Kepribadian setiap anak tentunya berbeda-beda. Ada yang selalu ceria, terbuka dalam segala hal, selalu berenergi dan aktif, namun ada pula anak yang memiliki kepribadian yang tertutup. Bagaimana cara menghadapi anak remaja yang tertutup? Simak penjelasannya berikut ini yuk, Moms!

Jenis Kepribadian Anak

Sebelum mengetahui beberapa tips menghadapi anak remaja yang tertutup, yuk ketahui dulu berbagai jenis kepribadian anak!

Sanguinis/Populer

Anak yang memiliki kepribadian ini umumnya cenderung aktif, Moms akan sering menjumpai sang buah hati berbincang kepada teman-temanya atau keluarganya. Tidak hanya itu, sang buah hati juga cenderung ekspresif dan suatu waktu mencoba untuk menarik perhatian.

Koleris

Kepribadian koleris umumnya dapat menyelesaikan tugas-tugas sulit dan sangat menyukai tantangan. Sang buah hati akan merasa puas apabila tugas-tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik.

Akan tetapi, perlu Moms ketahui bahwa anak yang memiliki kepribadian koleris selalu ingin mendapat pengakuan dari apa yang telah berhasil ia capai. Anak akan merasakan perubahan emosi seperti sedih bahkan marah apabila apa yang ia dapat tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Melankolis

Anak dengan kepribadian melankolis sering disebut pemikir. Hal ini karena anak cenderung diam dan sering berpikir mengenai aktivitas yang ia lakukan. 

Perlu Moms ketahui bahwa anak dengan kepribadian melankolis memerlukan dorongan atau support dan kepekaan untuk mengerti emosinya. Anak akan mengalami perubahan emosi apabila hal yang dikerjakan tidak rapi atau tidak sesuai dengan standar yang telah ia tetapkan.

Plegmatis

Anak yang memiliki kepribadian ini biasanya merupakan negosiator yang baik. Tidak hanya itu, ia juga cenderung tenang dan tidak bicara terlalu banyak. Akan tetapi, apabila Moms meminta untuk sang buah hati menceritakan idenya, ia akan bercerita dengan runtut dan dengan semangat yang menggebu-gebu.

Emosi anak pada kepribadian ini cenderung stabil dan dapat diandalkan. Mereka tidak mudah rewel namun tetap memerlukan kasih sayang dari kedua orangtua dan keluarganya.

Tips Menghadapi Anak Remaja yang Tertutup

Memberikan kebebasan

Biasanya remaja pendiam tidak banyak bicara dan tidak banyak menuntut. Meski demikian, Moms dan suami harus tetap memberikan ruang kebebasan bagi mereka untuk mengungkapkan apa keinginannya. Coba untuk berikan mereka kesempatan memilih mulai dari hal-hal sederhana, contohnya dengan menanyakan apa yang ingin dimakan hari ini sehingga mereka belajar bicara dan mengungkapkan keinginan nya meskipun hal tersebut terdengar sepele. 

Jangan terkesan terlalu melindungi dalam menghadapi anak remaja yang tertutup

Mengawasi aktivitas remaja tentu tidak ada masalah, akan tetapi dalam menghadapi anak remaja yang tertutup jangan sampai Moms dan suami terkesan terlalu ‘melindungi’. Moms dan suami sesekali dapat memberikan kepada mereka aktivitas yang lebih ‘menantang’. Arahkan anak untuk keluar dari zona nyaman. Bersikap terlalu melindungi dapat membuat anak terus tergantung dan tidak mandiri karena terbiasa ditolong.

Kembangkan potensi yang dimilikinya

Setiap remaja tentu mempunyai potensi yang berbeda. Menghadapi anak remaja yang tertutup dapat Moms lakukan dengan mencermati apa potensinya dan dorong ia untuk mengembangkannya. Namun, perlu Moms ingat bahwa jangan memaksakan diri untuk menjadikan remaja pendiam menjadi diri apa yang Moms inginkan. Berikan mereka kesempatan untuk menekuni apa yang ia suka dan minati sesuai bakat yang ada pada dirinya.

Menghadapi anak remaja yang tertutup dengan mengajaknya bergaul

Saat mempunyai anak remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, maka sebaiknya Moms maupun suami sering melakukan kunjungan ke tetangga, saudara atau orang orang terdekat. Moms dan suami dapat mengajaknya untuk menghadiri arisan, khitanan, atau kondangan di tetangga maupun saudara. Dengan begitu, anak akan kenal dengan berbagai karakteristik orang dan akan dapat belajar dari sana.

Kenal dengan temannya

Sebagai orang tua, penting untuk selalu mengundang teman-teman sekolah atau teman-teman sebayanya untuk bermain ke rumah. Menghadapi remaja yang tertutup dapat dilakukan dengan mengundang mereka ke rumah ketika acara ulang tahun, atau acara lainnya. Dengan begitu, anak akan dapat belajar berinteraksi dengan orang lain di dalam dan luar rumah.

Lakukan kontak mata dalam menghadapi anak remaja yang tertutup

Sebagai orang terdekat bagi anak, wajib bagi Moms dan suami untuk membantu ia berkomunikasi dengan anggota keluarga dengan kontak mata. Ketika Moms dan suami berbicara dengannya pastikan Moms dan suami melakukan kontak mata dengan remaja yang penuh kelembutan dan cinta. Mintalah padanya untuk menatap mata pada saat berkomunikasi. 

Itulah beberapa tips menghadapi anak remaja yang tertutup, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Bagaimana Menghadapi Anak Remaja yang Susah Diatur?

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like