Biasanya, anak berusia prasekolah belum dapat memahami dengan benar apa arti kata yang diucapkan. Ia juga belum paham apakah kata-kata tersebut pantas atau tidak untuk diucapkan. Saat anak berkata kasar, hal tersebut bukan berarti anak sedang memaki, namun hanya sekedar meniru apa yang ia dengar dan lihat di lingkungan sekitarnya. 

Kemampuan anak prasekolah dalam mempelajari hal baru berkembang dengan cepat. Ia akan semangat untuk mengeksplorasi banyak hal di sekitarnya. Oleh sebab itu, Moms perlu meluruskan perilakunya agar tidak menimbulkan adanya hal negatif lain. Terlebih jika anak sudah menganggap bahwa mengucapkan kata-kata kasar merupakan hal yang biasa saja. 

Hal-hal yang bisa Moms lakukan saat anak berkata kasar

1. Mengawasi serta mendampingi anak saat bermain 

Boleh saja menghindari lingkungan yang menganggap bahwa mengucapkan kata-kata kasar sebagai hal yang biasa saja. Tetapi Moms tidak bisa terus menerus ‘mensterilkan’ lingkungan sekitar anak. Dengan perlahan, pengaruh dari lingkungan luar yang tidak sesuai dengan nilai positif yang diajarkan di luar akan muncul. Sulit untuk mencegah hal tersebut. Yang dapat Moms lakukan saat anak berkata kasar yaitu dengan sabar dan terus menjelaskan kepadanya bahwa kata-kata kasar tersebut tidak pantas untuk diucapkan. 

2. Tidak perlu memarahi anak 

Saat anak berkata kasar, Moms tidak perlu memarahinya. Sebaliknya, berusaha lah untuk bersikap wajar dan tidak memarahinya. Kemarahan yang muncul terkadang akan membuat anak menjadi bingung dan bukan merupakan cara yang efektif untuk mencegah anak agar tidak mengucapkan kata-kata kasar itu kembali. 

Pada beberapa kasus, anak yang kurang mendapatkan perhatian justru cenderung mengulangi hal yang tidak disukai oleh orang tuanya agar ia dapat dimarahi. Bagi mereka, dimarahi oleh orang tua adalah salah satu bentuk perhatian untuknya. 

3. Menjelaskan arti kata tersebut 

Saat anak berkata kasar, coba tanyakan apa maksud dari kata tersebut. Jika anak tidak bisa menjelaskan, berarti ia memang tidak paham apa arti kata-kata kasar dan jorok yang diucapkan dan belum paham kalau kata-kata tersebut bisa menyakiti orang lain. Tugas Moms sebagai orang tua yaitu menggali pemahaman anak tentang kata-kata tersebut dan cari tahu alasan kenapa ia mengucapkannya, kemudian meluruskan perilaku anak yang tidak pantas. 

4. Bimbing dan arahkan anak  

Apabila anak sudah dinasihati dan tetap mengulang kata-kata tersebut, jangan lantaas langsung menyerah, ya. Tugas orang tua adalah membimbing dan mengarahkan anak secara terus menerus. 

5. Membuat kesepakatan dengan anak

Saat anak berkata kasar setelah dinasihati berulang kali, buatlah kesepakatan. Beri anak hukuman yang disepakati bersama, tetapi jangan memberikan hukuman fisik. Bentuk hukuman yang bisa Moms lakukan bagi anak usia prasekolah yaitu time-out. Dengan hukuman ini, anak akan diminta untuk duduk diam di pojok ruang selama lima menit atau tegaskan pada anak bahwa Moms tidak ingin berbicara dengannya selama lima menit. 

6. Mencari penyebabnya 

Moms harus jeli dalam mencari penyebabnya saat anak berkata kasar dan jorok. Jika anak berkata kasar dan ditertawakan oleh orang lain di rumah, berilah pengertian kepada anggota keluarga untuk tidak memberi respons positif saat anak mengucapkan kata-kata yang kurang pantas. 

Minta anggota keluarga untuk tidak menganggap lucu kata-kata tersebut dan tekankan apabila anka berkata kasar, bersikaplah dengan tidak memperdulikannya. Biasanya, anak akan menghentikan kebiasaan buruk karena tidak mendapatkan perhatian dari perilakunya tersebut. 

Baca juga: Langkah Tepat untuk Menghadapi Anak yang Nakal

Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like