permainan deadline, Moms juga dapat memberi anak mainan  edukatif yang akan membutuhkan konsentrasinya. Mainan tersebut bisa berupa puzzle, rubik, atau permainan bongkar pasang. Sejauh ini, puzzle adalah mainan terbaik untuk melatih fokus anak. 

7. Memberi anak asupan gizi baik dan olahraga

Asupan gizi yang baik dan olahraga tentu juga penting untuk dilakukan. Moms harus rajin menyiapkan makanan yang bergizi untuk kesehatan otak anak. Beberapa makanan yang mengandung omega-3 tinggi seperti daging salmon baik untuk kesehatan otak anak serta cukup mudah untuk diolah. 

Selain itu, biasakan anak untuk berolahraga ringan setelah ia bangun tidur. Moms bisa mengajak anak untuk melakukan peregangan otot di samping tempat tidur atau menirukan gerakan senam sederhana. Dengan berolahraga, peredaran darah akan semakin lancar sehingga aliran oksigen ke otak tidak terganggu. 

Baca juga: Rekomendasi Game Edukatif Anak yang Bermanfaat

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like