Memperoleh anugerah keturunan baik laki-laki atau perempuan tentu merupakan hal yang menggembirakan. Akan tetapi, Moms dan suami memerlukan strategi tersendiri untuk mendampingi tumbuh kembang anak perempuan kesayangan. Berikut beberapa tips menghadapi anak remaja perempuan agar dapat tumbuh menjadi wanita dewasa yang tangguh dan berkepribadian baik.

Pola Pikir Anak Remaja Perempuan

Otak Dalam Tahap Perkembangan

Usia remaja umumnya ditentukan pada rentang usia antara 11 – 19 tahun. Masa inilah yang dianggap sebagai masa kritis pembangunan. Saat melalui masa pertumbuhan ini, keterampilan kognitif dan kemampuan baru akan muncul.

Mempunyai Kemampuan Berpikir yang Baru

Otak remaja menjadi lebih efektif dalam mengolah informasi hal ini karena meningkatnya sambungan saraf. Remaja mulai mempunyai kemampuan komputasi dan belajar mengambil keputusan sendiri seperti orang dewasa.

Akan tetapi,remaja masih terlalu dipengaruhi oleh emosi karena otaknya lebih mengandalkan sistem limbik yang mengedepankan emosi dibandingkan dengan korteks prefrontal yang mengolah informasi secara rasional.

Rewel Kepada Kedua Orangtua

Remaja tengah berada pada fase kesenangan dalam memperoleh keterampilan baru yang luar biasa, khususnya jika berkaitan dengan perilaku sosial dan pemikiran abstrak. Namun karena belum pandai menggunakan, remaja harus melakukan percobaan. Tidak jarang orang tuanya sendiri yang dijadikan sebagai kelinci percobaan.

Tak jarang, remaja melihat konflik sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan mengalami kesulitan untuk berfokus pada hal-hal abstrak atau memahami sudut pandang orang lain. Pasalnya remaja masih memerlukan orang tuanya dengan kematangan emosional agar membantunya tetap tenang.

Perubahan Emosi

Masa pubertas adalah awal dari perubahan besar dalam sistem limbik, yaitu bagian otak yang tidak hanya membantu mengatur detak jantung dan kadar gula darah, namun juga penting dalam membentuk memori dan emosi. Selama masa remaja, sistem limbik lebih banyak mendominasi daripada korteks prefrontal yang berhubungan dengan kemampuan perencanaan, pengendalian dorongan dan daya nalar yang lebih tinggi.

Bersamaan dengan adanya perubahan hormonal, dampak dominasi sistem limbik ini membuat emosi yang dialami terasa lebih intens, seperti kemarahan, ketakutan, agresi, kegembiraan dan daya tarik seksual.

Sangat Memperhatikan Apa yang Teman Katakan

Berdasarkan jurnal Annals of New York Academy of Sciences, remaja mulai mampu berpikir abstrak, karenanya kecemasan sosialnya pun meningkat. Penalaran yang abstrak inilah yang membuat remaja memperhatikan bagaimanakah dirinya dilihat oleh orang lain.

Remaja bisa menggunakan keterampilan baru untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Oleh karena itu remaja sangat mendengarkan pendapat temannya. Akan tetapi, pada sisi lain teman juga membantu para remaja mempelajari keterampilan baru seperti negosiasi, kompromi dan perencanaan kelompok.

Narsis

Perubahan hormon ketika pubertas memiliki dampak yang besar bagi otak, salah satunya yaitu memacu reseptor oksitosin diproduksi lebih banyak. Oksitosin meningkatkan kepekaan sistem limbik yang memiliki kaitan dengan perasaan kesadaran diri, sehingga membuat remaja merasa seolah-olah ada orang yang mengawasi

Hal ini mungkin membuat remaja menjadi terlihat egois. Pada sisi lain, perubahan hormon dalam otak remaja ini juga bisa membuat remaja menjadi lebih idealis. Remaja juga cenderung berpikir secara sepihak sampai otaknya berkembang untuk menghadapi isu-isu yang bersifat abu-abu.

Tips Menghadapi Anak Remaja Perempuan

Memperlihatkan Kasih Sayang

Tentunya tidak ada orang tua yang tidak menyayangi sang buah hati, namun Moms dan suami tetap perlu mengekspresikannya agar anak mengetahui hal ini. Oleh karena itu, Moms dan suami tidak perlu merasa enggan untuk memeluk, mencium, dan membuka dialog secara akrab dengan sang buah hati.

Mereka mungkin akan merasa malu apabila orang tua melakukan hal ini di depan teman-temannya. Oleh karena itu, dalam menghadapi anak remaja perempuan Moms dan suami bisa melakukannya ketika sedang di rumah saja.

Tanamkan Unsur Agama dan Moral Sejak Masih Kecil

Norma agama dan moral yang tertanam sejak kecil akan menimbulkan kesadaran untuk melakukan hal yang benar. Menanamkan kedua unsur tersebut dalam cara menghadapi anak perempuan usia 2 tahun atau bahkan kurang, dapat Moms dan suami lakukan dengan membiasakan berdoa misalnya.

Seiring bertambahnya usia, Moms dan suami dapat mulai mengajarkan beribadah, membacakan cerita bernafaskan agama, atau memberi nasehat dengan kata-kata yang mudah dicerna. Contohnya dengan menceritakan hal yang berhubungan dengan bersikap baik kepada orang lain.

Menghadapi Anak Remaja Perempuan dengan Menjadi Panutan Terbaik Baginya

Tips Menghadapi Anak Remaja Perempuan

Menghadapi anak remaja perempuan yang berikutnya yaitu dengan menjadi panutan yang baik baginya. Anak merupakan peniru yang baik. Oleh sebab itu pastikan mereka memperoleh teladan yang sempurna dari Moms dan suami. Bagaimana cara Moms dan suami bersikap, tingkah laku, cara memperlakukan orang lain, sampai penampilan sehari-hari akan menjadi referensi bagi sang buah hati.

Menempatkan Anak Pada Lingkungan yang Baik

Sebaiknya Moms dan suami sangat selektif dalam memilih sekolah, tempat les, atau ekstrakurikuler. Semua ini merupakan tips dalam menghadapi anak remaja perempuan agar ia berada di lingkungan yang positif dan memiliki dampak yang baik bagi pertumbuhannya.

Moms dan suami dapat memilih sekolah-sekolah yang berbasis agama atau sekolah umum dengan guru-guru yang bersedia membangun komunikasi terbuka dengan orang tua.

Mengontrol Pergaulan dalam Menghadapi Anak Remaja Perempuan

Setidaknya Moms dan suami perlu mengenal teman-teman dekat sang buah hati, termasuk orang tua mereka. Moms dan suami juga perlu memberi masukan mengenai pergaulan dengan lawan jenis.

Tips menghadapi anak remaja perempuan yang beranjak dewasa perlu dilakukan dengan cerdas untuk menghindari konflik yang bisa merenggangkan hubungan dengan sang buah hati.

Alasan mengontrol pergaulan anak dapat menjadi sebuah langkah antisipasi yang bagus agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Membangun Sikap Percaya Diri Anak

Setiap anak tentunya dianugerahi bakat dan kemampuan yang berbeda-beda oleh Tuhan dan orang tua perlu mendukung potensi tersebut secara maksimal. Contohnya jika putri Moms dan suami sejak kecil telah menunjukkan ketertarikannya kepada musik.

Moms dan suami dapat terus mengasah bakat ini misalnya dengan cara mendaftarkannya kursus vokal atau bermain music. Mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh teman-teman sebayanya dapat membangun kepercayaan diri anak.

Membentuk Anak Perempuan Menjadi Pribadi yang Mandiri

Secara alami anak perempuan umumnya lebih manja dan ini perlu disikapi dengan baik agar tidak selalu mengandalkan orang lain. Tips yang dapat Moms dan suami coba yaitu dengan mengajarkan tentang tanggung jawab sejak kecil dengan memberi tugas di rumah sesuai usianya.

Tidak hanya itu, Moms dan suami juga perlu membiasakan mereka mengurus kebutuhannya sendiri, contohnya mandi, berpakaian, makan, dan menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri.

Menghadapi Anak Remaja Perempuan dengan Mengajarinya Mengenali Diri Sendiri

Perubahan bentuk tubuh dan organ reproduksi di usia pubertas dapat sangat mengejutkan apabila anak tidak pernah diberitahu sebelumnya. Oleh karena itu, Moms dan suami perlu memasukkan unsur pengajaran seks dalam cara menghadapi anak remaja perempuan sebagai persiapan memasuki masa pubertas.

Moms dan suami juga wajib memberitahu bagian tubuhnya yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, untuk mengantisipasi kasus-kasus pelecehan yang semakin marak. Hal ini merupakan bekal untuk anak dalam menjaga dirinya.

Itulah beberapa tips menghadapi anak remaja perempuan yang bisa Moms dan suami simak, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Kenali 6 Tips Menghadapi Anak Remaja Laki-Laki Berikut Ini

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like