Anak yang mudah menangis atau biasa disebut cengeng memang bisa membuat pada Moms kesal. Terutama ketika rengekannya berlangsung sepanjang hari dan tanpa sebab. Pada fase balita, perilaku cengeng wajar terjadi pada anak.

Tetapi jika berlangsung sampai memasuki usia sekolah, orangtua akan kesulitan untuk membuat anak mandiri. Lalu, apakah ada cara untuk mengatasi anak yang cengeng?

Penyebab anak menjadi cengeng

Penting bagi Moms untuk mengetahui penyebab anak cengeng, karena pada dasarnya cengeng bisa disebabkan beberapa hal. Cengeng bisa disebabkan karena anak memang memiliki perasaan yang sensitif atau pola asuh terhadap anak kurang tepat.

Anak yang sering dimanjakan bisa jadi salah satu faktor yang membuat mereka tumbuh menjadi anak cengeng. Hal tersebut juga bisa berdampak pada kegiatan sosial anak dengan sekitarnya. Sering juga ditemukan bahwa anak yang cengeng cenderung tidak percaya diri, takut, malu, dan meragukan kemampuannya sendiri.

Bagaimana mengatasi anak yang cengeng?

Untuk lebih memahami anak yang cengeng, dan kemudian mengetahui cara mengatasinya, Moms harus sabar dan berlatih menerapkan beberapa trik berikut ini.

1. Membantu perkembangan kecerdasan emosional si kecil

Kecerdasan emosional yaitu kemampuan untuk mengenali dan kemudian mengelola perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Moms harus bisa mengenali sikap anak dengan baik, selain itu harus juga mengetahui dan kemudian mengembangkan kecerdasan emosional anak sebaik mungkin.

Anak yang mempunyai kecerdasan emosional biasanya mampu mengidentifikasi hal apa saja yang disukai dan yang tidak disukai. JIka ada sesuatu yang membuatnya resah, si kecil akan bisa mengomunikasikan perasaan tersebut dengan baik kepada Moms, tidak hanya menangis.

2. Sabar menghadapi anak

Saat anak terus-menerus menangis, terkadang orangtua malah akan berbalik marah, emosi dan kesal. Reaksi orangtua yang seperti ini akan disalahartikan oleh anak. Anak akan mengira bahwa reaksi orangtua sebagai sebuah ancaman dan pertanda bahwa dia tidak disayangi.

Moms perlu menenangkan diri secepat mungkin, lalu bertindak untuk menenangkan anak yang cengeng. Sejajarkan posisi mata anak dengan mata Moms, sentuh tubuhnya dengan tegas tetapi jangan sampai kasar. Jika anak menangis, tanyakan dengan nada yang lembut, apa yang membuat si kecil menangis dan apa keinginannya?

Seringnya akan membutuhkan waktu lama sebelum anak menjawab pertanyaan dan tidak menangis lagi. Moms harus tetap sabar dan melakukan hal ini perlahan hingga anak berhenti menangis dan mau menjawab. Ingatlah bahwa hal ini untuk kebaikan jangka panjang sang buah hati.

3. Jangan bereaksi berlebihan

Saat anak menangis meraung-raung, Moms bisa jadi panik dan langsung bereaksi secara berlebihan. Hindari pertanyaan seperti, “Kamu kenapa? Siapa yang nakal? Ada yang usil ya?” atau langsung membelikan barang yang anak inginkan.

Hal tersebut tidak akan membuat tangisan anak berhenti, justru akan membuat anak melihat bahwa menangis adalah senjata ampuh untuk menarik perhatian orangtua dan mendapatkan keinginannya.

Cara yang bisa dilakukan oleh Moms adalah perlahan coba katakan, “Sayang, kalau kamu menangis Ibu tidak bisa dengar kamu mau apa?” atau dengan kalimat lain seperti, “Ayo, berhenti dulu nangisnya, ceritain ke Ibu apa yang bikin perasaan kamu tidakenak?”

Tetap pertahankan sikap netral saat berusaha mengatasi anak yang cengeng. Dengan melakukan hal itu, anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan perhatian orangtua dan apa yang ia mau adalah dengan bicara baik-baik dan jelas, bukan lewat tangisan.

4. Tingkatkan kemampuan bersosialisasi anak

Hal lain yang dapat menyebabkan anak cengeng bisa jadi karena kurangnya kepercayaan diri saat bergaul atau bermain bersama temannya. Si kecil akan menangis atau merengek sebagai bentuk permintaan tolong atas masalah yang sedang dihadapinya.

Untuk mengatasi anak yang cengeng tersebut, Moms bisa menemani saat si kecil bermain bersama temannya. Moms cukup menemani di saat-saat awal bermain, perkenalkan anak dengan teman-temannya, atau saat si kecil mulai mencari-cari Moms karena rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba muncul di tengah waktu bermain.

5. Ajari untuk meluapkan emosi dengan sehat agar bisa mengatasi anak cengeng

Penyebab anak cengeng tidak hanya disebabkan oleh karakter anak yang sensitif dan pemalu. Terkadang anak hanya perlu diajari untuk lebih terbuka dengan dunia luar. Moms bisa mengajarkan anak meluapkan emosi mereka dengan melakukan aktivitas kesenian seperti menyanyi, menggambar, atau melakukan olahraga yang ia suka. 

Penting untuk diingat bahwa tidak semua anak sama, karakter anak bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, teruslah mencari tahu kegiatan apa yang disukai anak untuk meluapkan emosinya.

Baca juga: Langkah Tepat Untuk Menghadapi Anak yang Nakal

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like